mychoice

my choise make me life

Closer to Perfect

Sebenarnya judulnya agak lebay, bagaimana tidak kan sudah ada istilah yang mengatakan ‘No body is Perfect’.

Sebenarnya saya tak ingin mengatakan masalah body yang perfect, atau apapunlah tentang perfeksionisme.

Kemaren tanggal 02 maret, setelah pulang dari kantor perusahaan yang kami ‘servis’, saya mengajukan diri untuk menunggangi si penther biru, dan teman-teman saya persilahkan duduk dibelakang, dan Pak Reza yang disamping. Awalnya Bang Thomas dan Deddy ga mau naik, takut disupiri sama ‘panther maut’ meniru xenia maut aja.

Namun akhirnya naik juga mereka, walau dengan olahraga jantung sepertinya.

Panther ini ada diparkiran, saya berusaha membawa keluar. Deg-degan juga sebenarnya, bagiamana nantinya jika menggores mercy di samping, atau alphard yang ada dibelakang bisa-bisa si panther ini digadaikan buat memperbaiki.

Namun sepertinya dewi fortuna sedang berbaik hati, memberi saya peluang unjuk gigi. Perjalanan keluar cukup mulus, walau ada sedikit pembicaraan yang menegangkan, senyum petugas iss parking menandai petualangn telah berhasil.

Tiket sudah dibayar, mobil sudah keluar dari gedung. Mantap !!!

Saya masih dalam posisi menunggangi panther, teman-teman yang lain tidak istirahat jadinya walau semalaman belum tidur. Takut sama supirnya ha..ha. Dalam hati saya pikir kasihan juga.

Akhirnya mendekati jalan masuk Tol, Pak Reza minta ganti. Pelajaran cukup sampai disini, walau saya akhirnya mengatakan saya bisa dijalan Tol. Mereka tetap meminta supir diganti, yah saya maklum. Saya juga kalau dalam posisi mereka akan berpikir demikian juga.

Saya sadari saya belum punya SIM A, dan kemampuan juga masih terbtas. Pergantian posisi dimulai.

Giliran Pak Reza yang menunggangi, saya sebagai asisten 1 disamping.

Dalam perjalanan kami semua tertidur, kecuali Pak Reza tentunya. Kan sedang bertugas mengendarai. kasihan juga Pak Reza ga istiirahat, macet pula di dalam Tol.

Kedepan saya akan meningkatkan kemampuan, supaya Pak Reza juga bisa istirahat dalam perjalanan.

trrrrrrrrrrrrrt……………..trtttttttttttttttttt…..grrrrrrrrrrrrrrrrtttttt…!!!, hape yang membawa keberuntungan ini bergetar.

“halo pak raja, gimana dengan yang tadi ?”

Saya angkat telepon dalam suasan tidur-bangun, setengah tidur setangah bangun, tol macet, mobil dikiri kanan.

“halo pak E… ada apa ya ?”

“Begini pak, yang tadi, Bla…bla ”

ternyata ada urusan yang sangat serius, karena Pak E sudah berjanji hari ini.

“Maaf Pak E, kami sedang di jalan, macet .. nanti kalau sudah sampai kami hub ya”

“Oke..oke”

telepon Pak E pun berhenti, pintu Tol masih jauh. Mata masih ngantuk, tapi lebih baik menemani Pak Reza berbincang , sambil Dia mengendarai mobil, Sekali lagi kasihan Pak Reza terus yang bawa mobil.

***

sampai ditujuan permintaan Pak E pun diproses, kemudian saya telepon balik.

“Halo Pak E, sudah diproses, maaf tadi di Tol”

“Oke-oke, terimakasih banyak ya, maaf merepotkan”

Yaah ga apa-apalah direpotkan, namanya juga tukang servis.

Demikianlah reportase tanggal 2 maret 2012, langsung dari depan pintu kantor.

(Seperti wartawan dadakan aja)

Maret 3, 2012 - Posted by | Uncategorized | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: