mychoice

my choise make me life

Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?

sebenarnya saat ini aku sedang sibuk dengan kuliah, ngerjain tugas dan persiapan ujian tanggal 10 pril ini. belum lagi beberapa kerjaan yang sangat penting belum kelar. Tapi entah kenapa pikiran ini pengen memberitaakan hal ini, ga tenang sebelum tulisan ini selesai. sebelumnya buat rekan2 yang saya janji deadline mohon maaf atas segala keterlambatan progress saya. salam

Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?

Raja Sondang Simarmata (raja.simarmata@yahoo.co.id)

semoga tulisan ini tidak hanya menjadi tumpukan kertas usang

akan tetapi menjadi hantu yang selalu membuat kita berlari

Semua orang mungkin sepakat bahwa pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Meningkatnya SDM dapat menjadi penggerak pembangunan di Kabupaten Samosir, dengan semakin tingginya sumberdaya manusia yang ada di daerah mungkin akan dapat membuat bona pasogit ini keluar dari predikat kabupaten tertinggal (1). Dengan semakin meningkatnya SDM maka kemungkinan sejahterahnya masyarakat samosir akan lebih tinggi. Dan bahkan dapat mewujudkan visi samosir mensejaterahkan penduduknya (2) . Salah satu indikator SDM adalah pendidikan, dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dapat dipastikan bahwa sumber daya masyarakat samosir akan semakin tinggi dan proses mencapai kesejahteraan akan semakin cepat.

Namun bagaimanakah proses pendidikan yang tengah berlangsung di kabupaten tertinggal ini perlu dipertanyakan. Sekitar tiga minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15 mei 2008 diadakan try out (simulasi) UAN di kabupaten samosir, menurut informasi yang saya dapat, simulasi yang diadakan oleh universitas Methodist medan ini diikuti oleh seluruh murid SMA sekabupaten samosir. Dari hasil simulasi diketahui bahwa varida megawati berada pada posisi pertama, Bobel pada peringkat kedua, posisi ketiga ditempati oleh siswa dari simanindo. Simulasi yang dilakukan oleh universitas Methodist Medan ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan proyeksi maupun perkiraan hasil yang akan keluar pada UAN SMA tahun 2008 ini. Terus apa yang aneh dengan try out atau simulasi UAN ini ?

Saya sangat terkejut mendengar hasil test ini, hasilnya sangat mencengangkan sekaligus mengecewakan bahwa tak seorangpun putra/putrid samosir yang lulus melewati nilai ambang batas kelulusan yang ditentukan oleh Negara. Kita akan mendengar berita tidak menyenangkan bahwa siswa/i SMA sekabupaten samosir tidak ada yang lulus pada UAN 2008 jika saja pada hari itu dilaksakan Ujian Akhir Negara, bahkan juara satu peserta test tersebut, varida megawati murid SMA negeri 1 pangururan, cukup kebingungan dengan hasil ini. Padahal dia sudah dua kali menduduki posisi pertama dalam try out di samosir.

Mungkin dalam tulisan saya terlalu melebih-lebihkan. Akan tetapi hati saya sungguh terkoyak-koyak mendengar berita ini. Saya tak percaya apa yang saya dengarkan, sedikit banyak saya kenal putra/putrid samosir yang penuh dengan perjuangan. Saya tahu putra-puteri samosir adalah orang-orang yang memiliki semangat, orang yang mau berjuang walaupun putra/i samosir kurang mendapatkan akses layak pada pendidikan yang memadai. Saya berpikir tidak mungkin hal ini terjadi, tapi apa daya ternyata memang begitulan hasilnya.

Saya coba bertanya kenapa kira-kira hasil yang mengecewakan ini yang keluar. “mungkin kami saja yang belum siap” ujar siswi SMA N 1 yang juara. Menurut salah satu guru SMA disamosir bahwa pendidikan disamosir sungguh mengerikan. Walaupun tidak menjelaskan secara rinci mengerikannya bagaimana.

Karena apa kira-kira siswa/i tanah batak ini belum siap ? Apakah benar adanya hasil seperti ini hanya kekurangan dari pelajar saja ? atau apakah mungkin karena kemampuan ratusan guru sma sekabupaten samosir kurang memadai, guru belum sejahtera mungkin ? sudahkah terpenuhi sarana dan prasarana yanglayak di kabupaten kota wisata ini ?

(ada gambar, tapi ko ga muncul yah ???)

Kadang saya ingin menyalahkan dinas pendidikan disamosir, ah tapi tak ada guna juga. Mungkin mereka sudah membuat yang terbaik dalam memajukan pendidikan disamosir. Ataukah memang putra/i samosir sudah mengalami kemunduran ?

Apakah hal ini merupakan suatu perbuatan licik seseorang ? Misalnya suatu bimbingan belajar tertentu yang ingin mengambil untung sebanyak-banyaknya dengan cara memanfaatkan moment ini, ancaman tidak lulus UAN ? dalam hal ini tingkat kesulitan soal simulasi dinaikkan dan alhasil tidak ada yang lulus. Sehingga nantinya para siswa ketakutaan dan akan mendaftar dibimbingan belajar mereka dengan harapan dapat lulus UAN dengan bantuan bimbel.

Ataukah siswa/i SMA sekabupaten samosir sedang mengalami stress karena masa depan pulau samosir tercinta terancam dengan adanya pembabatan hutan ? yang dipastikan akan berakibat buruk pada kehidupan yang akan datang. Mungkin saja mereka berpikir jauh kedepan akan kehidupan dikampung halamannya ujar teman saya orang toraja. “soalnya kampung saya pernah banjir dulu, saya stress berat memikirkan itu. Bahkan menggangu keadaan saya ketika saya kelas 3 SMA” ujar Ronald rantealang mahasiswa ITB asal sulawesi

Atau mungkinkah hal ini pengaruh tuduhan korupsi bapak yang terhormat Mangindar Simbolon, Bupati kabupaten Samosir, terhadap dana pendidikan disamosir ? (3)

Sebenarnya saya tidak ingin menjelek-jelekan seseorang atau siapapun dengan keadaan yang terjadi saat ini, apalagi terhadap pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga dikabupaten tercinta ini. Mudah-mudahan dari teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini mempunyai kepedulian dengan keadaan yang terjadi saat ini.

Yang lebih jelasnya saya beharap siswa/i semuanya lulus pada saat pengumuman UAN Juni 2008. Bagimana mungkin kita memimpikan terlaksananya visi samosir jika pendidikan belum beres. Mungkinkah kedepannya masyarakat samosir akan sejahtera dengan keadaan pendidikan generasi muda seperti ini ? ataukah kita hanya peduli pada alam samosir dan tidak peduli pada manusia disana ?

Kenapa keluar hasil yang memilukan ini masih belum terjawab sampai detik ini.

Mungkin ada siswa samosir yang membaca tulisan ini, saya berharap pergunakan waktu yang tersisa menjelang UAN. Masih ada beberapa bulan lagi, mari kita buktikan orang-orang samosir bukanlah pemalas. Mari kita buktikan anak samosir adalah orang yang berprestasi. Mari kita buktikan kalau kita mampu.

Sebenarnya saya ingin mengirimkan buku soal-soal (hardcopy) yang setidaknya dapat dipelajari akan tetapi sekarang saya belum punya duit he….he. Bohama bahenon mahasiswa dope iba puang, alai adong do hubaen softcopy soal-soal di websitehu (ta manfaathon ma teknologi on ate). Siahkan dibuka www.rajasimarmata.wordpress.com dan di download soal-soal yang ada disana, ada soal UAN dan soal-soal SPMB. Mudah-mudaha aja berguna.

Setelah saya ujian tanggal 10 April akan tambah soal-soal yang lain di website, agar referensi buat siswa/i kabupaten samosir lebih banyak yang memungkinkan peluang lulusnya lebih tinggi. Dan nanti saya berharap kalau sudah pengumuman UAN 2008 saya mendengar berita semua siswa/i sekabupaten samosir lulus (Amin).

Keterangan

01. Kepala Bappeda Sumut Drs RE Nainggolan “terdapat 6 kabupaten yang ditetapkan sebagai kabupaten tertinggal di Sumut dalam RPJM ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah )” Masing-masing Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Nias Selatan, Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir.

02. VISI kabupaten samosir: “Samosir Kabupaten Pariwisata 2010 yang indah, damai dan berbudaya dengan agribisnis berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera”. Sumber http://www.samosir.go.id/

03. “Badan Pemerhati Pembangunan Samosir (BPPS) mengadukan Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon ke KPK Jakarta, terkait dugaan tindak pidana korupsi.” waspada online.

Masyarakat Samosir Mengadu ke KPK” http://www.sinarharapan.co.id

Tinggal diklik saja, kemudian ada pilihan downloads dan save

01. Kemampuan-ips-spmb-2005
02. Kemampuan IPS SPMB
03. Bahasa Inggris
04. Bahasa Indonesia
05. Kemampuan IPS UAN

molo nunnga sude disave parsiajarima, unang holan disave. Asa lulus sude putra-putri samosir horas (Amen)

April 6, 2008 - Posted by | daerah, pemikiran, pendidikan, samosir |

40 Komentar »

  1. Ralat, mungkin maksud appara 15 Maret 2008? Nukan April, berarti akan terjadi dong heheheheh.

    Banyak hal yang menyebabkan faktor seperti ini terjadi appara. Banyak yang harus dilakukan oleh Pemerintah terutama Dik Nas di hutanta na uli i. Bahkan mungkin oleh kita-kita yang merantau ini.
    Saya sendiri punya pemikiran praktis karena pengalaman. Memang untuk yang sudah SMA mungkin lebih sulit karena sudah terbentuk pola belajar sistem lama. Itupun masih bisa terkejar dengan sistem sks (sistem kebut semalam, seminggu, sebulan dst…?
    Mungkin appara pernah dengar sistem PAKEM (Pembelajaran aktif Kreatif Efektif dan menyenagkan) atau bahasa Bataknya AJEL (active Joyful Efective Learning) silahkan appara cari di google. Saya (kami) sudah melakukan sistem ini dengan sangat ketat di beberapa SD dan SMP di Maluku Utara, hasilnya wahhhh, nilai rata-rata NEM sekolah yang kami dampingi di atas sekolah-sekolah lain… 100% lulus. Dan memang butuh waktu, pikiran terbuka dan keterlibatan semua pihak…

    Itru dulu sekilassssss

    Horas, kita dukung pemerintah dan hutanta

    Komentar oleh Santrov | April 6, 2008 | Balas

  2. sekali-sekali buka http://www.santrov.multiply.com ate… asa boi hita sasling berbagai horasma

    Komentar oleh Santrov | April 6, 2008 | Balas

  3. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/pendidikan/potret_kebobrokan_sistem_pendidikan_di_samosir_/

    Komentar oleh senopatiarthur | April 7, 2008 | Balas

  4. horas appara..jala sagoar muse hita… asalhu sian tanjung bunga, molo he di bege appara.

    jadi memang di akui, pendidikan samosir udah makin bobrok, tp menurut saya bukan karena gurunya yang kurang mampu dalam mengajar. ga tau deh guru2 muda sekarang. dulu guru2 SMA N 1 itu bagus2. walaupun blmm ada teknologi, informasi, bahkan komputer dulu gak ada di SMA, dan selama saya Sekolah disana blm pernahsaya lihat ada komputer tp hasilnya. banyak teman saya yang berhasil..dan bahkan dulu alumni SMA N 1 itu cukup disegani sekloha lain. dan termasuk seklolah favorit.dan memang terbukti alumninya tidak sedikit yang sukses….

    saya pun bingung appara , knp bisa seperti itu, klo mmemang otak pelajar sekarang udah dodol, apa serentak semua dodol..!!

    saya ga kasih solusi ataupun masukan,hanya respon aja setelah membaca tulisan mu ini…

    tetap menulis anggia..kritis… tp jgn lupa tetap kuliah…

    asa bangga amang ta di huta…

    horas

    Radja Nadeak

    Komentar oleh radja martahi nadeak | April 7, 2008 | Balas

  5. ito…
    saya juga sangat prihatin dengan hasil simulasi atau tryout anak SMA se Samosir kemarin.
    adik saya yg jg anak kelas 3 sma di ambarita tdk lulus walopun dia dlm hasil simulasi itu masuk 10-besar.
    katanya cuma beberapa orang saja yang lulus dari standard.
    aneh ya ito??
    padahal saya sebagai alumi bonapasogit ini (cye,,) merasa pendidikan yg selama ini diberikan sudah baik, buku2 pelajaran juga hampir semuanya sama dengan anak2 di kota, teknologi informasi juga sudah menjangkau semagian Sekolah di Samosir..
    saya juga bingung nih ito..
    ada ide lagi gak cara pemecahannya??

    Komentar oleh gita | April 7, 2008 | Balas

  6. Jarang ada pemuda kritis seperti abang ni,,
    sebuah kebanggaan punya jiwa kritis,
    berjuang terus bang!

    Komentar oleh petak | April 7, 2008 | Balas

  7. Bagus tulisanmu, lae … Aku salut, anak semuda kau dah mikirin hal ini.. terus terang gak tau solusinya gimana.. Aku buta di bidang pendidikan.

    Tapi aku mau ngajak kau berbuat sesuatu. Supaya orang spt kita gak cuma komplain di blog aja. Ayo berbuat!!!

    Pasahaton ho ma taringot tu tulisanmon to Pak Luhut Panjaitan. Caranya?

    Datanglah pada acara bulanan kita di Jakarta:
    TobaDream Dialogue
    Episode: 3
    19 Apr 2008, 14:00 WIB
    Tempat: TobaDream Music Lounge(Jl. Dr. Saharjo 90, JKT)
    Pembicara: Luhut Panjaitan
    Moderator: Marudut Pasaribu
    Tema: “Membangun Bona Pasogit Melalui Pendidikan”

    Kubikin kau jadi salah satu penanya di sana, krn jmlh penanya dibatasi lantaran waktu yg sempit.

    Pajumpang ma hita disan ate..

    PS: emailku: viky@vikysianipar.com

    Komentar oleh Si Pikki | April 8, 2008 | Balas

  8. coba dikaitkan dan dirunut pelan-pelan benang-benang yang menghubungkan antara pendidikan dan budaya.

    jadi apa itu yang disebut dgn Pendidikan Kearifan Batak ?
    benarkah Bangsa Batak itu ex-Bangsa Kanibal?
    benarkah bangsa Batak itu bangsa yang suka kekerasan?
    Bualan siapa ini semua?

    mari sedikit mengulik sejarah Batak.
    ada banyak hal perihal “habatahon” yang justru saat ini jauh melenceng akibat pemahaman yang keliru.

    Komentar oleh halak batak | April 12, 2008 | Balas

  9. BOA-BOA!!!
    satu lagi kabar dari kompas tentang kebobrokan pendidikan yang terjadi kembali…
    berikut kutipannya:

    JAKARTA, SELASA-Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Mei 2007 dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Desember 2007 dalam sidang citizen law suit (CLS) menilai pemerintah lalai dalam menyelenggarakan pendidikan dan melindungi hak anak. Pemerintah diminta meninjau ulang sistem pendidikan nasional (sisdiknas), termasuk ujian nasional (UN).

    ”Seharusnya, sebelum UN (dilaksanakan—Red), pemerintah memenuhi dulu tuntutan masyarakat dan putusan pengadilan,” kata Koordinator Federasi Guru Independen Indonesia, Suparman, Senin (14/4).

    Menurut dia, segi kompetensi, sarana, prasarana, dan profesionalisme guru belum memadai. Bahkan, siswa pun masih kesulitan mengakses sarana belajar, seperti buku sekolah dan informasi melalui internet. ”Pemerintah harus memfasilitasi agar guru dan siswa berkualitas,” katanya.

    Menurut Suparman, seharusnya pemerintah lapang dada menerima putusan pengadilan dan melaksanakannya. ”Putusan pengadilan ini menyangkut nasib pendidikan ke depan. Pemerintah harus duduk bersama dengan masyarakat dalam menyelesaikan kebijakan pendidikan nasional,” katanya.

    Selain itu, kata Suparman, pemerintah sebaiknya juga menyikapi putusan pengadilan itu dengan mengubah kebijakan nasional bahwa UN satu-satunya penentu kelulusan siswa. ”UN sebaiknya dilakukan hanya untuk pemetaan pendidikan, bukan penentu kelulusan,” tuturnya.

    Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Gatot, yang menjadi kuasa hukum masyarakat korban UN dalam sidang CLS mengatakan, pada 6 Desember 2007 putusan Pengadilan Tinggi DKI menguatkan putusan PN Jakpus bahwa pemerintah lalai dan harus meninjau ulang sisdiknas.

    Gatot mengatakan, selama pemerintah tidak melakukan perbaikan dalam bidang pendidikan dan mengakui fakta-fakta yang terjadi tentang korupsi, kebocoran soal, dan stres anak-anak, maka selamanya pendidikan di Indonesia berantakan.

    ”Sangat disayangkan, pemerintah ngotot menjalankan UN. Dengan model UN sebagai penentu kelulusan, maka kesempatan anak-anak melanjutkan sekolah menjadi terhalang. UN ini penuh kebocoran dan kekecewaan, serta mengabaikan hak-hak anak,” ucapnya.

    Kutipan dari: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/15/06275569/awas.un.penuh.kebocoran

    Komentar oleh gita | April 15, 2008 | Balas

  10. Mantafff…Mainkan terus lae kandung, demi kejayaan ni bangso i.

    Horas.

    Komentar oleh Robert Manurung | April 17, 2008 | Balas

  11. Satu kata yang bisa ku tulis buat mu ja : SALUT..
    Udah lama gak ketemu lagi denganmu,,Eh, kemaren malam ( 16 April 2008 ) ketemu, kita langsung panjang lebar cerita..Udah lama gak bercerita-cerita kita..Mulai dari soal agama, Politik ampe Pendidikan..Hehe..Walaupun hanya kulit2nya aja..
    Raja,,temanku dari SMA yang sangat peduli dengan Bona Pasogitnya..Dari tulisan di Blog-nya aja kita pasti udah tau..
    Ja,,apalah yang bisa kukasih ke kau..Paling cuman dukungan dan bantuan..Jarang kali aku ketemu orang kayak kau..Tepatnya,,jarang aku ketemu mahasiswa kayak kau..Kepedulianmu itu loh..
    Oiya,Aku setuju ja dengan kata Bang Viky..Ayo berbuat..Jangan cuma di Blog aja..=)
    Ja,,kau datang kan ke acaranya Toba Dream Dialogue??Aku dukung kau 100% buat kesana..
    Kabarin2 yah kalau kau datang..Aku pasti ingin tau kali gimana hasilnya setelah kau dari sana..Oke Boss..Kalau punya waktu aku pasti datang ke “sunken bagian tengah” biar kita ngobrol2 lagi.
    Horas..!!

    Komentar oleh Bornok Gultom | April 17, 2008 | Balas

  12. mantaps bah…
    ditunggu tulisan2 yang laennya…

    Komentar oleh ndung | April 19, 2008 | Balas

  13. bah-bah tak sia2 rupanya awak ne ngasi buku dimitri mahayana ntu.kok ndak bilang2 kau???
    untuk membantu tobasa rupanya itu.
    aku terharu dengan tulisanmu.

    “tapi saranku kau harus bergerak revolusioner karena evolusi pendidikan sudah tak bisa diharapkan lagi”.

    raja : ini kerjaan besar kitakedepan lae, ga cukupsatu orang. ga cukp satu lilin menerangi kegelapan itu.

    Komentar oleh risman simanjorang | April 20, 2008 | Balas

  14. Kebobrokan sistem atau mutu ? Kalau sistem kan Samosir ikut sistem nasional, jadi kalau pun bobrok itu bukan salah Samosir. Yang mana maksudnya lae ?

    Horas
    Raja Huta
    http://tobadreams.wordpress.com/

    Komentar oleh tobadreams | April 22, 2008 | Balas

  15. Horas, maju Samosir……. visit ya samosir dan gabung di forum gosamosir.com

    Komentar oleh gosamosir | April 28, 2008 | Balas

  16. horas….
    salam kenal buat semuanya
    ada yang bisa kasi tau aku url alumni,forum atw semacamnya SMAN 1 PANGURURAN..
    buat yang mo kenalan ma aku
    visit my blog

    http://www.syahnan.co.ac

    http://syahnanweb.blogspot.com

    mauliate godang….

    Komentar oleh Syahnan SITUMORANG | Mei 5, 2008 | Balas

  17. Go..Samosir..Go..
    Bagaimana ya desa Onanrunggu..
    it’s been a long time..

    http://www.rotihidup.co.cc
    Blog ttg youth life & love, bible study, leadership n` family.

    raja : desa onan runggu kebetulan belum pernah saya kesana walaupun banyak teman saya dari sana. tapi foto daerah onan runggu sungguh menakjubkan. nanti ita akan ke onan runggu…..

    salam

    Komentar oleh Bobby Butar Butar | Juni 20, 2008 | Balas

  18. Menurt ku Orang Samosir Tu Pintar cuma gagap teknologi.
    Orang2 paling di takuti…
    Ttp Smangat..
    HORAS…BAH.

    raja :
    pintar itu relatif brother, ada masalah IQ,EQ,SQ mungkin saja kalo masalah IQ halak hita tidak kalah. namun dari semua skala kepintaran seseorang itu apalah gunanya tanpa kesempatan. holan kesempatan do dihita naso adong tulang !!!’

    mudah2an kedepan kesempatan itu ada dan semakin banyak

    horas

    Komentar oleh HenRa N_Gol_N | Juni 21, 2008 | Balas

  19. HORAS ITO raja…

    kebetulan saya serumpun dengan ito, saya boru SITIO, asal Bapak saya dari Tomok..

    sebenarnya saya baru dari sana, n ngerti bagaimana perencanaan pembangunan di kabupaten bonapasogit kita ini..

    n kebetulan juga penelitian saya soal perencanaan pembangunannya…

    kalau dari segi biaya yang dianggarkan untuk pendidikan itu banyak lho..ada renovasi sekolah,penambahan buku, penambahan prasarana dan sarana pendidikan itu ada alokasinya…

    namun bila dikomparasikan dengan pembangunan lainnya, pendidikan masih ada di nomor sekian..

    padahal yang kita tahu, bahwa untuk memajukan daerah itu harus START dulu dari yang namanya PENDIDIKAN, karena melalui bidang ini dapat ditanamkan banyak nilai-nilai (entah itu nilai sosial, maupun non sosial, seperti iptek, dll)..

    tapi apa????pemda sini lebih konsern dengan pembangunan infrastrukturnya yang notabene katanya harus merealisasikan visi “kabupaten pariwisatanya”..yah..dapat diterima sih….

    untuk kabupaten yang masih baru 4 tahun lebih berdiri, bidang yang diperbaiki dulu adalah pendidikan..iya ga???

    umm..kalo mau share atau diskusi tentang sedikit pembangunan di kabupaten ini kirim e-mail aja ke norasitio@yahoo.com

    MARI KITA MAJUKAN BONAPASOGIT KITA INI!!!

    HORAS….

    Komentar oleh febri | Juli 15, 2008 | Balas

  20. horas,……
    qita ni siswa SMA 1 PANGURURAN .gini bang dari tulisan abang qta sebagai putra samosir sangat tersentuh dengan tulisan abng tadi.tapi tunjungkanlah kemampuan abang dan kepedulian abang ketanah kelahiran bang…horas samosir

    Komentar oleh anberes ......(tamba ,gultom) | Oktober 16, 2008 | Balas

  21. gimana lae tentang try out januari yagn akn dilaksanakan
    sampai sekarang kita masih diam
    tinggal 2 bulan lagi

    Komentar oleh risman simanjorang | Oktober 28, 2008 | Balas

  22. horas!
    para pejabat samosir mohon ditinggalkan dulu kebiasaan korupsi
    lihatlah samosir yang ketinggalan
    jalannya aja rusak sama dengan jaman penjajahan
    pendidikan yang selalu tertinggal

    Komentar oleh darwin | Januari 5, 2009 | Balas

  23. tolong bangun dulu jalan pangururan dengan jalan menuju r.huta

    Komentar oleh darwin | Januari 5, 2009 | Balas

  24. tolong bangun dulu jalan pangururan dengan jalan menuju r.huta
    soalnya sangat rusak
    tolong para pejabat memeriksa para guru yang ga pernah masuk khususnya guru yang di desa

    BUAT PARA PENGUASA(PEJABAT) SAMOSIR
    JGN BERSIFAT NEPOTISME

    Komentar oleh darwin | Januari 5, 2009 | Balas

  25. Yang saya lihat, lebih ke minat belajar anak-anak samosir saonari sangat berbeda dgn dulu. hurasa pengaruh media elektronik do on gabe dang adong minatna belajar. selain itu metode mengajar guru dang disesuaihon dohot keadaan saonari.

    Komentar oleh anwar sinaga | Januari 5, 2009 | Balas

  26. Horas Lae,

    Berhasilnya suatu pembangunan diantaranya ditentukan dengan kesiapan SDM suatu daerah, dimana indikator indeks pembangunan terdiri dari 3 (tiga ) yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan dan bidang daya beli, ketiganya saling keterkaitan,hanya diantara ketiga indikator tsb mana dulu yang diprioritaskan yang disesuaikan dengan kondisi suatu daerah dan mengacu kepada Visi dan Misi. Melihat Visi Kabupaten Samosir, sesuai janji politik Bupati terpilih, lebih memprioritaskan Pariwisata, kita tahu bahwa Pariwisata sangat membutuhkan sarana prasarana yang baik, sehingga masyarakat baik dalam negeri, khususnya luar negeri mau datang ke Samosir, nah kalaupun pendidikan di Kabupaten Samosir saat ini agak terpuruk, kerena belum termasuk yang prioritas, untuk itu kita berikan masukan ke Pemerintah Kabupaten Samosir, agar mengarahkan kebijakannya ke bidang pendidikan.

    Mauliate,

    Sinabang
    di huta Karawang-Jabar.

    Komentar oleh S.Sinabang | Januari 12, 2009 | Balas

  27. SDM adalah syarat mutlak untuk memajukan suatu daerah dengan tanpa harus dipolitisasi,setelah saya membaca artikel diatas “potret kebobrokan pendidikan di Samosir”saya sangat prihatin melihat anak-anak bangsa di daerah tersebt mengalami kegagalan dalam bidang pendidikan terbukti setelah dilaksanakannya try out secara serentak oleh univ Methodist Medan dimana hasil yang dicapai tidak memenuhi nilai lulus.saya menyimpulkan bahwa pendidikan di SAMOSIR belum mendapat perhatian serius oleh pemkab setempat khususnya dinas pendidikan terkait tidak membuat gebrakan ,padahal kalau saya menilai putra-putri samosir bukan tidak bisa bersaingdidunia pendidikan terbukti mereka=mereka yang berada diluar samosir khususnya dipulau jawa banyak putra=putri samosir yang berhasil.saran saya kepada pemkab samosir supaya membenahi sistem p[endidikan yang lebih baik lagi dan harus menghindari 100% dari politisasi,pedidikan harus bisa program utama di daerah samosir. dan paling utama harus belajar dari daerah lain yang sudah menerapakan sistim IT dalam setiap pembelajaran,mudsh=mudah-mudahan kedepan samosir menjadi kabupaten termaju dikemudian hari,trims.

    Komentar oleh Haris | Maret 21, 2009 | Balas

  28. horas…horas…horas..buat ito raja..perluaslah pendidikan ito..tingkatkan bakatmu didunia pendidikan.mungkin suatu saat nanti ito bisa pegang kendali kab.TOBASA.menggantikan Bapak.Mangindar getohhh…dengan begitu mungkin bobroknya dunia pendidikan samosir khususnya, bisa diatasi.kita tunggu sampai dimana rasa partisipasi saudara dibidang pendidikan itu. Gbu all

    Komentar oleh samosir getdata | Maret 25, 2009 | Balas

  29. sory,.sory komentar saya ada yang ketinggalan…intinya ito..jangan cuma omdo.buktikan dong,yahhh.

    Komentar oleh samosir getdata | Maret 25, 2009 | Balas

  30. sorry majo ateh,.sepertinya ito salah tanggap dgn komentar kta..selamat berjuang sajalah buat ito..tengQiu.

    raja :

    ga ito, ga salah tanggap. memang benar yang ito bilang kita ga boleh omdo.
    tapi satu orang ga mungkin bisa, harus sama2

    Komentar oleh samosir getdata | Maret 26, 2009 | Balas

  31. HORAS-HORAS DANAU TOBA YANG WISATA SAMOSIRNYAINDAH BANGET LHO….!

    Komentar oleh IRWANTO SAGALA | Juni 29, 2009 | Balas

  32. Trimakasih atas saran kalian anak anak samosir, khususnya muda-mudi yg lagi cari ilmu dinegeri org. cuma satu pesan saya, kalau ingin samosir itu baik khususnya pendidikan, kta bangun bersama, dengan cara anda tamat pulanglah kebona pasogit, jgn dikampung orang dan membangun kampung orang. kalau gitu jadinya, berarti anda hanya omong aja. belajarlah dengan baik. horassssssss

    Komentar oleh R.F Simbolon | Juli 6, 2009 | Balas

    • @irwanto sagala
      horas juga lae
      @juli
      iya jul, mari kita bangun
      @R F Simbolon
      yah kalau bisa mari kita tangani bersama, ga hanya dari mahasiswa yang kuliah di luar samosir melainkan juga harus dari seluruh anggota masyarakat.

      @all
      mauliate dan salam kenal

      Komentar oleh rajasimarmata | Juli 18, 2009 | Balas

  33. Horas my SAMOSIR yg ter5ohor
    apa yg menjadi harapan qta adalah satu yaitu tdk lain adalah MEMAJUKAN SAMOSIR.Saya merasa sgt bangga pd ito,kakak,pariban dht akka na’asing.k’lo menurut saya anak SAMOSIR tdk kalah saing koq,,hanya gaptek sedikit!
    Mungkin utk waktu yg dekat secara perlahan kekurangan itu akan perlahan surut,karna butuh proses.Dan qta harus merasa bangga bwt Bupati,tahapan pembangunan tetap berjalan.Smwa wrg jg serta turut berperan ambil bagian

    BRAVO SAMOSIR!!!!!!!!!!!!!

    Komentar oleh pepit | Juli 29, 2009 | Balas

  34. horas,,
    samosir

    Komentar oleh junita simbolon | Agustus 8, 2009 | Balas

    • kt jg ikut prihatin dengan keadaan pendidikan kab.samosir selaku kt putra/i samosir,pendpt sy sih itu mungkn krn faktor siswa mengalami kesulitan belajar bs aja krn faktor kesehatan, minat, kemauan belajar tdk ada, dll.tp jg faktor tenaga pendidiknya yg krng menguasai metode mengajar, tdk mempersiapkan bhn ajar maupun media, bs jg krn buku2 yg krng lengkap, ada jg faktor keluarga, dan masyarakat yg mempengaruhi belajar si siswa banyak lg sih.jd kt ga bs menyalahkan satu pihak aja, gitu… moga kedepan pendidikan di samosir makin membaik.

      Komentar oleh junita simbolon | Agustus 8, 2009 | Balas

  35. Menurut hu na salah di pendidikan di Samosir ima alani kurang perhatian pemerintah setempat….

    Komentar oleh Reinhard Putra Situmeang | Desember 4, 2009 | Balas

  36. Shalom & Horas Jala Gabe!
    Mari kita majukan pendidikan di Samosir, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, sekarang moment PEMILUKADA, maka yg terbaik adalah memilih kandidat yg peduli akan Pendidikan, strategi utk memajukan pendidikan banyak cara, dana merupakan hal yg penting tetapi itu bukan satu-satunya, mari kita dirikan YAYASAN PENDIDIKAN SAMOSIR yg bertujuan meningkatkan mutu pendidikan anak-anak kita disana, gagasan ini kita dirikan bersama dgn program yg transparan, Pak Bupati Simbolon saya mendukungmu untuk ini dgn strategi yg kita rencanakan kemudian, saya seorang Pejabat di daerah org lain, tapi saya siap untuk memajukan Samosir, Saya Arles Manik,SE,MSi, bersedia memajukan pendidikan di Samosir dengan berbagai konsep contac person dengan saya 08114801757, membangun Samosir tidak harus pintar, tapi butuh hati dan kejujuran, itu yg utama dan terutama.
    Mari kita sukseskan PEMILUKADA Kabupaten Samosir dengan memberikan suara kepada kandidat yg menurut hati dan pikiran kita merupakan yang terbaik, persoalan ada kekurangan pada penyelenggaraan pemerintahan yang lalu, itulah yg harus diperbaiki, sedangkan ide/inovasi baru harus dipertimbangkan untuk dilaksanakan.

    Komentar oleh arles manik | April 14, 2010 | Balas

  37. tu gara2 kurngnya perhatian pemerintah setmpat lae

    raja :
    Pendidikan bukan hanya masalah Pemerintah Lae, tapi kita masyrakat juga harus berperan aktif.
    Memang inti utamanya adalah pemerintah

    Komentar oleh anto gultom | Agustus 8, 2010 | Balas

  38. Bung mantap artikelnya yg kritik. Lanjutkan

    Komentar oleh Alpred | Januari 6, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: