Aquifer di sekitar kita
Aquifer
Aquifer dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Akifer adalah lapisan yang mengandung dan mengalirkan air dalam jumlah yang ekonomis. Contoh : lapisan pasir, batu pasir, batu gamping yang berlubang dan retak-retak.
Di dalam alam akifer dijumpai dalam berbagai kedalaman, semakin dangkal akifer biasanya semakin mudah untuk dimanfaatkan, seperti menggunakan sumur timba.
Air yang keluar dari akifer tententu biasanya berbentuk mata air (bila kelauarnya secara alamai), akan tetapi sekarang teknologi dan kemampuan manusia sudah mampu mengeksploitasi akifer yang berada jauh di bawah tanah dengan menggunakan pompa.
Akiklud (Aquiclud) merupakan lapisan kedap air yang mampu menyimpan tapi tidak dapat mengalirkan dalam jumlah yang berarti misalnya lempung, shale, tuf halus, silt, batu ukuran lempung
Akifug (Aquifug) adalah lapisan batuan kedap air yang tidak menyimpan dan tidak mengalirkan , misalnya granit yang kompak, keras, padat.
Akitar (Aquitard) adalah lapisan yang dapat menyimpan air dan mengalirkan dalam jumlah terbatas, misalnya lempung pasiran (sandy clay).
Tipe – tipe Akifer
Unconfined aquifer adalah akifer yang tidak tertekan dimana lapisan permeable pada bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan impermeable atau kedap air. Tipe akifer ini sangat umum dijumpai sebagai lapisan air tanah dangkal (Shallow Grounwater)
Confined Aquifer adalah akifer yang tertekan dimana lapisan yang permeable baik di atas dan dibawahnya dibatasi lapisan kedap air (impermeable) contoh : Air tanah dalam (Deep ground water)
Apabila air tnaha ini bocor atau muncul ke permukaan maka disebut air tanah artesis, mata air tersebut akan muncrat dan mencapai ketinggian tertentu (sejajar dengan potensial head)
Leaky Aquifer adalah akifer semi confined dimana lapisan yang permeable di atas dan di bawahnya dibatasi oleh lapisan semi permeable.
Idealized Aquifer adalah akifer yang diasumsikan homogeny dan isothropik (1), untuk meudahan perhitungan matematik.
Air merupakan kebutuhan utama manusia, sehingga ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mempelajari keberadaan air, menjaga keberlangsungan suatu akifer air. Apabila air telalu banyak diambil dari suatu akifer maka akan terjadi penurunan muka air tanah, dalam waktu yang lama keberadaan air dalam akifer tersebut bisa habis, atau seperti kasus di Jakarta air laut akan mengisi akifer sehingga tercemar dan tidak dapat di konsumsi langsung.
Air akan masuk ke akifer berdasarkan imbuhan yang ada di muka bumi, semakin sulit masuknya air masuk ke dalam tanah, maka imbuhan air yang masuk juga semakin kecil. Misalnya : dikota-koa besar, halaman sudah di beton, sehingga air sulit masuk ke dalam tanah, cenderung tidak bisa.
Gambar : Arah Aliran Air Tanah
Sebagai Contoh di daerah bandung
- Akuifer dangkal, ditemukan pada kedalaman antaran 0 – 35 m, bmt, jenis akuifer nya tidak tertekan.
- Akuifer tengah, mempunyai kedalaman sekitar 40-150 m, bmt, terutama disusun oleh Formasi Cibereum, dan Formasi Kosambi. Akuifer ini merupakan akuifer setengah tertekan sampai tertekan.
- Akuifer dalam, dengan kedalaman lebih dari 150 m, bmt, terutama disusun oleh Formasi Cikapundung, dan merupakan akuifer setengah tertekan sampai tertekan. (2)

Gambar : Peta cekungan Air Tanah Bandung (3)
Gambar: Peta Zona Konservasi Airtanah Cekungan Bandung (4)
Dari gambar diatas dapat kita lihat adalanya lokasi yang kritis, yang berwarna merah merupakan Zona kritis, hal ini bisa disebabkan berbagai hal seperti eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Sekian dulu, ….
Keterangan
- Isotrhopik menyatakan kecepatan aliran air sama ke segala arah, Anisothropik adanya perbedaan yang signifikan konduktifitas hidrolik vertical (Kv) dengan Konduktifitas hidrolik horizontal (Kh).
- Dari berbagai sumber; google.com,
- Sumber :LPPM ITB – Distamben Jabar, 2002.
- Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat, 2002
Kerangka tak Bertulang
Bukankah hujan itu yang selalu kau nanti, bukankah butir-butir hujan itu menjadi sahabatmu yang mendukung keinginanmu, di bawah awan mendung kau tetap senyum. Hujan tak menjadi alasan meneruskan langkah, bahkan badai sekalipun bukanlah halangan untuk berpindah, semua itu fana, semua itu semu dan tak ada yang abadi. Namun kau tetap tersenyum.
Di lorong yang gelap kau derapkan langkahmu, berusaha melewati, mendapatkan sinar di daerah seberang. Tak tahu sejauh mana sinar itu, tak tahu adakah lubang ditengah jalan, apakah jalannya bagus atau rusak, berliku atau lurus, tak perduli yang pasti jalan terus.
Ayam saja tetap berkokok, harimau tetap mengaum, kambing tetap mengembek dan tak mungkin burung mengeong dan tak mungkin juga kucing menggonggong. So kenapa harus takut, ini dunia penuh liku-liku, semuanya bisa berpendapat. Ada bilik biru di seberang jalan, ada toko bercat merah menjual pisau, di pojok sana ada pengemis terlunta-lunta dengan sarungnya. Ya sarung yang telah satu semester tidak dicuci, sama dengan buku mahasiswa yang satu semester tak dibuka, walau besok ada mata kuliah itu. Bukankah angkot tetap beroperasi, pak polisi tetap menjadi wasit di pinggir jalan. Ini dunia yang terus berjalan, tak mau menjadi korban, dan tak mau pula mengorbankan. Ini bukan jaman jahilyah, seorang perempuan yang dilempar batu karena seorang pria lebih tinggi harkat dibanding kaum hawa.
Sekarang dunia sudah balas dendam, setiap wanita dilindungi dibalik jubahnya, kaum adam adalah pelaku kesalahan walau kaum hawa adalah sumber masalahnya. Arah mata panah dihujamkan ke jantung arjuna, sang dewi tertawa dalam tangisan air mata buaya. Bukankah buaya pemakan daging, bukan hanya daging, bangkai sekalipun tak luput dari mulutnya. Tak ada yang benar-benar mau tahu, karena memang tak pantas untuk ditahu, siapa yang bisa mengukur minat, siapa yang tahu satuannya niat. Sejauh mana bisa ditahu isi pikiran, kecuali kebohongan dari mulut yang berbusa, bukankah pelangi itu adalah cahaya putih. Dimanapun pasti kita bisa menmukan pelangi, dengan ‘prisma’ masing-masing. Mungkinkah matahari tak bersinar, akankah semua bumi menjadi terang ??
Kotak pandora akan dibuka, akan ketahuan kesalahan yang dibalut kepura-puraan, kekhilafan terselelubung ketidaktahuan, dan niat jelek terbungkus dengan rasa polos.
Diam mungkin adalah jawaban, akan tetapi diam juga menjadi masalah. Ada yang bisa melihat cahaya dalam kegelapan, namun disana ada juga tetap melihat kegagalan dan tak bisa mencari arah.
Ini bukanlah masalah konsekuensi dari kegagalan, hanya saja merubah arah, mencari cahaya dalam gelap jika dimungkinkan akan membawa lilin.
***
Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan adalah orang yang tidak berbuat apa-apa, Jangan takut pada kesalahan, dengan syarat Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
–Franklin Delano Roosevelt–
Franklin Delano Roosevelt Adalah presiden Amerika Serikat ke-32 dan merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933 hingga 1945.








