mychoice

my choise make me life

Ada Perasaan ragu di Pantai Indah Kapuk

Sudah beberapa kali ke daerah Pantai Kapuk, dan jujur saja terpesona dengan kotanya terlebih pada spanduk-spanduk harga ruko dan rumah yang ada disana. Hanya 6,5 Milyar, begitu tulisannya, mentereng dan cukup sesak napas memandangnya. Yah hal yang sulit sepertinya untuk menjadi bagian dari komplek itu, ngarep..!!. tapi setidaknya itulah saat ini, walau kadang saya sering berpikir harga ide di kepala saya ini, pasti jauh lebih besar dari pada harga rumah itu. Dengan perasaan sombong dan kantong kosong, saya sering berucap dalam hati, “itu mah tidak seberapa”. Hah, untungnya tidak dikeluarkan lewat mulut, bisa-bisa disebut sombong. Sudah miskin, sombong pula.

 

Sebenarnya bukan mau cerita tentang bagusnya lokasi itu, mahalnya harga ruko, rumah itu (setidaknya untuk saat ini), atau begitu menariknya lokasi itu.

 

Kedatangan kami kesini, adalah sebagai sebuah perusahaan mining service, mendatangi klien, dan menjawab kebutuhan mereka.

Pekerjaannya ada banyak, mulai dari desk studi sampai site visit alias kunjungan kelpangan. Yah, semuanya terencana dengan baik, walau dengan kerja yang balap-balapan. Sanking banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, dan memang keinginan perusahaan ini bbegitu besar. Saya yakin dibelakang mereka ada visi yang sangat besar juga, wlau saya barumerasa kulit-kulitnya saja.

 

Jadi secara simpelnya Perusahaan ini ingin menanam modal di indonesia, ingin membuat industri, dan mereka butuh konsultasi, untuk itulah kehadiran kami disini. Saya yakin kami ini, hanyalah bagian kecil dari apa yangmereka lakukan atau laksanakan.

 

Jadi pada intinya mereka mau membeli sebuah perusahaan, perusahaan tambang yang berlokasi di kalimantan. Menurut pendapatnya, mereka sudah berkali-kali MOU, kerja sama, dan dalam waktu dekat akan melakukan due diligence. Yang pasti akan ada site visit, kunjungan kelapangan.

 

Terus yang membuat ragu apa ?

Secara garis besar semua orang tahu bahwa industri tambang adalah padat modal, banyak uang yang harus dipertaruhkan walau nanti hasilnya belum pasti. Tidak banyak yang sukses di industri ini. Mulai dari perencanaan sampai eksploitasi akan keluar uang yang sangat banyak, belum lagi pada ekploitasi akan keluar operating cost yang sangat besar, walau sudah bisa dapat gambaran hasilnya akan ada aliran cash flow dari eksploitasi.

 

Terus yang membuat ragu apa ?

Sabar..sabar, belum intinya ini.

Jadi siperusahaan ini ingin membeli perusahaan X atau ‘asetnya’. Aset itu adalah berupa lahan tambang yang berlokasi di kalimantan bagian xxx. Nah dari data lokasinya, kami membuat sebuah studi eksplorasi awal.

Berdasarkan hasil studi, bahwasannya lokasi tersebut bukan daerah yang layak, atau bukan berada pada Coal Bearing Formation, gampangnya daerah yang berisi batubara. Ups.. jadi ketahuan ini perusahaan batubara. Sebenarnya bukan, mereka lebih besar dari itu.

 

Nah, si perusaan ini kekeuh akan tetap kunjungan ke lokasi dan melihat langsung. Ini yang menjadi membuat agak ragu, saya ragu dengan analisis saya, saya ragu dengan kepercayaan mereka, saya ragu pada tim saya, ragu pada data base yang kami punya, dan yang paling membuat tak tenang adalah, apakah saya salah ?

 

Keputusan memang ditangan mereka, pengendali modal memang mereka. Dan keputusan mereka untuk site visit, kunjungan kelapangan dan akan melakukan eksplorasi. It’s Okey, So What the problem ?

 

Berdasarkan ilmu atau pengetahuan yang saya pahami, hal ini akan mengakibatkan cost atau biaya, yang jumlahnya tidak sedikit. Jika mereka ingin mencari batubara, namun lokasi tersebut tidak berada pada lokasi pembawa batubara, untuk apa ke lapangan ? Bukankah database geologi sudah cukup menjawab itu ?

 

Kuliah dan Industri memang berbeda, walau kuliahlah yang membangun kejayaan Industri, disinilah mungkin salah satu perbedaan titik pandang. 

 

Keputusan ke lapangan sudah bulat, dan dalam bulan ini tim kami akan ke kalimantan.

Namun saya tetap masih ragu, apa iya ilmu yang dipelajari salah, dalam perasaan ragu ini saya mencoba berpikir positif (walau sulit). Ini adalah pembuktian kesahihan ilmu, pembuktian kebenaran data, dan mungkin saja mereka sedang melakukan test terhadap tim kami.

 

Sampai di rumah, kami mencoba mengecek data kembali, mencocokan dengan database, melakukan desk study lagi. Dan hasilnya tetap sama “NOT IN COAL BEARING FORMATION”.

Tapi ya sudahlah, mungkin memang harus kelapangan. Toh biaya dari perusahaan mereka, kami hanyalah sebagian kecil ‘supportig system‘ mereka.

 

Dalam hati saya berpikir, itu kan Cost ? Bukankah hal itu sia-sia…!!!

 

Februari 28, 2012 - Posted by | Uncategorized | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: