mychoice

my choise make me life

Lembayung Kota Keraton

By : Raja Simarmata

Menurut berita di TV malam ini akan ada gerhana, begitu juga di milis-milis yang aku ikuti semua memforward berita yang sama ‘Jangan lewatkan, malam ini ada gerhana’ inbox emailku menerima berita yang sama sebanyak 462, di handphone ada 245 sms dengan isi yang sama, hampir saja handphone ini hang, kalau saja tak kuhapus semua inbox itu.

dua tiga sms ada yang aku baca, ada yang berisi seperti ini

“Gerhana adalah bukti cinta Rama dan Sinta, maka aku mengajak kamu keluar malam ini untuk menyaksikannya”

SMS dari si Rofki, penggombal sejati, aku tahu pasti dia mengirim sms tersebut ke semua nomor wanita yang ada di handphonenya. Kalau ada satu dua yang membalas baru dia follow up. Aku tahu sifat teman satu jurusanku ini, karena pernah ditegur oleh Ibu Dosen Anatomi Hewan. Dia kirim sms gombal ke dosen paling killer di jurusan, tapi anehnya si dosen ga marah, dan kami baru kali itu bisa tertawa satu kelas dengan puas, dengan ucapan Rofki ternyata suka perawan tua. Ya Dosen kami yang Lengkap berumur 50 Tahun pada hari itu. Jadi menurut si ibu dosen itu adalah kado spesial untuknya seseorang mengajaknya kencan dan makan siang di sebuah villa dekat Kaliurang, namun teman kami si Rofki muka merah dan malu-malu seperti babi yang mau disembelih. Sejak saat itu aku lihat si Rofki jadi punya dua handphone.

 

Aku tak peduli dengan gerhana mala mini, hanya saja jendela kamar aku buka dan kuambil  catatan kecilku, kubaca dan akhirnya tiba dihalaman yang bertuliskan :

Kita memang berbeda, aku suka Gita Gutawa sedangkan kau suka Andra n The Backbone, namun lagunya sama ‘Sempurna’.

Dengan langkah sigap kubuka laptopku, suara bass keluar dari speaker.

 

kau begitu sempurna

di mataku kau begitu indah

kau membuat diriku

akan selalu memujamu

 

[lirik]

 

*janganlah kau tinggalkan diriku

takkan mampu menghadapi semua

hanya bersamamu ku akan bisa

 

reff:

kau adalah darahku

kau adalah jantungku

kau adalah hidupku

lengkapi diriku

oh sayangku kau begitu

sempurna, sempurna

 

kau genggam tanganku

saat diriku lemah dan terjatuh

kau bisikkan kata

dan hapus semua sesalku

 

Lagu ini aku dengarkan semalam suntuk, aku putar di mp3player laptopku sampai pagi. Kadang aku ikut bernyayi, terbayang kubernyanyi dengan dia walau hanya lewat Handphone.

 

***

 

Secangkir jus sirsak mungkin dapat melepas penat hari ini, ditemani buku saku kupergi ke kantin. Suasana yang ramai ini mungkin saja dapat membuat kejengkelan demi kejengkelan berkurang, di sudut sana masih ada bunga anggrek, dan masih tetap seperti kemaren-kemaren layu dan tidak berbunga. Apakah anggrek itu sedang bersusah hati ? apakah dia tidak dirawat ? atau mungkin anggrek ini tahu perasaanku yang tak menentu ? ah mengada-ada saja, dia kan tanaman.

 

Teringat terakhir dia berbunga enam bulan yang lalu, bunganya cantik memikat mata yang melihat, batangnya yang kurus mampu menopang hampir seluruh bunganya yang mekar, bahkan saat itu lebih banyak bunganya dari daunnya. Ah jadi teringat juga saat itu aku bersama dia, minum jus disini. Kata-katanya mengingatkanku akan tempat ini. Bunga itu juga bisa mengerti perasaan manusia loh, kalau tak percaya coba saja kau siram bunga itu nanti dia akan tahu perasaanmu. Hal ini diucapkan dua minggu sebelum anggrek ini berbunga, dan bodohnya akupun menuruti apa yang dia katakan, aku ambil air minum dari bontot di tasku, sebagian kusiramkan pada anggrek itu.

 

Anggrek, kapan kau berbunga seperti dulu ? Warna ungu alami menyejukkan hati. Seperti dulu menjadi pusat perhatian. Bagiaman tidak, teman yang dari kampus kala itu ada yang berfoto ria di samping anggrek yang berbunga itu, tentunya dengan pasangan masing-masing.

Tiba-tiba kutersadar dari lamunan seseorang berkata “Pesan apa Mba ?”

Lelaki berbaju merah lengkap dengan pulpen dan kertas di tangannya, celana hitamnya mendekat ke meja tempatku. Kucuekin saja, dan kulepas pandangan kea rah luar dari kantin ini. Namun dia mengulang lagi “Maaf mba, mau pesan apa ya ?”

Kupandangi dia, dan sepertinya aku mengenalnya, tapi siapa ya ? Oh si…

“Saya tahu, pasti pesan jus sirsak dan satu lagi jus alpukat” ujarnya seolah-olah sudah tahu

Aku jawab “Ga pake jus alpukat mas”

“Oh Masnya kemana mba ?”

Wah aneh juga pelayan jaman sekarang, apa ia sudah merangkap intelijen ya pikirku dalam hati. Namun tak mau beruburuk sangka aku jawab juga.

“Masnya ga ada, jadi Jus sirsak aja”

 

Buku catatan kecilku kubolak balik, kucoba membaca-baca sekedarnya, dan kulihat catatan yang berbeda dengan tulisanku.

 

‘Aku mencintaimu dengan cara yang berbeda, maaf kutak bisa ucapkan selamat malam untuk tiap malammu, tak juga ku mampu menyapamu setiap pagi di tiap bangun tidurmu’

 

Geli juga membaca tulisan itu, ditulis satu halaman plus digaris bawahi, namun tiba-tiba kusadari itu tak lebih dari nyanyian sumbang dan ucapan kosong tak bermakna. Kupikir ucapan ini adalah rayuan gombal yang sangat mandraguna.

 

Saat ini aku merasa sendiri, bahkan ditengah keramaian kantin ini. Gelak tawa orang-orang disamping kiri kanan tak mampu kudengar, hanya mulut mereka saja yang mampu kuperhatikan kadang menganga menampakkan gigi mereka. Terkadang kulihat lebih sering mulut itu terbuka daripada tertutup, namun kutetap sendiri.

 

Kucoba senyum termanis walau dalam hati kuterasa pilu, bagiamana tidak itu semua ingatan masa lalu, kuhabiskan tigaperempat gelas jus sirsak itu, seperempat lagi diam-diam aku bergerak kearah pot anggrek, kusiramkan padanya tanpa perasaan berdosa. Kuperhatikan sekeliling tak ada yang memperhatikan, dalam hati kuberkata aku ternyata nekat juga.

“Mba ngapain ?”

Tiba-tiba suara itu seperti menusuk jantungku, sebentar kupucat dan berusaha menenangkan diri, ternyata pelayan yang  mengantar jus tadi.

“Ah ga apa-apa mas, hanya melihat anggreknya saja” Ucapku sambil melangkah ke kasir, kemudian pergi meninggalkan kantin itu dengan sedikit tergesa-gesa, ku pegang buku Struktur Tumbuhan ditangan kiri.

Di pintu ke luar aku berpapasan dengan pelayan tadi, namun ku pura-pura tak melihat

“Wah ilmu baru ya mbak, Anggrek dikasih minum Jus Sirsak, supaya anggreknya cepat berbunga ya mbak ?, Emang dipelajari di kampus seperti itu ya ?”

Aku percepat langkahku, takut dipermaslahkan dengan tingkah konyolku tadi, kemudian kuberbalik sebentar dan kusenyumi mas yang ngomong barusan. Sambil berjalan berusaha kusadari omongannya, dipelajari di kampus ya mbak ? Sejak kapan pula tanaman dikasih minum Jus ?. Namun kutertawa geli aja dalam hati, setidaknya rasa sepiku terlewatkan dengan tertawa walau dalam hati dengan tingkahku hari ini. Setidaknya buat seminggu ini jangan ke kantin itu dulu. Lebih baik jalan ke Malioboro saja sehabis kuliah.

 

***

 

Aku ambil handphone di saku, kuperhatikan ternyata ada 15 sms, wah ko sms hari ini sedikit sekali ya ? Biasanya setiba di kamar kosan aku memperhatikan ada 85 sms, karena itulah hp aku silent dan baru aku lihat setelah sampai di rumah.

Kubaca pesan singkat di inbox isinya  : ‘bunga ringan, proses sehari, syarat mudah hanya KTP dan KK Hub 08XXX’. Hmmm sejak kapan saya butuh kredit ya ? ini mungkin sms nyasar, atau memang sengaja di sasarkan. Ada lagi sms minta kenalan, sms dapat hadiah tv, mobil dan rumah. Hah, semuanya penipuan belaka yang marak akhir-akhir ini. Mungkin orang sudah banyak yang ga waras, dan mudah saja percaya isi pesan kotak mungil yang bisa bicara ini.

Ada lagi yang bilang : ‘Nak isikan mama pulsa ya, mama lagi pinjam hape teman, tolong isikan pulsa 100.000 ke nomor 085XXX’

Hah ? mana mungkin, mamaku saja tak bisa sms, hape bututnya hanya digunakan menelepon dan menerima telepon. Dan kalau dalam keadaan terpaksa handphone itu multifungsi melempar anjing yang menggonggonginya di pasar ikan.

 

Kuhapus sms tak penting itu, setelah sebelumnya membalas sms hadiah undian 100Juta.

“Mas/mba uang hadiah yang 100juta buat anda saja dan keluarga, lumayan bisa dipergunakan pesta pernikahan atau buat beli pulsa. semoga bermanfaat”

 

Sms terakhir “Aku datang ke Jogja ya Tina”

SMS singkat namun membuat jantungku berdegup kencang, apakah mungkin ia datang ke jogja ? Sudah hampir satu semester tak ada komunikasi, sekarang dia bilang mau ke jogja ? Aku tak percaya, segera kubayangkan diriku seorang Rektor yang mendapati mahasiswanya tidak masuk kuliah dalam satu semester, dan yang paling cocok kuberikan adalah Surat Penghargaan “DROP OUT”.

Tapi akukan bukan rektor ? hati kecilku ikut berbicara.

Kuperhatikan lebih detail, nomor pengirim tak terdaftar dihpku.

Mungkin salah kirim pikirku, namun detak jantungku makin keras.

 

Pikiranku mulai melayang tak menentu, membayangkan dia sudah duduk di sofa kosanku. Yah memang ruang tamu kosan ini kelihatan dari jendela kamarku, sehingga kalau dia datang tinggal berteriak aja dari bawah, karena aku berada di lantai dua.

 

Semakin lama kumenunggu dan gelisah tak menentu, ada rasa benci namun juga rindu, ah mungkin saja juga cemburu.

Ternyata dia sudah berada di depan pintu, belnya dibunyikan. Makin lama makin jelas dan makin kencang suara belnya.

Ting..Tong….Ting Tong

Suara bel itu berulang sampai lima kali.

 

Dengan langkah ragu aku bergerak menuju pintu rumah yang berada di lantai satu, dengan sedikit gugup kubuka pintu.

Ko lama sekali buka pintunya sayang ? Langsung dia cium pipiku kiri kemudian yang kanan. Aku dipeluknya, kudengar dia berbicara di dekat telingaku “Sayang, kamu kelihatan bingung. Ada apa ?”

Kupandangi sekeliling walau aku masih dalam pelukannya, kuperhatikan ada yang berbeda. Ini bukan sofa yang di ruang tamu, itu juga bukan daun pintu kosan, dan ….

 

Kusandarkan kepalaku pada dadanya yang bidang, kupeluk hangat pria di depanku.

“Kamu baik-baik sajakan sayang” ucapnya lengkap dengan kecupan di kening.

Aku tetap diam seolah tak percaya, namun tiba-tiba lelaki membopongku masuk rumah sambil tangannya membawa tas kerja.

“Kenapa, kamu sakit Sayang?”

“Sana gih mandi, dah bau” ucapku tanpa menjawab pertanyaannya.

“ Bau ? Tapi kamu sukakan ?” Ucapnya sambil mencubit pipi kiri dan kananku.

“Iya, iya sayang, cepat mandi buruan ntar anak-anak pada pulang”

Tanpa ditanya aku memberitahu “ Pah, anak-anak les Piano Doni Music dan yang Bungsu lagi renang “

Diapun bergegas ke kamar mandi.

 

***

 

Khayalankah ini ? kenapa sungguh-sungguh terasa hidup. Namun ku tak tahu dimana dia sekarang berada, Apakah dia seberuntung diriku ? Aku mendapatkan Pendamping hidup yang baik, perhatian dan kami dikaruniai lima orang anak. Tiba-tiba kubertanya Apakah Lelaki penuh impian itu sudah menikah ? siapakah wanita itu ? sudah berapakah anaknya ?

Kuberanikan bertanya pada diriku apakah ada cinta yang tinggal walau sedikit, masih mampu membakar hatiku ? Ah untung saja ini hanya sekedar khayalan, ingatan lama yang mungkin saja tak bermakna. Mungkin ?

 

(Bersambung…!!!)


		

Juli 16, 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: