cerita seorang sahabat tentang bona pasogit
Iban….
Aku udah wisuda dan sekarang kerja di PT INDOFOOD Medan.
Kau tahu kenapa aku bilang bahwa dirimu makin matang????
Karena dalam tulisan2 mu di blog itu, juga mengenai semua pemikiran2 itu, aku sungguh merasakan kecintaan mu pada tanah kelahiranmu, bona pasogit kita. maukah kau mendengar ceritaku tentang perjalananku disana??
Akhir januari lalu aku baru saja dari pangururan, biasalah ada tugas dari kantor untuk survey ke kantor cabang disana..
Aku berangkat waktu itu via tele, kau tau itulah untuk pertama kalinya aku melewatinya. Selaksa kekaguman terukir ketika aku melihat pemandangan disana, kata orang lewat tele itu ngeri dan terjal tapi sekarang jalannya jauh lebih lebar dan aku sungguh menikmatinya.
Namun membaca tulisanmu yg terakhir itu tentang pembalakan hutan2 disana untuk menjadi taman bunga maka aku jadi merasa ngeri sekali. Aku yang kurang update info atau bagaimana namun yg jelas aku gak tahu bahwa keadaan nya sudah separah itu. Iban, aku masih ingin bahwa view itu masih tetap milik kita….
Aku berada disana selama tiga hari. Waktu yg singkat untuk mengenal kota yg sudah 11 tahun lebih tidak kujalani. Ya, kami memang sudah lama tidak pulang kampung karena oppungku sekarang tinggal bersama kami di siantar. Ada kerinduan untuk kembali ke kampung oppung di salaon dolok, kuingat kembali saat kecilku liburan disana. Mandi di sungai yg jernih, dikejar2 kerbau, lalu memetik markisa belanda yg ada di ladang oppung. Itu kualami terakhir kali ketika aku masih di SD KELAS IV. Tapi kenangan itu tak pernah pudar dari ingatan..
Selesai melakukan tugas dari kantor ku, kusempatkan menjalani rumah namboru dari oppung bersaudara (oppung martinodohon). Hanya berbekal ingatan akan nama yg sempat terucapkan bapa ku waktu aku pulang ke rumah di siantar. “namboru mu itu tinggal di dekat kantor dinas pengairan di daerah Buhit Pangururan”. Dari Hotel Tiga Besar tempatku menginap aku naik becak dan menyebutkan untuk diantar ke tempat yang kutuju. Lalu sesampainya disana, memang aku tidak lagi mengenal lokasi tersebut tapi aku masih bisa mengenal wangi yg khas itu. Wangi rebusan kacang kedelai untuk pembuatan tahu. Namboruku memang punya usaha pembuatan tahu. Wangi itulah yg menuntunku untuk mengenali rumah namboru karena memang rumah itu agak sedikit berubah. Ah, tapi tempat tahu itu masih seperti yg dul. Lalu ingatan akan masa kecilku flash lagi ketika namboruku memberi ku minum air perasan tahu yg dicampur gula, lalu ketika aku dan adik2ku berebutan untuk memakan tahu yg baru matang..Rasa tahu itu masih tetap melekat di lidahku, rasa khas tahu buatan sendiri.
Aku masih mengenal wanita yang sedang bekerja di tempat tahu itu, itu namboruku. “namboru na disi do namboru?”. Sontak dia menengadah dan memandang ke luar, dan berlari memelukku. Dia masih mengenalku…..aku begitu terharu. Tapi adik2 sepupu ku sangat merasa asing denganku. Kusadari bahwa memang kami jarang bertemu. Lalu ketika amang boru datang dan semua keluarga berkumpul, kami pun bercerita bersama sambil minum kopi dan menikmati penganan yg sengaja kubawa dari medan. Huh…..semilir angin danau bercampur dengan aroma tahu sangat mengasyikkan untuk dihirup. Inilah udara yg selama ini sangat kurindukan. Udara dan angin dari bona pasogitku…..
Keesokannya adalah hari minggu,namboru menyarankan aku untuk mengunjungi rumah oppung di Salaon Dolok karena aku sudah lama tidak kesana. Lagian aku masih tetap tinggal disana sampai hari senin yg kebetulan adalah hari libur karena hari raya imlek…dan lagi aku juga sudah lama tidak menginjak rumah oppung, rumah kelahiran bapaku, disana masih ada namboru (ito bapa). Sebenarnya aku pun berniat begitu, namun aku takut mengutarakan karena yg aku ingat bahwa jalan ke rumah oppung sangat buruk dan aku gak mau merepotkan keluarga untuk mengantarku kesana, apalagi tak ada ortu bersama ku disana. Aku mengingat bahwa aku akan seperti orang buta yg meraba2 jalan. Namun sebelum aku utarakan maksudku, eh namboru mengusulkannya bahkan menawarkan agar paribanku yg mengantar ke Dolok (sebutan untuk kampung oppung). Aku pun menyetujui usul namboru dan aku berpikir bahwa tondi oppung memang memanggilku untuk mengunjunginya. Lalu aku kembali ke hotel, padahal namboru udah memaksa aku untuk menginap di rumahnya. Tapi aku berjanji akan menginap keesokan harinya..
Setelah pulang gereja di ST.MIKHAEL aku pun bergegas ke rumah namboru. Namun namboru lagi ke gereja, dan aku hanya menemukan paribanku di rumah. Lalu aku teringat kebiasaan mama ku ketika pulang ke dolok, atau ketiak tetangga dari dolok datang ke rumah di siantar, maka mama akan selalu menitipkan sembako dan kue2 untuk namboru di dolok. Mengikut kebiasaan mama itu, maka aku paksa paribanku untuk menemani ku ke pasar dan belakangan ku tahu bahwa mereka menyebutnya “tajur”.Walaupun aku gak tahu menawar harga2 bahan2 itu tapi dengan kualitas bahasa batak yg tak seberapa kucoba juga untuk melakukan kegitan tawar-menawar. Kami berbelanja kue2 dan bahan2 makanan untuk dibawa ke dolok
lalu aku dan paribanku berangkat. Ketika mulai mendaki rasa haru meyelimuti hatiku, tak terasa air mata mengalir. Betapa tidak, jalan yg kulalui sangat terjal, berbatu dan rusak parah. Beberapa kali sepeda motor kami hampir terjatuh karena ban nya selip dengan runcing bebatuan atau pun lumpur. Maklum lah saat itu memang musim hujan. Aku berusaha menghadirkan bayangan saat2 bapa ku muda dulu ketika dia melewati jalan ini untuk menimba ilmu dari rantau lalu kembali ke kampung dengan berjalan kaki. Betapa perjalanan yg melelahkan. Di kiri kanan jalan terkadang kami berjumpa dengan beberapa orang dewasa atau anak2 yg berjalan kaki smabil membawa cangkul, kayu atau yg lainnya. Huh….aku menangis dalam hati. Hidup yg penuh perjuangan. Tapi hatiku sedikit terobati ketika melihat pemandangan daerah Parsopoan. Tiba2 aku berujar kepada paribanku yg kebetulan fasih b.indonesia, “nanti kalau aku menikah,aku mau buat foto pernikahan dengan latar hutan2 itu”, dia bertanya kenapa aku memilih daerah itu??aku hanya diam dan menyimpan jawaban itu dalam hatiku, namun dia berjanji akan menjaga daerah itu untukku sampai tiba saatnya nanti aku menikah.
Ketika sampai di kampung oppung, aku hampir tidak mengenali lagi daerah itu. Banyak yg berubah. Ada penambahan beberapa rumah. Kulangkahkan kaki memasuki jalan masuk ke kampung itu, aku memang tidak lagi terlalu mengingat detail kampung oppung tapi aku masih mengingat rumah masa kecil itu. Paribanku masih berbicara dengan beberapa tetangga dan aku terus melangkah. Aku berdiri di depan sebuah rumah dengan tangga nya yang sudah tua. Inilah rumah itu, rumah kelahiran bapaku, rumah oppungku yg sebelas tahun lalu kutinggalkan dengan segenap kenangannya. Aku masih ingat amben (pattar-pattar) di sisi rumah, pattar-pattra tempat aku mandi dengan air hangat yg disediakan namboru ketika aku merasa kedinginan dan tak mampu mandi di sungai. Tapi pattar itu telah menjadi gudang barang. Selain itu tak ada yg berubah dari rumah kecil berbentuk letter L itu. Aku mulai menaiki tangganya satu persatu diiringi derai air mata. Betapa tidak terbayangkan bahwa aku bisa kembali ke rumah yg sudah 11 tahun ini selalu kurindukan dalam ingatanku. Aku melihat seorang wanita sedang mengambil (menakkar) kopi dari ember.aku tahu itu pasti namboruku. “Namboru………”, spontan dia menoleh, dia masih mengenal suaraku walaupun cahaya dalam rumah itu sangat gelap. “Na ro do ho anggi……!!!”. Dia memelukku sambil menangis, lalu membimbingku ke belakang, duduk dekat para2, tempat kesukaanku karena di situ aku bisa minum kopi sambil makan kue dan menikmati hangatnya perapian. Kami bercerita panjang lebar dan aku menyerahkan barang yg kubawa kepada namboru untuk disimpan. Namboru memarahiku karena repot membawa segalanya itu. Lalu dia membongkar bawaan itu untuk disimpan lalu berkata,”amang tahe, nunga songon ina-ina si jenni on, rikkot hian, diboan sude. Diboto do dang adong manang aha laho allangon di huta.” (si jenni sudah seperti ibu-ibu, dia tahu bahwa di kampung gak ada apapun yg bisa dimakan). Tapi memang aku syukuri bahwa mama menunjukkan teladan yg baik dalam berhadapan dengan keluarga. Sehingga aku mengikuti cara2 mamaku. Hatiku kembali trenyuh ketika menemukan bahwa lauk yg ada di rumah namboruku hanya gulamo dalam stoples. Ah sedih hatiku………kopi juga belum panen.
Lalu tetangga berdatangan, mereka yg selama ini hanya mengenal namaku tapi tak pernah lagi melihat wajahku. Kue-kue yg kubawa pun dibuka untuk disajikan namun terlebih dahulu disusun dalam sebuah piring untuk didoakan kepada tondi (arwah) oppung boru yg tidak pernah kukenal karena ketika aku lahir oppung boru telah meninggal.
“Inang, nunga ro pahompu mu si Jenni. Dibohan do kue-kue, las ma partondian mu da inang!”(ibu, cucu mu jenni telah datang, dia membawa kue-kue. Bersukacitalah hati roh ibu menerimanya). Aku menagis sejadi2nya, kupikir bahwa selama perjalanan ku di bona pasogit, hatiku terlalu melankolis dan cengeng sehingga terlalu banyak menangis. Atau inikah efek kerinduan selama 11 tahun ini???
aku menangis karena memang aku sangat merindukan oppung boru untuk bisa bermanja2 dalam gendongan tangannya, bercerita tentang kisah cita, cintaku. Aku memang bisa bercerita kepada mama tapi bercerita dengan oppung boru pasti akan memberi kesan tersendiri. Aku merasa bersalah karena baru bisa mengunjungi rumah oppung setelah 11 tahun. “oppung…masihol au tu jabu mon oppung. Nunga songonon sonari pahompu mon oppung, alai dan ibereng ho be oppung. Alai las rohakku tondim torus do manggomgom au” ( oppung….aku rindu kembali ke rumahmu.terima kasih oppung bahwa kau selalu menyertaiku sehingga aku bisa seperti sekarang ini).
Setelah itu baru lah kue-kue bisa dibagikan dan dimakan tamu-tamu yg hadir. Rumah oppung ku penuh dengan saudara2 dan kerabat yg berkunjung. Senangnya hatiku berjumpa dn berkenalan dengan mereka. Ternyata banyak saudara yg belum kukenal. Aku tahu bahwa mereka kurang fasih berbahasa indonesia maka dengan kemampuan seadanya kuusahakan agar berbicara dengan bahasa batak, bahasa darahku……..ketika aku kurang mengerti arti kata tertentu aku tidak segan untuk bertanya karena aku ingin memperkaya kemampuan bahasa batakku juga agar mereka tidak kesulitan berbicara denganku. Aku malu sebagai orang batak kalau tidak mengerti bahasa sendiri. Aku selalu berpegang pada nasihat bapaku, “inang kau itu boru batak, boru ni raja. Molo boru ni raja ingkon do mangantusi di adat na manang bahasa na.!” (boru batak itu adalah putri raja maka harus mengerti adat dan bahasanya). Lalu namboru ku menyembelih ayam dan diatur untukku. Aku kembali trenyuh karena dalam segala kesederhanaan aku mendapat perlakuan istimewa disana. Di kampung kelahiran bapaku, di tanah yg kucintai.
Sedih harus berpisah dengan mereka. Terasa sangat singkat waktu. Tapi aku harus pulang ke buhit karena besok nya aku harus balik ke medan dan bekerja seperti biasa lagi. Aku berpamitan dengan semua orang lalu menapaki lagi jalan yg sama tapi kali ini dengan hati bersukacita karena aku telah melihat tanah bona pasogitku. Sekaligus timbul harap dan janji lagi untuk bisa kembali kesana dan tinggal untuk waktu yg lebih lama lagi.
Malamnya namboru di buhit mengajak aku ke tempat pemandian air hangat. Terasa akrab suasana kekeluargaan waktu itu karena aku juga sudah mulai dekat dengan saudara2 yg lain. Aku membayangkan seandainya mama bapaku, juga adik2ku ada disini bersama ku pasti lengkaplah kegembiraanku. Bersama mereka di tanah kelahiran bapaku. Bona pasogit kami…….
Keesokan harinya aku kembali ke medan…..hatiku merasa sedikit terpuaskan dengan kunjunganku yg singkat itu walaupun karena adanya tugas kantor maka aku bisa ada disana. Tapi aku bersyukur bahwa momen itu masih bisa menjadi milikku. Maka kini kau tahu kan kenapa aku sangat mncintai tanah itu. Karena tanah itu mengingatkanku pada segala kenangan yg pernah terukir dalam hidupku, juga segalanya yg membuat seorang Jenni Ivanna Malau ada saat ini.
iban….sekarang kau juga tahu kan alasanku mencintai tanah itu.
lalu entah apa pun yg bisa kubantu selama aku bisa membantu baik itu mengenai perjuangan mu dan teman2 toba dreams atau yg lainnya, maka aku akan coba bantu.
ini no hp ku.
0812607768XX
08566600XX
oh ya iban, aku juga perlu bantuan mu tentang satu hal. kalau kau sudah baca email ku maka tolong info ya!!!!
GBU
“Lilin” itu bernama Pendidikan
tulisan selengkapnya dapat didownload laporan-pelaksanaan-kegiatan-try-out-spmb-april-2008
atau kalau ga bisa di save akan saya kirim ke email saudara/i
“Lilin” yang sudah menyala itu bernama Pendidikan
Pada tanggal 26 april dilaksanakan try Out SPMB di kabupaten samosir, dari kegiatan tersebut diperoleh persentase kemampuan siswa/I (dalam lampiran).
Apakah anda akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya setelah lulus SMA ?
Dari kuesioner yang diampirkan di LJK try out diperoleh bahwa Sekitar
85.5% menyatakan akan melanjut keperguruan tinggi,
14.4 % menyatakan tidak melanjut,
dan 0.1 % menyatakan masih bingung (tidak tahu).
Apa alasan anda tidak melanjutkan ke perguruan tinggi ?
95.5% menjawab masalah financial (dana) menjadi alasan utama tidak melanjut ke perguruan tinggi,
4.5% menyatakan bahwa mereka hendak mencari pekerjaan. Dan 0% yang menyatakan bahwa mereka akan menikah.
Apakah anda mencintai samosir ?
Hampir 100 % meyatakan ya, hanya 2 orang menyatakan tidak. Artinya adalah bahwa generasimuda yang SMA sekarang dalam kedepannya akan mempunyai kepedulian kepada samosir.
Kita dapat melihat kemampuan siswa didik yang ada disamosir
Dari grafik diatas diketahui bahwa siswa/i samosir mempunyai kemampuan menonjol walaupun sebarannya tidak merata. Kemampuan siswa yang relative tinggi didominasi oleh SMA N 1 Pangururan.
Ada beberapa siswa/I samosir yang mempunyai kemampuan yang sangat menonjol, mungkin ini termasuk orang-orang pintar seperti pernyataan Prof. Yohannes Surya bahwa dari setiap 10000 orang siswa Indonesia pasti ada yang jenius. Ada kemungkinan yang satu itu adalah siswa SMA kabupaten Samosir.
Gambar : grafik kemampuan IPA siswa/i SMA kabupaten samosir berdasarkan hasil try out
Persentase hasil kemampuan siswa IPS Samosir (29 orang teratas)
Dengan melihat grafik diatas diketahui bahwa ada siswa yang mempunyai kemampuan lebih yang signifikan.
(sebagai gambaran saja nilai SPMB 40% sudah dapat lulus di ITB, UI, UGM, IPB dll)
dokumentasi kegiatan
siswi yang sedang mengerjakan soal
serius mengerjakan soal (jangan ada yang nyontek oiiiiiii)
dalam keadaan sekolah seadanya tetap semangat
mahasiswa dari medan dengan guru-guru SMA N 2
Chandra Sitanggang (Mahasiswa Unimed Medan) sedang mengawas
Helmina Sipayung sedang mengawas
kalau ngerjakan itu hanya satu jawaban yang dibulatin ya dek !!!
Narsisme kawan-kawan setelah acara try out selesai
Laporan Keuangan
Kegiatan ini masih membutuhkan dukungan untuk menutupi kekurangan dana Rp 1.391.500
Kami sangat mengaharapkan bantuan teman-teman semua, bantuan dapat dikirimkan ke
No rekening : 0107560315
Kantor cabang : Bank BNI ITB Bandung
Atas nama : Peri Turnip
Atau :
No rekening : 7770656316
Kantor cabang : Bank BCA KCU DAGO
Atas nama : Samuel Zulkhifly Sinaga
Atau :
No rekening : 131-00-0486869-3
Kantor cabang : Bank Mandiri
Atas nama : Guntur Purba Siboro
Terimakasih kepada komunitas TobaDreams, viky Sianipar, yang telah mendukung kegiatan penduli pendidikan samosir. Terima kasih kepada semua donatur keluarga sianipar, Jeriko Silalahi, Frengky Pasaribu, Marudut Pasaribu, Sahat M Nainggolan. Terimakasih kepada kepala sekolah dan para guru atas dukungannya, terimakasih kepada teman-teman mahasiswa Unimed, Mahasiswa Unikom, teman-teman sesamosir dan juga kepada Institut Sosial Humaniora Tiang Bendera ITB atas segala bantuan dan kerjasamanya.
Kami sangat berharap kejasamanya dalam kegiatan selanjutnya.
Demikian laporang ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.
Terimakasih
menyalakan lilin kecil
Daripada menyalahkan “kegelapan”
Bukankah Lebih baik mencoba menyalakan sebatang lilin?
Mungkin inilah salah satu lilinnya
Tulisan lengkapnya dapat di download (.pdf) : nyalakan-lilin-di-samosir
Tak semua orang mau menyalakan lilin, walaupun itu hanya lilin kecil ketika melihat suatu kegelapan. Kendatipun sebenarnya semuanya mampu. Hal ini yang membuatku melihat perbedaan pada diri seseorang. Dan sifat ini jelas-jelas aku lihat pada diri seorang musisi, vikki sianiparlah orang yang pertama menyalakan lilin, musisi inilah yang pertama menyetujui gagasan ini. Begitu antusiasnya bang vikki ini sampai mau repot kesana kemari menghubungi orang-orang yang mau menyalakan lilin. begitulah yang aku lihat ketika diundang bang vikki ke acara tobadreams dialogue di tebet jakarta selatan, yang pada saat itu pembicaranya adalah pak Luhut panjaitan, pendiri Politeknik Informatika DEL laguboti. dengan topik membangun pendidikan bona pasogit.
lilin ini hanyalah lilin kecil, akan tetapi sekecil apapun lilin ketika dinyalakan dalam kegelapan akan memberikan dampak yang signifikan.
jika kita melihat ketidakberesan negeri ini hampir sama saja kita melihat kegelapan, tanpa ada yang mau menyalakan penerang. Pak luhut panjaitan sudah menyalakan lilin tersebut di laguboti dengan universitas yang telas beliau dirikan. Universitas Del tersebut telah mampu menjadi penerang kegelapan di sumatera utara.
Lilin itu benama pendidikan
Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian dan karakter dari individu baik secara ide maupun eksperimen. Tugas utama dari pendidikan tersebut ialah menanamkan keinginan belajar dan memberikan fasilitas untuk belajar, sehingga keadaan ini akan menghasilkan individu yang akan selalu belajar, dan bukan individu yang tidak belajar lagi setelah individu tersebut menyelesaikan proses pendidikan.
|
|
eiring dengan berkembangnya sistem pendidikan, dimana proses pendidikan tersebut dibagi dalam beberapa strata maka diperlukan sebuah proses evaluasi dengan standar tertentu untuk menilai apakah individu tersebut sudah bisa melanjutkan strata pendidikan pendidikan berikutnya dalam proses pendidikan. Jika individu tersebut berhasil melewati standar minimal tersebut maka dia dapat melanjutkan pendidikan ke strata berikutnya, tetapi jika gagal berarti individu tersebut tidak dapat melanjutkan studi ke strata berikutnya, dengan kata lain individu tersebut harus belajar lebih agar lulus dalam proses evaluasi berikutnya.
Keadaan diatas adalah sekilas pandang tentang pendidikan secara umum, perlu kita ingat bahwa keadaan diatas hanya bisa berlaku jika tugas utama pendidikan tersebut sudah dipenuhi oleh otoritas yang melakukan evaluasi.
Lalu apa hubungannya dengan SPMB ??
SPMB merupakan salah satu bentuk evaluasi untuk menuju strata pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan tinggi. Dari pemaparan diatas kita bisa melihat bahwa untuk mencapai strata yang lebih tinggi dalam proses pendidikan setiap individu harus mengikuti proses evaluasi (ujian) dan lulus dari standar evaluasi tersebut, tetapi tidak demikian halnya untuk mencapai PTN (perguruan tinggi negeri). Untuk mencapai PTN tidak ada nilai ambang minimum yang harus dilewati setiap individu. Adapun yang menjadi acuan dalam ujian SPMB ialah jumlah peminat dengan jumlah bangku yang ada di jurusan perguruan tinggi tersebut.
Contoh.
Jika ada 1000 individu memilih jurusan X yang ada pada perguruan tinggi A, dimana jumlah bangku untuk mahasiswa baru adalah 100 maka yang masuk jurusan X adalah individu-individu yang skornya 100 teratas.
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa SPMB merupakan ajang persaingan antar lulusan SMU untuk mencapai PTN yang dicita-citakan setiap individu tersebut. Dengan keadaan ini maka sangat perlu bagi individu-individu peserta SPMB untuk mengetahui sampai dimana kemampuan mereka. Seperti kata Sun Tzu “ketahuilah dirimu ketahui lawanmu dan ketahuilah medannya”. Caranya ialah dengan mengikuti try-out (faktor internal), mengetahui batas skor minimal yang masih diterima di jurusan yang diminati dari data beberapa tahun terakhir.
Berlandaskan pada pemikiran ini maka kami berpikir bahwa siswa-siswi di Samosir perlu mengikuti try out. Dengan try out ini mereka bisa mengetahui kemampuan mereka secara kuantitatif dan dapat menentukan strategi terbaik untuk menghadapi SPMB sehingga nantinya mereka bisa masuk ke universitas yang mereka inginkan.
Tujuan Dengan landasan pemikiran diatas, maka diambil beberapa poin penting yang akan berusaha diwujudkan yakni : a. Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk SPMB 2008. b. Pengejewantahan kepedulian kepedulian terhadap samosir
Kegiatan
Untuk mencapai tujuan diatas, maka akan diadakan serangkaian kegiatan yakni :
I. sosialisasi ide
Tujuan :
a. Menyebarkan dan mempertajam ide tentang perlunya try out di kabupaten samosir.
b. Terbentuk jaringan organisasi pemuda samosir baik yang berada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera Utara
c. Terbentuk panitia pelaksana lokal yang akan mempersiapkan pelaksanaan Try Out di 3 SMA kabupaten Samosir.
d. Perancangan soal-soal dan pembahasan
Waktu : 15-18 April 2008
Metode : diskusi ringan dan saling berkomunikasi dengan teman lewat sms
II. Mencari dana operasional dan pematangan rencana kegiata
Tidak dapat dipungkiri adalah dana adalah salah satu bagian terpenting supaya terlaksana kegiatan ini.
Tujuan : a. Mendapatkan dana untuk keberlangsungan acara ini b. Mencari orang-orang yang masih peduli terhadap Pendidikan Samosir
III. Melaksanakan Try out di kabupaten Samosir
Tujuan :
a. Melatih siswa-siswi Samosir menjawab soal-soal SPMB
b. Memberitahukan ide dan strategi dalam menghadapi SPMB 2008
c. Sebagai feedback bagi siswa-siswi Samosir dalam mengambil keputusan memilih jurusan/universitas.
Waktu : 26 April 2008
Peserta : Siswa-siswi SMAN 1, SMAN 2, dan SMA Santo Mikhael Pangururan.
IV. Hasil dan Analisis
Tujuan :
a. Mengetahui hasil dari try out
b. Mengetahui perbandingan kemampuan siwa SMA dengan mahasiswa Waktu : 28 April 2008 Tempat : Bandung
Kepanitiaan
Kepanitiaan awal dari kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang anak muda yang merasa peduli dengan pendidikan di kampung halaman. Terbagi di dua bagian yaitu pertama mahasiswa yang berada di Bandung berfungsi membuat soal dan mengatur perencanaan,kedua mahasiswa yang berdomisili di medan berfungsi untuk sosialisai ke sekolah sekaligus pelaksana di Samosir. Memang kami belum memiliki wadah organisasi yang formal untuk melaksanakan kegiatan ini, akan tetapi kami semua merasa pedulii terhadap pendidikan Samosir. Walaupun beberapa yang tergabung dalam kegiatan ini bukan hanya orang-orang yang berasal dari Samosir asli.
Susunan kepanitiaan sebagai berikut :
Penanggung Jawab : Raja Sondang Simarmata
Anggota yang tergabung dalam kegiatan ini :
Raja Sondang Simarmarta : Teknik Pertambangan ITB
Peri Turnip : Matematika ITB
Risman Simanjorang : FTSL ITB 2007
Guntur Petrus B. K. : Teknik Elektro ITB
Teman-teman yang ikut membantu dalam pembuatan soal-soal
Bornok Gultom : Teknik Kimia ITB
Samuel Sinaga : Teknik Perminyakan ITB
Nataneil Horansil : Teknik Pertambangan ITB
Mardy Turnip : Teknik Informatika ITENAS
Ariandoro van Holmes Simbolon : Ilmu Komputer UNIKOM
Peri Turnip : Matematika ITB
Risman Simanjorang : FTSL ITB
Teman-teman Pelaksana di Medan
Candra Sitanggang : PPKn UNIMED
Bintua Sitohang : Manajemen USU
Duroma : Ekonomi UNIMED
Windu Manik : PPKn UNIMED
Lina Naibaho : UNIMED
Helmina Sipayung, Rudi Simbolon, Adriana Tamba dkk.
Contact Person
Segala Informasi yang berkaitan dengan kegiatan diatas dapat dikonfirmasikan secara
lansung kepada :
| Nama | Telepon | |
| Raja simarmata | 081944230460 | raja@students.itb.ac.id raja.simarmata@yahoo.co.id |
| Peri Turnip | 081394394462 | turnip_fbi@yahoo.comturnip_18@students.itb.ac.id |
| Risman Simanjorang | 085294632410 | man_joeranx@yahoo.com bapas@students.itb.ac.id |
Segala bantuan anda dapat di kirimkan ke No rekening : 0107560315 Kantor cabang : Bank BNI ITB Bandung Atas nama : Peri Turnip Atau : No rekening : 7770656316 Kantor cabang : Bank BCA KCU DAGO Atas nama : Samuel Zulkhifly Sinaga Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju terwujudnya cita-cita bersama yakni membangun pendidikan di kabupaten Samosir. Kegiatan ini merupakan sugesti awal untuk kegiatan selanjutnya. Besar harapan kami akan terlaksananya kegiatan ini, dan untuk itu, dukungan dari anda semua baik ide maupun material sangat kami harapkan. Terima Kasih. Anggaran Dana
*) Peringkat I hadiah Rp 300.000
Peringkat II hadiah Rp 200.000
Peringkat III hadiah Rp 100.000
informasi lengkap tulisan diatas dapat di download (nyalakan lilin disamosir.pdf) pada link diatas.
berita lengkap tentang kegiatan ini akan menyusul beserta laporannya setelah selesai diperiksa di bandung. kira-kira semingguanlagilah.
Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?
sebenarnya saat ini aku sedang sibuk dengan kuliah, ngerjain tugas dan persiapan ujian tanggal 10 pril ini. belum lagi beberapa kerjaan yang sangat penting belum kelar. Tapi entah kenapa pikiran ini pengen memberitaakan hal ini, ga tenang sebelum tulisan ini selesai. sebelumnya buat rekan2 yang saya janji deadline mohon maaf atas segala keterlambatan progress saya. salam
Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?
Raja Sondang Simarmata (raja.simarmata@yahoo.co.id)
semoga tulisan ini tidak hanya menjadi tumpukan kertas usang
akan tetapi menjadi hantu yang selalu membuat kita berlari
Semua orang mungkin sepakat bahwa pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Meningkatnya SDM dapat menjadi penggerak pembangunan di Kabupaten Samosir, dengan semakin tingginya sumberdaya manusia yang ada di daerah mungkin akan dapat membuat bona pasogit ini keluar dari predikat kabupaten tertinggal (1). Dengan semakin meningkatnya SDM maka kemungkinan sejahterahnya masyarakat samosir akan lebih tinggi. Dan bahkan dapat mewujudkan visi samosir mensejaterahkan penduduknya (2) . Salah satu indikator SDM adalah pendidikan, dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dapat dipastikan bahwa sumber daya masyarakat samosir akan semakin tinggi dan proses mencapai kesejahteraan akan semakin cepat.
Namun bagaimanakah proses pendidikan yang tengah berlangsung di kabupaten tertinggal ini perlu dipertanyakan. Sekitar tiga minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15 mei 2008 diadakan try out (simulasi) UAN di kabupaten samosir, menurut informasi yang saya dapat, simulasi yang diadakan oleh universitas Methodist medan ini diikuti oleh seluruh murid SMA sekabupaten samosir. Dari hasil simulasi diketahui bahwa varida megawati berada pada posisi pertama, Bobel pada peringkat kedua, posisi ketiga ditempati oleh siswa dari simanindo. Simulasi yang dilakukan oleh universitas Methodist Medan ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan proyeksi maupun perkiraan hasil yang akan keluar pada UAN SMA tahun 2008 ini. Terus apa yang aneh dengan try out atau simulasi UAN ini ?
Saya sangat terkejut mendengar hasil test ini, hasilnya sangat mencengangkan sekaligus mengecewakan bahwa tak seorangpun putra/putrid samosir yang lulus melewati nilai ambang batas kelulusan yang ditentukan oleh Negara. Kita akan mendengar berita tidak menyenangkan bahwa siswa/i SMA sekabupaten samosir tidak ada yang lulus pada UAN 2008 jika saja pada hari itu dilaksakan Ujian Akhir Negara, bahkan juara satu peserta test tersebut, varida megawati murid SMA negeri 1 pangururan, cukup kebingungan dengan hasil ini. Padahal dia sudah dua kali menduduki posisi pertama dalam try out di samosir.
Mungkin dalam tulisan saya terlalu melebih-lebihkan. Akan tetapi hati saya sungguh terkoyak-koyak mendengar berita ini. Saya tak percaya apa yang saya dengarkan, sedikit banyak saya kenal putra/putrid samosir yang penuh dengan perjuangan. Saya tahu putra-puteri samosir adalah orang-orang yang memiliki semangat, orang yang mau berjuang walaupun putra/i samosir kurang mendapatkan akses layak pada pendidikan yang memadai. Saya berpikir tidak mungkin hal ini terjadi, tapi apa daya ternyata memang begitulan hasilnya.
Saya coba bertanya kenapa kira-kira hasil yang mengecewakan ini yang keluar. “mungkin kami saja yang belum siap” ujar siswi SMA N 1 yang juara. Menurut salah satu guru SMA disamosir bahwa pendidikan disamosir sungguh mengerikan. Walaupun tidak menjelaskan secara rinci mengerikannya bagaimana.
Karena apa kira-kira siswa/i tanah batak ini belum siap ? Apakah benar adanya hasil seperti ini hanya kekurangan dari pelajar saja ? atau apakah mungkin karena kemampuan ratusan guru sma sekabupaten samosir kurang memadai, guru belum sejahtera mungkin ? sudahkah terpenuhi sarana dan prasarana yanglayak di kabupaten kota wisata ini ?
(ada gambar, tapi ko ga muncul yah ???)
Kadang saya ingin menyalahkan dinas pendidikan disamosir, ah tapi tak ada guna juga. Mungkin mereka sudah membuat yang terbaik dalam memajukan pendidikan disamosir. Ataukah memang putra/i samosir sudah mengalami kemunduran ?
Apakah hal ini merupakan suatu perbuatan licik seseorang ? Misalnya suatu bimbingan belajar tertentu yang ingin mengambil untung sebanyak-banyaknya dengan cara memanfaatkan moment ini, ancaman tidak lulus UAN ? dalam hal ini tingkat kesulitan soal simulasi dinaikkan dan alhasil tidak ada yang lulus. Sehingga nantinya para siswa ketakutaan dan akan mendaftar dibimbingan belajar mereka dengan harapan dapat lulus UAN dengan bantuan bimbel.
Ataukah siswa/i SMA sekabupaten samosir sedang mengalami stress karena masa depan pulau samosir tercinta terancam dengan adanya pembabatan hutan ? yang dipastikan akan berakibat buruk pada kehidupan yang akan datang. Mungkin saja mereka berpikir jauh kedepan akan kehidupan dikampung halamannya ujar teman saya orang toraja. “soalnya kampung saya pernah banjir dulu, saya stress berat memikirkan itu. Bahkan menggangu keadaan saya ketika saya kelas 3 SMA” ujar Ronald rantealang mahasiswa ITB asal sulawesi
Atau mungkinkah hal ini pengaruh tuduhan korupsi bapak yang terhormat Mangindar Simbolon, Bupati kabupaten Samosir, terhadap dana pendidikan disamosir ? (3)
Sebenarnya saya tidak ingin menjelek-jelekan seseorang atau siapapun dengan keadaan yang terjadi saat ini, apalagi terhadap pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga dikabupaten tercinta ini. Mudah-mudahan dari teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini mempunyai kepedulian dengan keadaan yang terjadi saat ini.
Yang lebih jelasnya saya beharap siswa/i semuanya lulus pada saat pengumuman UAN Juni 2008. Bagimana mungkin kita memimpikan terlaksananya visi samosir jika pendidikan belum beres. Mungkinkah kedepannya masyarakat samosir akan sejahtera dengan keadaan pendidikan generasi muda seperti ini ? ataukah kita hanya peduli pada alam samosir dan tidak peduli pada manusia disana ?
Kenapa keluar hasil yang memilukan ini masih belum terjawab sampai detik ini.
Mungkin ada siswa samosir yang membaca tulisan ini, saya berharap pergunakan waktu yang tersisa menjelang UAN. Masih ada beberapa bulan lagi, mari kita buktikan orang-orang samosir bukanlah pemalas. Mari kita buktikan anak samosir adalah orang yang berprestasi. Mari kita buktikan kalau kita mampu.
Sebenarnya saya ingin mengirimkan buku soal-soal (hardcopy) yang setidaknya dapat dipelajari akan tetapi sekarang saya belum punya duit he….he. Bohama bahenon mahasiswa dope iba puang, alai adong do hubaen softcopy soal-soal di websitehu (ta manfaathon ma teknologi on ate). Siahkan dibuka www.rajasimarmata.wordpress.com dan di download soal-soal yang ada disana, ada soal UAN dan soal-soal SPMB. Mudah-mudaha aja berguna.
Setelah saya ujian tanggal 10 April akan tambah soal-soal yang lain di website, agar referensi buat siswa/i kabupaten samosir lebih banyak yang memungkinkan peluang lulusnya lebih tinggi. Dan nanti saya berharap kalau sudah pengumuman UAN 2008 saya mendengar berita semua siswa/i sekabupaten samosir lulus (Amin).
Keterangan
01. Kepala Bappeda Sumut Drs RE Nainggolan “terdapat 6 kabupaten yang ditetapkan sebagai kabupaten tertinggal di Sumut dalam RPJM ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah )” Masing-masing Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Nias Selatan, Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir.
02. VISI kabupaten samosir: “Samosir Kabupaten Pariwisata 2010 yang indah, damai dan berbudaya dengan agribisnis berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera”. Sumber http://www.samosir.go.id/
03. “Badan Pemerhati Pembangunan Samosir (BPPS) mengadukan Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon ke KPK Jakarta, terkait dugaan tindak pidana korupsi.” waspada online.
“ Masyarakat Samosir Mengadu ke KPK” http://www.sinarharapan.co.id
Tinggal diklik saja, kemudian ada pilihan downloads dan save
01. Kemampuan-ips-spmb-2005
02. Kemampuan IPS SPMB
03. Bahasa Inggris
04. Bahasa Indonesia
05. Kemampuan IPS UAN
molo nunnga sude disave parsiajarima, unang holan disave. Asa lulus sude putra-putri samosir horas (Amen)
pembalakan hutan 2000HA di TELE Kab. Samosir ??????
Batulkah akan ada pembalakan hutan di daerah tele ?
berikut saya copy email dari seorang sahabat yang berdiskusi disalahsatu milis :
Mari Kita Lawan !!!
Horas ma di hamu sude dongan par Samosir. Tgl 6 Februari lalu, saya dan lima teman (Viky Sianipar, Bismark Sianipar, Charlie Sianipar, Ganda Simanjuntak (Medan), dan sahalak bule Perancis, Laurent), atas nama komunitas Tobadream Jkt, pulang ke Samosir untuk menyiapkan ‘Tobadream Conservation Program’ (TCP). Di Desa Martoba, Simanindo, kami menyiapkan perjanjian dng pemilik tanah yg sukarela menyerahkan 2 HA tanahnya utk ditanami pohon, mengadakan pertemuan dng teman-teman peneliti voluntir dari Badan Penelitian Kehutanan (BPK) Aek Nauli, Parapat. Juga melakukan sosialisasi dng orang-orang setempat (termasuk politisi-politisi lokal) dan Pemda (Bupati Samosir).
Kami juga menjelajahi dataran tinggi Samosir (Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan) dan mengelilingi Samosir hingga daerah Lagundi-Onanrunggu utk memetakan lahan kritis, dan, atas nama pribadi, mencari anak-anak asuh yg secara ekonomis kesusahan meneruskan sekolah. Untuk sementara, kami menyerahkan ke pastor Bernardus Sijabat dari gereja Katolik Paroki Pangururan. Beliaulah yg kami putuskan menyalurkan ‘aek santetek’ ke saudara-saudara kita, anak-anak di desa Sijambur, Salaon Dolok, Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan, yg sangat memerlukan bantuan biaya sekolah.
Juga kami temui seorang perajin eceng gondok di Pangururan (Gurning) dan membuat kerjasama utk membantu penjualan produknya di Jkt sekalian membantu disain yg lebih menarik agar diminati kaum muda Jkt. Pertemuan dng Bupati Samosir di rumah dinasnya dilakukan Viky dan Charlie, sementara saya dan Bismark menjelajahi Urat-Sipinggan dan melakukan pemotretan.
Sebagaimana pertemuan kami di Jkt tiga bulan lalu dng Bupati Samosir, keinginan dan maksud kami menggugah warga (terutama para perantau) agar menggiatkan penghutanan kembali daerah Samosir dan sekitar Danau Toba melalui TCP, mendapat dukungan. Kami senang dan tak lupa menekankan bhw program TCP murni swadaya, tak akan membebani keuangan Pemda. Kami hanya mengandalkan partisipasi pribadi-pribadi yg tergerak hatinya utk membantu membeli bibit pohon dan biaya perawatan (menggaji tenaga lokal), dan tiap rupiah yg kami terima harus bisa dipertanggungjawabk an.
Tak dinyana, malam sebelum kembali ke Jkt (9 Feb), kami bertemu dng seorang parnamboruan yg membuka kedai makan di Pangururan. Tanpa bicara panjang lebar, namboruku ini (Ny. Siregar br Situmorang) menyampaikan sebuah berita yg mengejutkan, yakni: Bupati sdh memberi izin ke sebuah perusahaan Korea utk membabat 2000 HA hutan Tele utk dijadikan kebun bunga! Warga Tele dan pemegang hak ulayat (marga Situmorang dari Harianboho, Baniara, Tele, mayoritas keluarga dekat sastrawan Sitor Situmorang) sudah mengajukan protes dan melakukan perlawanan. Namboruku ini pun lantas memintaku agar turut jadi pengacara pemegang hak ulayat (ditambah pengacara lain) untuk menggugat Bupati Samosir. Mendengar berita tsb, saya dan kawan-kawan langsung lemas! Terjadi semacam antiklimaks atas rencana penanaman pohon di Samosir yg dijadwalkan mulai 3 Maret 08. Berulang-ulang saya tanya kebenaran berita tsb, namboruku itu kemudian memberi dua no.hp paramangudaon di Jkt agar saya hubungi. Malam itu pun langsung kami hubungi teman-teman di Pangururan utk verifikasi karena tak mungkin lagi berangkat ke lokasi (Tele). Ternyata mereka sudah tahu, bahkan pengakuan mereka sudah beberapa kali dimuat di koran-koran terbitan Sumut.
“Bah! Ngeri nai puang namasaon!” ucapku spontan.
Jelas, kami SANGAT KECEWA. Rencana melakukan penanaman pohon di atas lahan 2 HA, yang kami harapkan akan menjadi semacam “virus” positif bagi seluruh warga dan perantau Samosir dan wilayah-wilayah di Tano Batak utk melakukan hal yg sama, jadi sesuatu yg absurd, dilecehkan, dan “si parengkelon” .
Minggu siang (10 Feb), kami ketemu dua teman jurnalis, yakni Alvin Nasution (wartawan Metro Tapanuli/Metro Siantar) dan Andi Siahaan (wartawan dan kontributor Trans TV) di kedai kopi Koktong Siantar dan kemudian menanyakan kebenaran berita tsb. Mereka membenarkan berita tsb dan kata mereka sdh pernah ditulis sebagian pers Sumut. Malamnya di Medan, di rumah Grace Siregar (penggagas Galeri Tondi), kami ungkapkan berita tsb pada teman-teman yg sudah kumpul di sana (Thomson Hs, Alister Nainggolan, Miduk Hutabarat, dll). Mereka pun mengaku sudah mendengar tsb.
Setiba di Jkt, dari bandara, saya kirim SMS ke Batara Situmorang (salah satu pewaris hak ulayat) utk menanyakan masalah tsb sekalian langkah-langkah yg sdh mereka tempuh. Jawabannya, mereka sdh menyurati Bupati, beberapa Menteri, dan tengah mengumpulkan beberapa dokumen sbg modal utk tindakan hukum bilamana Bupati tidak menghentikan. Paramangudaon ini pun meminta kesediaanku manakala diperlukan.
Tu hamu sude dongan par milis pulosamosir, sian roha naserep hupangido, kami mohon, dukungan utk menggagalkan rencana Bupati Samosir utk membabat hutan Tele seluas 2000 HA, apapun alasan dan tujuannya. (Alasan Bupati, kawasan tsb masuk hutan produksi dan tujuan konversi ke kebun bunga adalah utk meningkatkan pariwisata).
Tak usah pun dikaitkan ke persoalan global warming, kawasan hutan yg mengelilingi Danau Toba sdh tahap sekarat menurut kawan-kawan peneliti kehutanan! Kita tahu persis, hutan-hutan yg mengitari danau yg indah itu sdh terancam dan ekosistem di sekitarnya sudah rusak sejak perusahaan pulp di Sosor Ladang-Porsea beroperasi sejak thn 90-an, ditambah tindakan para pencuri kayu.
Masa depan danau kebanggan kita itu, asal-mula para leluhur manusia Batak itu, semakin terancam dan akan semakin hancur bila hutan-hutan yg mengitarinya dihabisi. Tegakah kita membiarkan danau, perbukitan, hutan, dan alam yg sudah menghidupi dan memberangkatkan manusia-manusia Batak utk meraih kemajuan itu dirusak oleh pihak-pihak yg hanya bertujuan meraup keuntungan bagi diri mereka? Saya yakin, tidak!
Untuk itu, saudara-saudaraku sekalian, kami imbau agar: IKUT MELAWAN SETIAP TINDAKAN YANG MERUSAK HUTAN DI BONA PASOGIT DAN YANG MENCEMARI DANAU TOBA!
Horas
……………………..
(yang lagi kecewa dan sedih)
demikian isi dari email. Sangat menarik untuk ditindak lanjuti tentang masalah ini, bukan hanya masalah “global warning” akan tetapi juga masalah ketimpangan pada pemerintahan saat ini, banyak hal sebenarnya yang perlu ditelusuri tentang masalah ini. Melihat potensi yang sangat besar di samosir seharusnya bapk bupati sadar akan hal dilakukannya sekarang, karena efek jangka panjangnya sangat merugikan. Apakah ia tidak melihat tenggelamnya beberapa kota di indonesia sebagai santapan diTV. apakah dia tidak sadar pentingnya fungsi hutan ?
ah sebelum saya terlalu jauh membahas ini, saya sebenarnya ingin memastikan benar atau tidaknya berita itu. dimanakah lokasi tepatnya, siapa saja yang telibat.
atau malah jangan-jangan ini terkait “black campaign” menjelang pemilihan Bupati yang tidak lama lagi.
siapa tahu ? ah ………..sebaiknya saya pastikan dulu saja


acara ngopi santai setelah acara dari kiri ke kanan : Kadisdik Kab Samosir J Sagala, Pdt Silalahi, Bupati Kab Samosir Mangindar Simbolon, Pimpinan UT Batam Paken Pandiangan, Mahasiswa IPB Budimantua Simarmata, Mahasiswi UGM Maris sitanggang























