mychoice

my choise make me life

Refleksi

Setelah beberapa lama aku tidak menulis di blog ini, kali ini aku punya kesempatan. mungkin tulisan ini terlalu subjektif diriku, tapi memang tujuanku adalah pengen mengeluarkan apa yang ada dalam kepalaku.

Usiaku sekarang 21 tahun. Banyak waktu telah aku lewatkan dalam hidupku ini, banyak impian yang belum dapat diwujudkan terlebih banyakmasalah yang kuhadapi. Kadang aku merasa masalah ini jauh diatas kemampuanku. Tapi terimakasih Tuhan Engaku masih sudi memelihara diriku, membantu aku,

Semester 6 sudah usai, beberapa mata kuliah udah dipelajari, walaupun dengan nilai yang pas-pasan aku cukup puas karena mengerti akan mata kuliah tersebut.

Sekarang sedang menjalani semester VII, artinya semester 6sudah usai akan masuk ke tingkat 4 buat orang-orang yang kuliahnya lancar tanpa hambatan mungkin tahun ini adalah penantian yang ditunggu-tunggu karena akan segera lulus. Mata kuliah semesteran lancar kemudian KP (kerja praktek) dan akhirnya TA (tugas akhir) kalau beres akhirnya w i s u d a, moment paling mengasikkan (kata orang) foto2 wisuda. Nati fotonya bias dicetak besar-besardan ditempel didindingsebagai ajang pamer maupun unjuk kesuksesan. arghhh nikmatnya hidup ini, kalau bisa berjalan seperti ini (kata orang lagi).

Walaupun aku semester VII tahun ajaran ini, tapi aku harus mengambil beberapa mata kuliah semester V. kurang menyenangkan juga tidak selalu lagi bersama satu teman angkatan 2005 tapi mau bagaimana jalan hidup orang mungkin saja berbeda sesuai dengan yang digariskan yang Maha Kuasa. Datangnya semester ganjil ini mengingatkanku pada semester III kemaren, wah kalau bisa Tuhan janganlah terjadi hal seperti itu Engkau hadapkan pada diriku. Cukuplah sekali aku meninggalkan kuliah satu semester, cukuplah sekali aku mengerti akan arti keluarga, arti seorang ibu, arti seorang ayah, mengerti akan arti saudara, akan arti sahabat, cukup sekali aku tahu arti pentingnya waktu dansesudah ini aku akan mengerti selamanya. Tantangan berat itu akan selalu aku ingat, akan aku jadikan pelajaran dalam hidupku.

Tingkat IV ini sudah aku bulatkan tekad, akan sebuah cita-cita, sebuah impian. Aku memang belum menjalankannya (praktiknya, kalau plan sudah ada) satupun dan aku akan menjalankannya satu-persatu diawali pada tahun ajaran ini. Pilihan sudah aku tetapkan, dan aku akan hidup untuk sebuah pilihan itu. Pertama memang langkah aneh yakni aku pengen memanfaatkan waktu semaksimal mungkin di kampus ganesha ini, artinya adalah aku ingin lulus 6 (enam) tahun. Takut juga sebenarnya nanti dipanggil sebagai macan kampus atau koboy kampus but it’s okay this is my choice. Aku sebenarnya bisa aja lulus lebih cepat dari 6 tahun tapi aku punya targetan tersendiri, ada tujuanku yang belum tercapai. Kadang aku berpikir aku belum melakukan sesuatu yang berharga padahal aku sudah lama hidup. Akankah apa yan aku cita-citakan, apa yang aku impikan bisa terjadi ?

Mudah-mudahan Tuhan memberkati.

Banyak hal memang yang dapat dilakukan, buatku kuliah bukanlah segala-galanya. Bukannya sepele terhadap kuliah tapi aku pikir kita adalah manusia bebas, berpikiran bebas.

Kuliah di bandung ini sudah aku lalui dengan segala suka dan duka (walaupun lebih banyak dukanya he…he). Banyak hal sudah aku pelajari dari rahim kampus ini yang mungkin tak akan aku dapat dimananpun,

Sekilas teringat sewaktu kelas 3 SMA saat mendebarkan ketika ingin mendaftar ke perguruan tinggi. Test yang pertama aku jalani adalah UM UGM (Ujian Saringan Masuk Universitas Gajah Mada), ujian ini dilaksanakan dibeberapa kota. Sekolah kami, SMA BUDI MULIA SIANTAR, mengikuti yang dilaksanakan di pekan baru. Wah perjalanan yang jauh dari siantar ke pekan baru, naik bus tapi tak apalah demi sebuah cita-cita ingin kuliah. Pekan baru adalah kota panas, udaranya menyesakkan. Kadang tera berat kalau bernafas, namun ujian bias juga dilalui. Ujiannya terbagi dalam 2 sesi yang pertama tentang akademik dan yang kedua adalah seperti tes potensi kemampuan diri (psikologi). Berat memang ujiannya apalagi aku ujian dilokasi yang kurang bagus, mejanya bolong-bolong. Sewaktu dipekan baru aku dikunjungi oleh keluargaku (adik mamaku), diajak kerumah tempatnya di bangkinang. Disini aku baru menyadari bahwa ternyata orang yang merantau banyak juga yang tidak sukses, malah lebih parah keadaaanya daripada dikampung halaman. Tanteku mengajak berkeliling mengunjungi sanak saudara yang lain.

Test yang kedua yang aku jalani adalah test penerimaan STT TELKOM (Sekolah Tinggi Telekomunikasi) Bandung, ujiannya dilaksanakan di medan. Saat2 ini adalah uji nyali buatku tapi jantungan juga orang tuaku. Bagaimana tidak aku ke medan baru pertama kali ini, seorang diri pula dari terminal siantar. “ini medan bung” mungkin kata ini sudah cukup mewakilkan kekhawatiran setiap orang yang melangkah ke medan.

Sebenarnya ada beberapa orang teman yang ingin berangkat bareng, tapi aku ditinggalkan. Maklumlah ada salah komunikasi. Janjinya jumpa diterminal intra, ternyataterminal intra ada 2. Aku diterminal satu dan teman2ku yang lain diterminal satunya. Arghhh parah memang aku ini, aku piker terminal intrahanya satu-satunya itu. Saat menunggu teman-teman mencoba menghubungi, tapi mau dihubungi dimana. Aku ga punya handphone maklumlah ga ada duit, mau dihubungi di telpon umum ? ga mungkinlah. Akhirnya mereka duluan berangkat. Waktu sudah semakin sore dan aku masih kebingungan, dengan nekat aku berangkat ke medan dan bilang pada supirnya turun di Ramayana.

Aku berangkat sore sampai di medan sudah agak malam kalau ga salah sudah jam 8 lewat, ternyata keanehan terjadi lagi. Ramayana di medan ada 2 bung, buset dah matilah aku. Akupun kebingungan dalam malam gelap. Ramayana yang mana ya ? akupun turun diramayan jalan singa, dan lagi-lagi aku salah ternyata alamat temaku adalah Ramayana yang di pringgan. Hamper pupus harapanku untuk mengikuti ujian STT TELKOM di medan. Mana perut lagi lapar, belummakan soalnya. Lihat duit di kantong, ah jadi nyesal merogoh kantong sehingga aku tahu jumlah duit yang ga seberapa dikantong celana kusut yang aku pakai. Aku tahankan tidak makan dan melanjutkan mencari alamat. Disimpang jalan aku lihat ada wartel, aku berusaha mengingat-ingat nomor teman2ku dan hasilnya mengecewakan tak satupun nomor yang aku ingat. Bagaimana bisa aku mengingat 12 digit angka2 itu, untung aku bawa buku kecil didalamnya ada nomor telepon mamaku. “ ma tolong dulu lihat buku catatanku, didalamnya ada nomor telepon kawan2ku”. Mama “ buku catatan na idia ? nga didia ho saonari amang ? nga sahat ?”. “ dang dope ma, lului jolo catatankulaho sahat nama au” akupun berbohong sedikit supaya orangtuaku tidak panic. Walaupun begitu ternyata orang tuaku tahu aku bohong, dan mamaku agak panik. “bah lului jo bukku ni abangmon” katanya pada adik2ku. Akhinya buku itu ditemukan juga. Nomor hape kawankupun aku dapat, dan aku hubungi. Nanaya jalan ke Ramayana yang satu lagi.

Setelah tahu jalan ke Ramayana pringgan aku ke wartel lagi dan bilang aku sudah sampai, tapi ternyata adalah masalah lagi. Hape temanku ga bisa dihubungi, lowbat mungkin. Hah akupun mulai pusing, ga tahu kemana dan kebayang “sangarnya” kota medan. “ini medan bung”

Ramayana sudah tutup jadi ga mungkin mereka didalam, aku berusaha menenangkan diri, berpikir mau melangkah kemana.

Ja… raja… tiba2 aku dengar orang memanggil namaku. aku menoleh syukurlah tuhan ucapku dalam hati. Aku akhirnya jumpa, “ udah makan ja” kata temaku. “ belum” jawabku singkat. “pinjam dulu duitmu bah” sesudah itu aku makan danikut ke rumah temanku marga sibarani. Sampai dirumahnya kamipun ngumpul dan saling berbagi cerita, nanya ko aku ga dating. Aku jelaskan bahwa aku dating ke terminal tapi beda dengan kalian, merekapun tertawa ha….ha. terus ko lama baru sampai disini ? aku jawab ternyata Ramayana ada 2, dan aku turun di Ramayana yang satu lagi. Ha….ha kembali aku jadibahan tertawaan teman2ku. Malam itu kami cukup puas tertawa bersama, setelah itu kamipun istirahat.

Ujian STT Telkom dilaksanakan lusa, sehingga kamimasih ada kesempatan baca-baca buku dan melihat lokasi ujian. Kali ini aku berudaha nempel ke mereka supaya ga hilang arah lagi.

Jadi saat ini aku bisa menerima kenapa diriku ditinggalkan, toh mereka udah berusaha menghubungi aku.

Ujian yang ketiga yang aku jalani adalah SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru). Saat-saat ini adalah waktu paling mendebarkan, diawali dengan beli formulir di USU (universitas sumatera utara) mengembalikan lagi di USU. Dalam hal ini aku memang ga keliru lagi di medan, maklum ada sepupu dan teman2 yang sudah di medan tempat bertanyasekaligus menumpang. Hal yang paling aku ingat disini bukanlah soal atau jawaban ujianku, tapi setelah selesai ujian aku menjumpai carolus. Iya aku menjumpai carolus, dengan lembar soal yang aku gulung ditangan aku bilang “ lus maaf ya, sorylah atas kesalahanku selama ini. Aku harap kita bisa bertema lagi” memang kadang agak gensi minta maaf duluan,masalahnya harga diri coy….. tapi entah kenapa kali ini aku benar2 tulus bilang itu ke dia. Carolus bilang “ iya, apa yang musti dimaafkan. Ga ada yang salah ko”. Kami salaman,kali ini hatiku lega, carolus memang teman paling kompakku SMA. Tapi entah kenapa kelas 3 kami ga cakapan, tapi aku sangatsenang sekarang temanku ini diterima di Fakultas Kedokteran USU. Mantap kawan !

Ujian yang terakhir yang aku ikuti adalah test masuk STAN (sekolah tinggi akuntansi negara). Sebenarnya aku ga mau ikut ujian ini, entah kenapa agak kurang sreg dengar nama STAn. Padahal kuliah digaji dan setelah lulus penempatan kerja. Tapi karena orangtua yang nyuruh aku berangkat juga ke medan, kali ini aku sudah tahu jalan. Sampai dimedan ga tahu mau ngapain, aku masih teringat-ingat aktifitas di kampong.mending ke danau mincing ikan, atau di lading nanam pisang. Ataumemebersihkan halaman belakang rumah dan tanamai tomat dan cabe.

Teman-temanku banyak yang ikut ujian STAN,Tanya sana-sini soalnya ternyata tidak sama dengan soal SPMB melainkan semacam psikotest. Akupun pergi cari soal-soal STAN, akhirnya aku baca-baca walau sulit dimengerti. Soal-soal yang aneh menurutku. Ujiannya dilaksanakan di departemen keuangan Medan.

Hah akhinya banyak juga ujian yang aku ikuti, berita pertama yang aku dengar adalah aku lulus

STT Telkom, surat kelulusan dating ke asrama di siantar. Hari sambunya aku pulang ke rumah dan bilang aku lulus. Lulus dan bisa kuliah di s-1 jurusan Teknik Industri. Tapi melihat lampiran terakhir berubahlah raut wajah orangtuaku. Akupun sadar maksudnya, lapiran itu adalah sejumlah uang kuliah persemester yang harus dibayarkan. Setelah puas melihat pengumuan itu, aku menyimpannya dilaci. Aku bungkus rapat-rapat dan aku letakkan di laci.

Pengumuman kedua adalah aku juga lulus UM UGM. Lulus masuk kuliah S-1 UGM, wah senangnya hatiku. Orang tuaku juga senang, mungkin karena negeri dan uang kuliah bisa lebih murah. Tapi jika ingin mengambil harus menyetor sejumlah uang dahulu, padahal aku masih menunggu pengumuman SPMB. Kalau belum disetor maka bangku kuliah dibatalkan, aku memilih membatalkan dan menunggu hasil SPMB.

Pengumuman paling aku nanti adalah pengumuman SPMB, pada hari H pengumuman akupun pergi mencari Koran. Sulit sekali di kampungku cari Koran, ga ada yang jual. Internetpun ga ada. Jadi aku ga bisa tahu lulus atau tidak. Akhinya ada temanku yang bilang “raj’s kau lulus di ITB”. Sungguh girangnya hatiku. Lulus di Teknik Pertambangan ITB, tanpa pikir-pikir lagi aku bilang aku milih ini ke mamaku. “boha dang paima on mu STAN i ? . “ga usalah ma,lihat nanti ajalagian pengumumannya lama lagi” jawabku. Pagi itu akupun langsung pergi ke rumah teman, nanya nomor ujian dia. Ternyata dia juga lulus di IPB, jadilah hari itu kami jaln-jalan dengan senangnya.

Setelah kuliah di ITB kira2 sebulan lebih aku dapat pengumuman bahwa aku juga lulus di STAN. Lulus D-3 di Jakarta tempat kuliahnya, jadi bingung pindah dari bandung ato ga ? setelah mikir-mikir mending di bandung aja. Dan akhirnya kuliah dilanjutkan hingga detik ini.

Setelah semua yang aku jalani sebelum ke bandung, aku berusaha mengingat-ingat apa2 saja yang sudah pernah aku lakukan di bandung ini. Kadang tertawa karena lucu, tapi lebih sering sedih karena liku-liku jalan yang pilu aku hadapi.

Tapi sekarang aku harus sadar itu semua adalah yang dulu, sekarang mari tatap kedepan. Tantangn didepan pasti lebih berat, tantangan di depan pasti lebih besar. Siapkan langkah yang terbaik itu saja. Tapi yang pasti bahwa sekarang aku sudah mulai merintis jalan yang aku buat, dan berusaha berjalan pada jalan yang benar. Memang berat aku harus “buka” penutupnya dulu, terus “dilapisi” dengan kerikil baru “aspal”. Kemudian baru bias dijalani. Aku akui aku ga bias bikin “jalan laying” dalam hidupku karena aku ga punya modal untuk itu. Tapi aku percaya dengan keyakinanku bahya jalanku adalah benar. Mudah2an aku masih mampu menyelesaikan perjalanan ini. (“kata dalam “merupakan makna kiasan).

Masih bersambung ….!!

18 Komentar »

  1. haiaaaaaaaaaaaaaaa
    mantab kaleeeee pun bang RAJA ini!!!
    smua ujian yg diikutin lulus banG!!!!!!!!!!!!!!
    saLUuuuut😉
    smangat sLaLu ya bang!!!
    do our best, JESUS take care of the rest
    sep!!!
    nb : jangan teRLalu lama2 lah tapi kampus bang ^^

    Komentar oleh irinceria | Februari 1, 2009 | Balas

    • betullah itu ito…
      jgn terlalu lama yah..
      asa hatop hita mangallang lomok2 ate,,,,,,,,,hehehee

      Komentar oleh riana | Oktober 9, 2009 | Balas

  2. @irinceria
    mksih y dek

    Komentar oleh rajasimarmata | Februari 24, 2009 | Balas

  3. keren bangat coy…
    Pengalaman yang menyedihkan segaligus menggembirakan. Kita sama, q jg pernah mengalami hal yang sama seperti yang kamu rasakan pada saat pertama kali ke Medan. Cuma kamu lebih hebat dari saya, karena kamu masih bisa tenang meskipun dalam suasana dangerous.Provisiat buat segala perjuanganmu….

    salam buat pery turnip n risman simanjorang

    Komentar oleh vina turnip | Maret 6, 2009 | Balas

  4. keren bangat coy…
    Pengalaman yang menyedihkan segaligus menggembirakan. Kita sama, q jg pernah mengalami hal yang sama seperti yang kamu rasakan pada saat pertama kali ke Medan. Cuma kamu lebih hebat dari saya, karena kamu masih bisa tenang meskipun dalam suasana dangerous.Provisiat buat segala perjuanganmu….

    salam buat pery turnip n risman simanjorang

    to berjuang terus n tetep semangat…
    Sukses bersamamu…

    Komentar oleh vina turnip | Maret 6, 2009 | Balas

  5. wah hebat bgt !!
    hidup adalah pilihan dan sekarang kamu berada di pilihan yang benar. Tidak semua orang bisa melakukan itu. Aku yakin kamu orang yang kuat dan suatu saat pasti bisa memberikan yang terbaik sampai akhirnya berhasil. Sukses slalu y…

    Komentar oleh FerZa | Maret 23, 2009 | Balas

  6. oha..
    kau dulu yang kulat bingung di jalan itu
    hehe
    damai!!!!!!!!!
    bang…

    Komentar oleh turnip | April 7, 2009 | Balas

  7. Salut perjalananmu sondang di mdn mana ada simarmata penakut ya’kan? Moga tercapai cita2mu & sukses ingat! Badai pasti berlalu Dr preman mdn

    Komentar oleh Williams | April 21, 2009 | Balas

  8. Gambaran buat adik2 yang mo kuliah.. ini “kisah hebat” dari banyak kisah mahasiswa perantauan. SALUT buat Adik Raja.

    ekh.. sempat nitik nih aer mata, Raj.

    Komentar oleh Jimmi | Juni 6, 2009 | Balas

    • @jim
      makasih bang, mudah2an memang berguna

      Komentar oleh rajasimarmata | Juni 7, 2009 | Balas

  9. salut buat km raja. kita sama2 dr samosir, mari kita bangun bona pasogit tercinta itu ya

    Komentar oleh juli | Juli 5, 2009 | Balas

  10. u memang pintar ba…
    ga yangka anak samosir memang pintar2…
    kecuali q, test masuk UNIMED aja kalah…!
    sukses buat u….
    “SALAM KENAL”

    Komentar oleh Andolin sihombing | Juli 21, 2009 | Balas

  11. Iseng iseng nyari keyword “Simarmata” nyangkut dison appara,, mantap Para,, semoga sukses appara ate,, ehh,, pasti sukses,, wah,, Bangga au manjaha semangatmu appara,, hehe,,😀

    Komentar oleh andro simarmata | Agustus 5, 2009 | Balas

  12. aku salut sama bang raja, tidak semua orang samosir bisa seperti bang raja. semoga cita2 bang raja bisa tercapai *AMIN*

    Komentar oleh eva | November 16, 2009 | Balas

  13. keren yooooo!!!!!!!!
    pengalaman hidup terkadang seram tp itu lh hdp

    Komentar oleh orin | April 30, 2010 | Balas

  14. wadoh,mantab nian dirimu bang….merinding q bacanya

    like this..^^

    Komentar oleh stella | Juni 21, 2010 | Balas

  15. semangat y Raja…🙂

    Komentar oleh Risna | November 9, 2010 | Balas

  16. 😀

    Komentar oleh andriano simarmata | Maret 7, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: