mychoice

my choise make me life

Kerangka tak Bertulang

Bukankah hujan itu yang selalu kau nanti, bukankah butir-butir hujan itu menjadi sahabatmu yang mendukung keinginanmu, di bawah awan mendung kau tetap senyum. Hujan tak menjadi alasan meneruskan langkah, bahkan badai sekalipun bukanlah halangan untuk berpindah, semua itu fana, semua itu semu dan tak ada yang abadi. Namun kau tetap tersenyum.

Di lorong yang gelap kau derapkan langkahmu, berusaha melewati, mendapatkan sinar di daerah seberang. Tak tahu sejauh mana sinar itu, tak tahu adakah lubang ditengah jalan, apakah jalannya bagus atau rusak, berliku atau lurus, tak perduli yang pasti jalan terus.

Ayam saja tetap berkokok, harimau tetap mengaum, kambing tetap mengembek dan tak mungkin burung mengeong dan tak mungkin juga kucing menggonggong. So kenapa harus takut, ini dunia penuh liku-liku, semuanya bisa berpendapat. Ada bilik biru di seberang jalan, ada toko bercat merah menjual pisau, di pojok sana ada pengemis terlunta-lunta dengan sarungnya. Ya sarung yang telah satu semester tidak dicuci, sama dengan buku mahasiswa yang satu semester tak dibuka, walau besok ada mata kuliah itu. Bukankah angkot tetap beroperasi, pak polisi tetap menjadi wasit di pinggir jalan. Ini dunia yang terus berjalan, tak mau menjadi korban, dan tak mau pula mengorbankan. Ini bukan jaman jahilyah, seorang perempuan yang dilempar batu karena seorang pria lebih tinggi harkat dibanding kaum hawa.

Sekarang dunia sudah balas dendam, setiap wanita dilindungi dibalik jubahnya, kaum adam adalah pelaku kesalahan walau kaum hawa adalah sumber masalahnya. Arah mata panah dihujamkan ke jantung arjuna, sang dewi tertawa dalam tangisan air mata buaya. Bukankah buaya pemakan daging, bukan hanya daging, bangkai sekalipun tak luput dari mulutnya. Tak ada yang benar-benar mau tahu, karena memang tak pantas untuk ditahu, siapa yang bisa mengukur minat, siapa yang tahu satuannya niat. Sejauh mana bisa ditahu isi pikiran, kecuali kebohongan dari mulut yang berbusa, bukankah pelangi itu adalah cahaya putih. Dimanapun pasti kita bisa menmukan pelangi, dengan ‘prisma’ masing-masing. Mungkinkah matahari tak bersinar, akankah semua bumi menjadi terang ??

 

Kotak pandora akan dibuka, akan ketahuan kesalahan yang dibalut kepura-puraan, kekhilafan terselelubung ketidaktahuan, dan niat jelek terbungkus dengan rasa polos.

 

Diam mungkin adalah jawaban, akan tetapi diam juga menjadi masalah. Ada yang bisa melihat cahaya dalam kegelapan, namun disana ada juga tetap melihat kegagalan dan tak bisa mencari arah.

 

Ini bukanlah masalah konsekuensi dari kegagalan, hanya saja merubah arah, mencari cahaya dalam gelap jika dimungkinkan akan membawa lilin.

***

Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan adalah orang yang tidak berbuat apa-apa, Jangan takut pada kesalahan, dengan syarat Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Franklin Delano Roosevelt

Franklin Delano Roosevelt Adalah presiden Amerika Serikat ke-32 dan merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933 hingga 1945.

Maret 9, 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: