menyalakan lilin kecil
Daripada menyalahkan “kegelapan”
Bukankah Lebih baik mencoba menyalakan sebatang lilin?
Mungkin inilah salah satu lilinnya
Tulisan lengkapnya dapat di download (.pdf) : nyalakan-lilin-di-samosir
Tak semua orang mau menyalakan lilin, walaupun itu hanya lilin kecil ketika melihat suatu kegelapan. Kendatipun sebenarnya semuanya mampu. Hal ini yang membuatku melihat perbedaan pada diri seseorang. Dan sifat ini jelas-jelas aku lihat pada diri seorang musisi, vikki sianiparlah orang yang pertama menyalakan lilin, musisi inilah yang pertama menyetujui gagasan ini. Begitu antusiasnya bang vikki ini sampai mau repot kesana kemari menghubungi orang-orang yang mau menyalakan lilin. begitulah yang aku lihat ketika diundang bang vikki ke acara tobadreams dialogue di tebet jakarta selatan, yang pada saat itu pembicaranya adalah pak Luhut panjaitan, pendiri Politeknik Informatika DEL laguboti. dengan topik membangun pendidikan bona pasogit.
lilin ini hanyalah lilin kecil, akan tetapi sekecil apapun lilin ketika dinyalakan dalam kegelapan akan memberikan dampak yang signifikan.
jika kita melihat ketidakberesan negeri ini hampir sama saja kita melihat kegelapan, tanpa ada yang mau menyalakan penerang. Pak luhut panjaitan sudah menyalakan lilin tersebut di laguboti dengan universitas yang telas beliau dirikan. Universitas Del tersebut telah mampu menjadi penerang kegelapan di sumatera utara.
Lilin itu benama pendidikan
Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian dan karakter dari individu baik secara ide maupun eksperimen. Tugas utama dari pendidikan tersebut ialah menanamkan keinginan belajar dan memberikan fasilitas untuk belajar, sehingga keadaan ini akan menghasilkan individu yang akan selalu belajar, dan bukan individu yang tidak belajar lagi setelah individu tersebut menyelesaikan proses pendidikan.
|
|
eiring dengan berkembangnya sistem pendidikan, dimana proses pendidikan tersebut dibagi dalam beberapa strata maka diperlukan sebuah proses evaluasi dengan standar tertentu untuk menilai apakah individu tersebut sudah bisa melanjutkan strata pendidikan pendidikan berikutnya dalam proses pendidikan. Jika individu tersebut berhasil melewati standar minimal tersebut maka dia dapat melanjutkan pendidikan ke strata berikutnya, tetapi jika gagal berarti individu tersebut tidak dapat melanjutkan studi ke strata berikutnya, dengan kata lain individu tersebut harus belajar lebih agar lulus dalam proses evaluasi berikutnya.
Keadaan diatas adalah sekilas pandang tentang pendidikan secara umum, perlu kita ingat bahwa keadaan diatas hanya bisa berlaku jika tugas utama pendidikan tersebut sudah dipenuhi oleh otoritas yang melakukan evaluasi.
Lalu apa hubungannya dengan SPMB ??
SPMB merupakan salah satu bentuk evaluasi untuk menuju strata pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan tinggi. Dari pemaparan diatas kita bisa melihat bahwa untuk mencapai strata yang lebih tinggi dalam proses pendidikan setiap individu harus mengikuti proses evaluasi (ujian) dan lulus dari standar evaluasi tersebut, tetapi tidak demikian halnya untuk mencapai PTN (perguruan tinggi negeri). Untuk mencapai PTN tidak ada nilai ambang minimum yang harus dilewati setiap individu. Adapun yang menjadi acuan dalam ujian SPMB ialah jumlah peminat dengan jumlah bangku yang ada di jurusan perguruan tinggi tersebut.
Contoh.
Jika ada 1000 individu memilih jurusan X yang ada pada perguruan tinggi A, dimana jumlah bangku untuk mahasiswa baru adalah 100 maka yang masuk jurusan X adalah individu-individu yang skornya 100 teratas.
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa SPMB merupakan ajang persaingan antar lulusan SMU untuk mencapai PTN yang dicita-citakan setiap individu tersebut. Dengan keadaan ini maka sangat perlu bagi individu-individu peserta SPMB untuk mengetahui sampai dimana kemampuan mereka. Seperti kata Sun Tzu “ketahuilah dirimu ketahui lawanmu dan ketahuilah medannya”. Caranya ialah dengan mengikuti try-out (faktor internal), mengetahui batas skor minimal yang masih diterima di jurusan yang diminati dari data beberapa tahun terakhir.
Berlandaskan pada pemikiran ini maka kami berpikir bahwa siswa-siswi di Samosir perlu mengikuti try out. Dengan try out ini mereka bisa mengetahui kemampuan mereka secara kuantitatif dan dapat menentukan strategi terbaik untuk menghadapi SPMB sehingga nantinya mereka bisa masuk ke universitas yang mereka inginkan.
Tujuan Dengan landasan pemikiran diatas, maka diambil beberapa poin penting yang akan berusaha diwujudkan yakni : a. Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk SPMB 2008. b. Pengejewantahan kepedulian kepedulian terhadap samosir
Kegiatan
Untuk mencapai tujuan diatas, maka akan diadakan serangkaian kegiatan yakni :
I. sosialisasi ide
Tujuan :
a. Menyebarkan dan mempertajam ide tentang perlunya try out di kabupaten samosir.
b. Terbentuk jaringan organisasi pemuda samosir baik yang berada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera Utara
c. Terbentuk panitia pelaksana lokal yang akan mempersiapkan pelaksanaan Try Out di 3 SMA kabupaten Samosir.
d. Perancangan soal-soal dan pembahasan
Waktu : 15-18 April 2008
Metode : diskusi ringan dan saling berkomunikasi dengan teman lewat sms
II. Mencari dana operasional dan pematangan rencana kegiata
Tidak dapat dipungkiri adalah dana adalah salah satu bagian terpenting supaya terlaksana kegiatan ini.
Tujuan : a. Mendapatkan dana untuk keberlangsungan acara ini b. Mencari orang-orang yang masih peduli terhadap Pendidikan Samosir
III. Melaksanakan Try out di kabupaten Samosir
Tujuan :
a. Melatih siswa-siswi Samosir menjawab soal-soal SPMB
b. Memberitahukan ide dan strategi dalam menghadapi SPMB 2008
c. Sebagai feedback bagi siswa-siswi Samosir dalam mengambil keputusan memilih jurusan/universitas.
Waktu : 26 April 2008
Peserta : Siswa-siswi SMAN 1, SMAN 2, dan SMA Santo Mikhael Pangururan.
IV. Hasil dan Analisis
Tujuan :
a. Mengetahui hasil dari try out
b. Mengetahui perbandingan kemampuan siwa SMA dengan mahasiswa Waktu : 28 April 2008 Tempat : Bandung
Kepanitiaan
Kepanitiaan awal dari kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang anak muda yang merasa peduli dengan pendidikan di kampung halaman. Terbagi di dua bagian yaitu pertama mahasiswa yang berada di Bandung berfungsi membuat soal dan mengatur perencanaan,kedua mahasiswa yang berdomisili di medan berfungsi untuk sosialisai ke sekolah sekaligus pelaksana di Samosir. Memang kami belum memiliki wadah organisasi yang formal untuk melaksanakan kegiatan ini, akan tetapi kami semua merasa pedulii terhadap pendidikan Samosir. Walaupun beberapa yang tergabung dalam kegiatan ini bukan hanya orang-orang yang berasal dari Samosir asli.
Susunan kepanitiaan sebagai berikut :
Penanggung Jawab : Raja Sondang Simarmata
Anggota yang tergabung dalam kegiatan ini :
Raja Sondang Simarmarta : Teknik Pertambangan ITB
Peri Turnip : Matematika ITB
Risman Simanjorang : FTSL ITB 2007
Guntur Petrus B. K. : Teknik Elektro ITB
Teman-teman yang ikut membantu dalam pembuatan soal-soal
Bornok Gultom : Teknik Kimia ITB
Samuel Sinaga : Teknik Perminyakan ITB
Nataneil Horansil : Teknik Pertambangan ITB
Mardy Turnip : Teknik Informatika ITENAS
Ariandoro van Holmes Simbolon : Ilmu Komputer UNIKOM
Peri Turnip : Matematika ITB
Risman Simanjorang : FTSL ITB
Teman-teman Pelaksana di Medan
Candra Sitanggang : PPKn UNIMED
Bintua Sitohang : Manajemen USU
Duroma : Ekonomi UNIMED
Windu Manik : PPKn UNIMED
Lina Naibaho : UNIMED
Helmina Sipayung, Rudi Simbolon, Adriana Tamba dkk.
Contact Person
Segala Informasi yang berkaitan dengan kegiatan diatas dapat dikonfirmasikan secara
lansung kepada :
| Nama | Telepon | |
| Raja simarmata | 081944230460 | raja@students.itb.ac.id raja.simarmata@yahoo.co.id |
| Peri Turnip | 081394394462 | turnip_fbi@yahoo.comturnip_18@students.itb.ac.id |
| Risman Simanjorang | 085294632410 | man_joeranx@yahoo.com bapas@students.itb.ac.id |
Segala bantuan anda dapat di kirimkan ke No rekening : 0107560315 Kantor cabang : Bank BNI ITB Bandung Atas nama : Peri Turnip Atau : No rekening : 7770656316 Kantor cabang : Bank BCA KCU DAGO Atas nama : Samuel Zulkhifly Sinaga Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju terwujudnya cita-cita bersama yakni membangun pendidikan di kabupaten Samosir. Kegiatan ini merupakan sugesti awal untuk kegiatan selanjutnya. Besar harapan kami akan terlaksananya kegiatan ini, dan untuk itu, dukungan dari anda semua baik ide maupun material sangat kami harapkan. Terima Kasih. Anggaran Dana
*) Peringkat I hadiah Rp 300.000
Peringkat II hadiah Rp 200.000
Peringkat III hadiah Rp 100.000
informasi lengkap tulisan diatas dapat di download (nyalakan lilin disamosir.pdf) pada link diatas.
berita lengkap tentang kegiatan ini akan menyusul beserta laporannya setelah selesai diperiksa di bandung. kira-kira semingguanlagilah.





wah, hebat betul abang kita ini!!! salut ama perjuangannya, hehe, btw temen2 nya keren ya, apalagi yang anak minyak………hehehehehe………..maju terus!
semangat terus lae…
mantabh2…
raja : oke bro, mohon dukungannya bos
hebat mas luar biasa .bisa jadi inspirasi buat aku
thanks
raja :makasih juga mas !!!
@ Raja,
Na uli ma attong na ni ulamuna i.
Sai dipasu pasu Dabata ma hama mangulahon i.
HORAS
raja : mauliate godang ma tulang, jadi pe ulaon i alani bantuan ni tulang do, terutama “tobadreams”. dipasu-pasu debata ma sude angko na mambantu kegiatan i, sai dapot jampalan na lomak di dia pe mangalakka.
amen !!!!
adong do tamba dana sian Muksen Tanujaya, godangna rp 300 ribu. mauliate godang tulang sinaga !!!
mudah2an tamba angka passarian di Batam
heyy ja,, postingan mu yang ini, judul dan tagline nya sama dengan sebuah isi slide maninov yang dikasi pak Raka,, ada di postingan maninov eps.12 nanti.. tunggu aj..
it’s better to light one candle than live in the darkness..
gitu kira2..
wahh.. kayaknya “ide”ku ini ada nyambung2 nya ama idemu..
about: EDUCATION..
we have to talk much,,
sukses..