mychoice

my choise make me life

Kali ini Lebih Berani

‘Hal terpenting dalam hidup, salah satunya adalah berani mengambil keputusan, berani mengambil resiko’

by raja simarmata

Malam ini hampir sama dengan hari biasa, pekerjaan menunggu sampai larut. Sebenarnya kami tak menyebutnya bekerja, kami menyebutnya belajar, meningatkan kompetensi, melatih endurance. Walau harus begadang, saya menyukainya. Saya suka tantangan, suka bekerja keras, dan yang pasti suka hal-hal baru.

Memang banyak pekerjaan masih menumpuk, namun mendekati tengah malam saya memanggil Herman, salah seorang teman di kantor.

“Coba lihat diluar, mobil masih banyak lalu-lalang tidak ?”

“Ga ada lagi, sudah sepi”

Yeah, hal ini meningkatkan keinginanku untuk belajar menyetir mobil malam ini. Mengajak panther biru itu menikmati malam ini, yeah baby come on.

Buat sebagian orang memang sudah paham mengendarai mobil, namun buat saya belum. Namun saya ingin bisa mengendarai, hal itu sepertinya menarik dan berguna.

Kemaren memang saya belajar memarkir, dan kemudian belajar bareng bang thomas dalam tulisan saya ini.

Kali ini saya ingin sendirian saja, saya minta kunci mobil ke Mas Reza. Dan saya ajak Herman, Deddy untuk ikut. Namun mereka menolak, wajar saja. Siapa yang mau bertarung  maut dengan sopir yang belum profesional.

Namun saya tekadkan dan bilang, kapan lagi kita bisa, kalau ga berani mengambil resiko ? Ucapan ini spontan keluar, dan menambah keberanian saya menenteng kunci mobil ke arah parkir.

Memang mereka bilang jangan, bisa nabrak orang. Namun saya pikir, itu bisa dihindari. Saya sadar  itu resiko, namun saya merasa itu tantangan.

Saya sempat berpesan kepada Mas Reza, aktifkan henpon ya mas, nanti kalau ada apa-apa saya hubungi.

Mas Reza pun tertawa dan kemudian senyum sumringah sembari memberi kunci dan STNK mobil.

Yeah, akhirnya kunci itu dimasukkan ke lobang pintu mobil. Dan perasaan ragupun mulai timbul, namun adrenalin mampu mengatasi, hasrat ingin menunggangi panther ini lebih besar dari segalanya. Come on, mobilpun di starter.

Wah ngidupin lampu yang mana ya ? Coba sana-sini, akhirnya bisa. Lampu menyala.

Rem dan Kopling di injak bersamaan, kali ini mengatur gigi berapa yang mau dipake. Itu apa namanya ya ? Bilang ajalah Stik Pengatur Gigi, wah kacau nih bikin istilah seenak jidat. Maaf saya tak tahu istilah otomotif, kali ini hanya karena nafsu saja, saya ingin menunggangi panther biru itu. Sepertinya akan berguna nantinya.

Mobil dalam keadaan parkir, jadi harus mundur dulu. Stik Pengatur Gigi, ah namanya ko aneh ya ?, what’s everlah. Stik dalam keadaan normal, posisi ditangah, bisa ke kanan ke kiri. Saya mundurkan ke arah kanan, dan paling belakang. Sepertinya sudah berada pada posisi Gigi 4.

Kopling saya lepas perlahan, mobilpun bergerak mundur. Mudah-mudahan tidak menggores mobil di samping. Saya jantungan juga, bisa-bisa saya keluar uang buat bengkel jika saja terjadi goresan. Namun sepertinya dewi fortuna berpihak pada saya. Tidak terjadi goresan sedikitpun, mobil saya arahkan ke gerbang keluar parkir. Dan bisa…

EUREKA

Kali ini keinginan sudah memuncak, tanpa didampingi saya bawa ke jalan raya. Kali ini memutar arah sudah bisa, walau harus perlahan-lahan. Pastikan tidak ada kendaraan lain yang lewat.

Dan sudah berada di jalan raya, Hore..Senangnya bukan main.

Kali ini pindah ke Gigi 2,

Mobil di gas, ternyata gigi satu punya keterbatasan kecepatan. Perseneling saya injak, sehingga mobil agak melambat. Saya tak tahu prosesnya ini bagaimana, mungkin anak mesin bisa menjelaskan. 

Kemudian Stik saya tarik mundur searah Gigi 1, sekarang sudah berada pasa Gigi 2. Kopling saya lepas perlahan-lahan. Pedal Gaspun ditekan pelan-pelan, gunakan feeling. 

Dan sekali lagi eureka, sudah pada posisi gigi 2, mobil stabil. tapi ada masalah, didepan ada tikungan tajam, setelah itu akan ada bundaran. Bahaya ?

Yang pertama saya lakukan adalah, mengganti jadi lampu panjang. Ini istilahnya apa ya ? Logika saya, supaya orang atau kendaraan dikejauhan sana, tahu bahwa saya sedang lewat. He..he

Menikung pada daerah belokan hampir 90 derajat lumayan sulit, namun tetap bisa, walau agak masuk ke tengah jalan. Ini perkiraan saya supaya ban belakang tidak menabrak trotoar atau pembatas jalan.

Dan ternyata berhasil.

Tantangan berikutnya adalah Bundaran, Wah Gawat. Lokasi ini berada pada pintu Tol, sehingga banyak mobil keluar masuk tol. Sekali lagi keinginan saya lebih besar daripada apapun.

Saya coba permainkan setir mobilnya, jalannya memang mengikuti bundaran. Walau tidak semulus profesional, namun bisa melewati. Mobil yang ada di seberang jalan sepertinya paham, dia memperlambat lajunya, sehingga saya yang duluan.

Kemudian jantung saya tiba-tiba berdegup lebih cepat, posisi ada pada kanan jalan, saya perhatikan ada cahaya lampu pada spion. Mobil ada yang lewat dari kiri. Saya perhatikan, setelah agak kosong, saya pindah ke kiri. Sebelumnya ada motor yang lewat kiri, untung saya memperhatikan spion kiri, ada titik cahaya, sehingga posisi mobil saat itu ditengah jalan.

Kemudian saya berhasil pindah ke kiri, mobil lainpun lewat dari kanan saya. Ada Satpam yang lewat mengendarai motor, saya klakson dan dia menoleh dengan bingungnya. Saya tetap melaju.

 

Saya melewati bundaran lagi, kali ini sudah lumayan mulus. Akhirnya bisa juga.

Saya arahkan mobil masukke arah parkiran, dan berhassil parkir dengan mulus di sebelah mobil yang sama pada waktu saya keluar dari parkiran. Namun kali ini jaraknya lebih jauh.

Sepertinya ikut TOKYO DRIFT akan terkabul, ngayal.

Ketemu bang Thomas depan pintu bilang “Oh iya Lampu Panjangnya jangan di hidupkan terus”

Februari 28, 2012 - Posted by | Uncategorized | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: