danau toba dan samosir(kusayang)
Daerah tempat tinggalku memang tidak seterkenal Hawai, Sidney, Paris, Singapur, Hongkong atau kawasan kutub yang bersalju tempat yang banyak dikunjungi orang berduit kalau liburan, tapi aku tetap suka dan akan menjaganya. Sudah banyak orang sukses dilahirkan dari daerahku ini, orang-orang terkenalpun sudah banyak yang datang, bahkan Presiden pertama RI Ir Soekarno pernah singgah ditempat ini bahkan sekarang ada monumennya di parapat. Bahakan baru-baru ini dilaksanakan pertemuan gubernur sedunia di daerahku. Banyak orang yang sudah lupa tapi tetap juga banyak orang yang suka dengan daerahku tapi setelah diteliti lebih lanjut, memang daerahku unik. bayangkan saya ada pulau di dalam pulau, diatas danau ada danau. wah sungguh indahnya toba samosir ini.
Sumber sejarah geologi menyebutkan bahwa ledakan gunung api paling besar adalah ledakan gunung yang ada di toba. Mengakibatkan caldera yang sangat besar, sehingga tercipta pulau samosir yang dikelilingi oleh danau Toba. Letusannya melebihi letusan gunung kalimanjaro yang sempat membuat bumi gelap itu.Tidak bisa saya bayangkan bagaimana lagi ledakan yang terjadi di toba.Sekarang daerah toba sudah banyak ”dimanfaatkan”, air dari danau toba digunakan untuk PLTA sigura-gura. Pabrik pulb Toba pulp lestari yang dulunya Indorayon dan masih banyak lagi. Tapi ada sesuatu keanehan disamping semua pembangunan ynag ada itu penduduk lokal sepertinya tidak mendapat dampak positif yang berarti. malah mendapat bau busuk dari limbah pulp yang pipanya kadang bocor. Air didanau tobapun sudah surut dan tingkan keasamannya naik.mengakibatkan turunnya populasi ikan disana. Padahal kalau dulu saya masih sering mengambil ikan di Danau Toba hanya dengan menggunakan tangan kosong. Ya dengan tangan kosong, istilahnya disebut ”mandadap” secara teknis memasukkan tangan disela-sela batu yang ada di bawah air. Dan kemudian kita akan mendapat ikan ditanga kita. Sebegitu mudah, sehingga dulu saya paling senang mandi di danau kemudian menagkap ikan, setalah ditangkap kemudian dibakar di pinggir danau. Ah sungguh nikmat kala itu. Masih Sekolah dasar waktu itu, kecintaanku terhadap Danau Toba dan Pulau Samosir bukan karena aku mendapat kesenangan sahaja disana. Banyak alasan lain, yang jelasnya hal itu sudah dapat membuat siapapun didunia ini mengagumi danau toba
Tanaman bawang yang dulunya hasil utama bumi samosir tidak tumbuh lagi di samosir. Ada apa dengan semua pembangunan ini…? Tapi saya tetap cinta daerahku, aku berjanji akan menjadi pembaharu disana kelak setelah aku lulus kuliah di bandung ini. Mudah-mudahan ilmu disini dapat bermanfaat ketika aku pulang ke samosir nanti. ya ibu pertiwi tolong berkati aku.Ini saya ambil cuplikan tentang tobaku yang indah.Ini adalah foto daerah Toba Samosir menggunakan sensor ASTER![]()
” Toba caldera in Sumatra, Indonesia produced the largest volcanic eruption in the last 2 million years. The caldera is 30 by 100 km, and has a total relief of 1700 m. The caldera probably formed in stages: large eruptions occurred 840,000, 700,000 and 75,000 years ago. The eruption 75,000 years ago produced the Young Toba Tuff, with an estimated volume of 2,800 cubic kilometers. By comparison, Mt. St. Helens erupted about 1 cubic km of ash. In places around the caldera, the tuff is more than 600 m thick. Ash fall from the eruption covers an area of at least 4 million square km (about half the size of the US). Toba and other stratovalocanoes in Sumatra are related to the subduction of the Indian Plate under the Eurasian Plate. The ASTER image was acquired on January 28, 2006, covers an area of 64.3 by 67.5 km, and is located near 2.6 degrees north latitude, 98.8 degrees east longitude. “
saya harap semoga toba bisa bermanfaat buat semua orang yang ada di dunia ini, sehingga kita dapat menjaganya dan merawatnya, karena bagaimanapun semua bagian didunia ini saling terkait seperti jaring-jaring kehidupan yang pernah ditulis oleh fritof capra yang terkenal itu
