mychoice

my choise make me life

Metoda Self potensial Ini Bukan Geotipu atau Geomistik

Geo atau yang berarti bumi [1] sejatinya adalah tempat hidup mahluk, kecuali mungkin Alien yang (kalau) ada di luar angkasa sana. Bumi memiliki sifat-sifat tertentu, sebagai mahluk yang paling bsia menggunakan nalar, manusia wajib mempelajari dan bersahabat dengan bumi.

Di dalam perkembangan peradaban manusia dikenal science atau ilmu, yakni segala usaha  yang dilakukan manusia untuk menyelidiki, memahami, ilmu jauh lebih spesifik dari pengetahuan. Walau dalam perkebangannya sekarang disebut sebagai ilmu pnegetahuan.

Ada banyak ilmu pengetahuan yang dikembangkan untuk memahami, mempelajari bumi. salah satunya adalah Geophysic, mungkin dalam bahasa indonesianya Fisika Bumi. (Tapi dikampus saya, dijumpai kedua juruan ini, ada jurusan Geofisika dan ada jurusan fisika bumi).

Manusia memperhatikan bentuk fisik, mempelajari ukuran-ukuran yang dinyatakan dalam satuan tertentu, mempelajari hubungan antar ukuran, dan membuat alat ukur segala sesuatu. Dalam hal ini yang biasa diukur adalah yang memiliki sifat-sifat tertentu, sifat fisik, sifat kimia dll.

***

Salah satu sifat yang bisa diukur adalah perbedaan potensial suatu daerah, dikenal dengan metoda Self potensial, hal ini disebabkan karena setiap daerah memiliki beda potensial dengan daerah lain. Alat untuk mengukur beda potensial ini disebut voltmeter, karena memang satuan dari teganagn adalah Volt, dilambangakan dengan V. Satuan Volt diberikan untuk mengharagai upaya Allesandro volta, yang mengembangkan baterai pada tahun 19800.

 

Gambar : Alat ukur beda tegangan merk “NANIURA” (Buatan Indonesia) [2]

Adanya perbedaan hasil pengukuran antar satu titik (lokasi) dengan yang lainnya dibuat dalam suatu peta tertentu, kemudian dari hal tersebut berusaha diinterpretasi keadaan yang menyebabkan, serta dimensi ‘hal’ yang menyebabkan tersebut.

Lokasi tertentu yang memiliki nilai jauh diatas rata-rata nilai beda potensial, atau jauh di bawah nilai potensial disebut sebagai daerah anomali. Hal ini mengindikasikan bahwa ada sesuatu, di bawah permukaan bumi yang menyebabkan hal tersebut.

Saat ini, setelah dipelajari lebih jauh hal itu bisa disebabkan oleh air bawah tanah, atau ada hubungannya dengan perlapisan mineral sulfida (weathering of mineral sulfide), aktifitas bioelektrik dari material-material organik, perbedaan suhu dan tekana fluidadi bawah permukaan dan fenomena alam lainnya.

Dari Semua hasil pengukuran di plot ke dalam grafik, untuk dapat melihat anomali yang ada.

Gambar Grafik Plot beda potensial [3]

Dari gambar diatas dapat kita lihat ada titik anomali.

Data perbedaan potensial tersebut dibuat juga ke dalam peta isopotensial (Kontur Potensial), menyatakan daerah atau lokasi yang memiliki beda potensial yang sama.

Gambar : Peta Isopotensial [4]

dari Peta isopotensial diatas dapat kita ketahui lokasi anomali, garis-garis pada peta berarti lintasan tersebut membunyai nilai potensial yang sama.

Daerah anomali tersebut kemudia diinterpretasi bawah permukaannya, jika mineral maka ditentukan bentuk dimensinya, apakah berbentuk bola atau benda tiga dimensi lainnya.

Untuk menentukan secara pasti, metoda self potensial ini tidak bisa. Harus dilakukan pengukuran yang lain, untuk mengetahui lebih detail harus dilakukan pemboran, metoda geophysic hanya bisa mengukur nilai ‘fisika’ dari lingkungan. Seperti Cepat rambat gelombang, densitas, hambatan, beda potensial dll.

Sekian dulu ya, kapan-kapan di sambung lagi

Semoga bermanfaat

Keterangan :
1. http://www.wikipedia.com
2.www.indonetwork.com
3. http://terraplus.ca
4.  www.grasshopper3d.com

Maret 23, 2011 - Posted by | hal baru, pemikiran, pendidikan, perubahan | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: