2011
Ada-ada saja memang hal baru disetiap waktu, namun ditahun ini seolha-olah waktu begitu sulit beranjak atau aku memang yang sudah terpaku dan mengalami kelembaman yang tinggi, hingga akhirnya sangat sulit untuk ‘moving forward’ ke arah, waktu dan tempat yang lain.
Ada yang bias dalam pandanganku, seolah-olah tak mau melepaskan status yang telah bertahun-tahun kupeluk erat, yakni mahasiswa. Ditahun ini status itu harus segera dilepas dengan upacara bernama Wisuda.
Apakah juga akan melepas status lajang menjadi suami lewat upacara pernikahan ? Ah itu masih jauh dari angan-angan dan belum terbayang.
Otak yang mungkin sudah tumpul bukan karena tak mampu berpikir, namun juga sering karena tidak maunya mengambil resiko. Hal ini akan menjadi kejadian yang berulang setiap ada kesempatan, bukankah kegagalan selalu beriingan dengan kesuksesan ? maslahnya hanya beda waktu dan tempat, kesempatannya selalu sama. Karena mereka di ciptakan sepaket.
2011
Tak banyak yang bisa kutulis saat ini, hanya saja berharap api tak padam.
Bandung, Lab Ekpplorasi Lantai 3 ITB
Lembayung Kota Keraton
By : Raja Simarmata
Menurut berita di TV malam ini akan ada gerhana, begitu juga di milis-milis yang aku ikuti semua memforward berita yang sama ‘Jangan lewatkan, malam ini ada gerhana’ inbox emailku menerima berita yang sama sebanyak 462, di handphone ada 245 sms dengan isi yang sama, hampir saja handphone ini hang, kalau saja tak kuhapus semua inbox itu.
dua tiga sms ada yang aku baca, ada yang berisi seperti ini
“Gerhana adalah bukti cinta Rama dan Sinta, maka aku mengajak kamu keluar malam ini untuk menyaksikannya”
SMS dari si Rofki, penggombal sejati, aku tahu pasti dia mengirim sms tersebut ke semua nomor wanita yang ada di handphonenya. Kalau ada satu dua yang membalas baru dia follow up. Aku tahu sifat teman satu jurusanku ini, karena pernah ditegur oleh Ibu Dosen Anatomi Hewan. Dia kirim sms gombal ke dosen paling killer di jurusan, tapi anehnya si dosen ga marah, dan kami baru kali itu bisa tertawa satu kelas dengan puas, dengan ucapan Rofki ternyata suka perawan tua. Ya Dosen kami yang Lengkap berumur 50 Tahun pada hari itu. Jadi menurut si ibu dosen itu adalah kado spesial untuknya seseorang mengajaknya kencan dan makan siang di sebuah villa dekat Kaliurang, namun teman kami si Rofki muka merah dan malu-malu seperti babi yang mau disembelih. Sejak saat itu aku lihat si Rofki jadi punya dua handphone.
Aku tak peduli dengan gerhana mala mini, hanya saja jendela kamar aku buka dan kuambil catatan kecilku, kubaca dan akhirnya tiba dihalaman yang bertuliskan :
Kita memang berbeda, aku suka Gita Gutawa sedangkan kau suka Andra n The Backbone, namun lagunya sama ‘Sempurna’.
Dengan langkah sigap kubuka laptopku, suara bass keluar dari speaker.
kau begitu sempurna
di mataku kau begitu indah
kau membuat diriku
akan selalu memujamu
[lirik]
*janganlah kau tinggalkan diriku
takkan mampu menghadapi semua
hanya bersamamu ku akan bisa
reff:
kau adalah darahku
kau adalah jantungku
kau adalah hidupku
lengkapi diriku
oh sayangku kau begitu
sempurna, sempurna
kau genggam tanganku
saat diriku lemah dan terjatuh
kau bisikkan kata
dan hapus semua sesalku
Lagu ini aku dengarkan semalam suntuk, aku putar di mp3player laptopku sampai pagi. Kadang aku ikut bernyayi, terbayang kubernyanyi dengan dia walau hanya lewat Handphone.
***
Secangkir jus sirsak mungkin dapat melepas penat hari ini, ditemani buku saku kupergi ke kantin. Suasana yang ramai ini mungkin saja dapat membuat kejengkelan demi kejengkelan berkurang, di sudut sana masih ada bunga anggrek, dan masih tetap seperti kemaren-kemaren layu dan tidak berbunga. Apakah anggrek itu sedang bersusah hati ? apakah dia tidak dirawat ? atau mungkin anggrek ini tahu perasaanku yang tak menentu ? ah mengada-ada saja, dia kan tanaman.
Teringat terakhir dia berbunga enam bulan yang lalu, bunganya cantik memikat mata yang melihat, batangnya yang kurus mampu menopang hampir seluruh bunganya yang mekar, bahkan saat itu lebih banyak bunganya dari daunnya. Ah jadi teringat juga saat itu aku bersama dia, minum jus disini. Kata-katanya mengingatkanku akan tempat ini. Bunga itu juga bisa mengerti perasaan manusia loh, kalau tak percaya coba saja kau siram bunga itu nanti dia akan tahu perasaanmu. Hal ini diucapkan dua minggu sebelum anggrek ini berbunga, dan bodohnya akupun menuruti apa yang dia katakan, aku ambil air minum dari bontot di tasku, sebagian kusiramkan pada anggrek itu.
Anggrek, kapan kau berbunga seperti dulu ? Warna ungu alami menyejukkan hati. Seperti dulu menjadi pusat perhatian. Bagiaman tidak, teman yang dari kampus kala itu ada yang berfoto ria di samping anggrek yang berbunga itu, tentunya dengan pasangan masing-masing.
Tiba-tiba kutersadar dari lamunan seseorang berkata “Pesan apa Mba ?”
Lelaki berbaju merah lengkap dengan pulpen dan kertas di tangannya, celana hitamnya mendekat ke meja tempatku. Kucuekin saja, dan kulepas pandangan kea rah luar dari kantin ini. Namun dia mengulang lagi “Maaf mba, mau pesan apa ya ?”
Kupandangi dia, dan sepertinya aku mengenalnya, tapi siapa ya ? Oh si…
“Saya tahu, pasti pesan jus sirsak dan satu lagi jus alpukat” ujarnya seolah-olah sudah tahu
Aku jawab “Ga pake jus alpukat mas”
“Oh Masnya kemana mba ?”
Wah aneh juga pelayan jaman sekarang, apa ia sudah merangkap intelijen ya pikirku dalam hati. Namun tak mau beruburuk sangka aku jawab juga.
“Masnya ga ada, jadi Jus sirsak aja”
Buku catatan kecilku kubolak balik, kucoba membaca-baca sekedarnya, dan kulihat catatan yang berbeda dengan tulisanku.
‘Aku mencintaimu dengan cara yang berbeda, maaf kutak bisa ucapkan selamat malam untuk tiap malammu, tak juga ku mampu menyapamu setiap pagi di tiap bangun tidurmu’
Geli juga membaca tulisan itu, ditulis satu halaman plus digaris bawahi, namun tiba-tiba kusadari itu tak lebih dari nyanyian sumbang dan ucapan kosong tak bermakna. Kupikir ucapan ini adalah rayuan gombal yang sangat mandraguna.
Saat ini aku merasa sendiri, bahkan ditengah keramaian kantin ini. Gelak tawa orang-orang disamping kiri kanan tak mampu kudengar, hanya mulut mereka saja yang mampu kuperhatikan kadang menganga menampakkan gigi mereka. Terkadang kulihat lebih sering mulut itu terbuka daripada tertutup, namun kutetap sendiri.
Kucoba senyum termanis walau dalam hati kuterasa pilu, bagiamana tidak itu semua ingatan masa lalu, kuhabiskan tigaperempat gelas jus sirsak itu, seperempat lagi diam-diam aku bergerak kearah pot anggrek, kusiramkan padanya tanpa perasaan berdosa. Kuperhatikan sekeliling tak ada yang memperhatikan, dalam hati kuberkata aku ternyata nekat juga.
“Mba ngapain ?”
Tiba-tiba suara itu seperti menusuk jantungku, sebentar kupucat dan berusaha menenangkan diri, ternyata pelayan yang mengantar jus tadi.
“Ah ga apa-apa mas, hanya melihat anggreknya saja” Ucapku sambil melangkah ke kasir, kemudian pergi meninggalkan kantin itu dengan sedikit tergesa-gesa, ku pegang buku Struktur Tumbuhan ditangan kiri.
Di pintu ke luar aku berpapasan dengan pelayan tadi, namun ku pura-pura tak melihat
“Wah ilmu baru ya mbak, Anggrek dikasih minum Jus Sirsak, supaya anggreknya cepat berbunga ya mbak ?, Emang dipelajari di kampus seperti itu ya ?”
Aku percepat langkahku, takut dipermaslahkan dengan tingkah konyolku tadi, kemudian kuberbalik sebentar dan kusenyumi mas yang ngomong barusan. Sambil berjalan berusaha kusadari omongannya, dipelajari di kampus ya mbak ? Sejak kapan pula tanaman dikasih minum Jus ?. Namun kutertawa geli aja dalam hati, setidaknya rasa sepiku terlewatkan dengan tertawa walau dalam hati dengan tingkahku hari ini. Setidaknya buat seminggu ini jangan ke kantin itu dulu. Lebih baik jalan ke Malioboro saja sehabis kuliah.
***
Aku ambil handphone di saku, kuperhatikan ternyata ada 15 sms, wah ko sms hari ini sedikit sekali ya ? Biasanya setiba di kamar kosan aku memperhatikan ada 85 sms, karena itulah hp aku silent dan baru aku lihat setelah sampai di rumah.
Kubaca pesan singkat di inbox isinya : ‘bunga ringan, proses sehari, syarat mudah hanya KTP dan KK Hub 08XXX’. Hmmm sejak kapan saya butuh kredit ya ? ini mungkin sms nyasar, atau memang sengaja di sasarkan. Ada lagi sms minta kenalan, sms dapat hadiah tv, mobil dan rumah. Hah, semuanya penipuan belaka yang marak akhir-akhir ini. Mungkin orang sudah banyak yang ga waras, dan mudah saja percaya isi pesan kotak mungil yang bisa bicara ini.
Ada lagi yang bilang : ‘Nak isikan mama pulsa ya, mama lagi pinjam hape teman, tolong isikan pulsa 100.000 ke nomor 085XXX’
Hah ? mana mungkin, mamaku saja tak bisa sms, hape bututnya hanya digunakan menelepon dan menerima telepon. Dan kalau dalam keadaan terpaksa handphone itu multifungsi melempar anjing yang menggonggonginya di pasar ikan.
Kuhapus sms tak penting itu, setelah sebelumnya membalas sms hadiah undian 100Juta.
“Mas/mba uang hadiah yang 100juta buat anda saja dan keluarga, lumayan bisa dipergunakan pesta pernikahan atau buat beli pulsa. semoga bermanfaat”
Sms terakhir “Aku datang ke Jogja ya Tina”
SMS singkat namun membuat jantungku berdegup kencang, apakah mungkin ia datang ke jogja ? Sudah hampir satu semester tak ada komunikasi, sekarang dia bilang mau ke jogja ? Aku tak percaya, segera kubayangkan diriku seorang Rektor yang mendapati mahasiswanya tidak masuk kuliah dalam satu semester, dan yang paling cocok kuberikan adalah Surat Penghargaan “DROP OUT”.
Tapi akukan bukan rektor ? hati kecilku ikut berbicara.
Kuperhatikan lebih detail, nomor pengirim tak terdaftar dihpku.
Mungkin salah kirim pikirku, namun detak jantungku makin keras.
Pikiranku mulai melayang tak menentu, membayangkan dia sudah duduk di sofa kosanku. Yah memang ruang tamu kosan ini kelihatan dari jendela kamarku, sehingga kalau dia datang tinggal berteriak aja dari bawah, karena aku berada di lantai dua.
Semakin lama kumenunggu dan gelisah tak menentu, ada rasa benci namun juga rindu, ah mungkin saja juga cemburu.
Ternyata dia sudah berada di depan pintu, belnya dibunyikan. Makin lama makin jelas dan makin kencang suara belnya.
Ting..Tong….Ting Tong
Suara bel itu berulang sampai lima kali.
Dengan langkah ragu aku bergerak menuju pintu rumah yang berada di lantai satu, dengan sedikit gugup kubuka pintu.
Ko lama sekali buka pintunya sayang ? Langsung dia cium pipiku kiri kemudian yang kanan. Aku dipeluknya, kudengar dia berbicara di dekat telingaku “Sayang, kamu kelihatan bingung. Ada apa ?”
Kupandangi sekeliling walau aku masih dalam pelukannya, kuperhatikan ada yang berbeda. Ini bukan sofa yang di ruang tamu, itu juga bukan daun pintu kosan, dan ….
Kusandarkan kepalaku pada dadanya yang bidang, kupeluk hangat pria di depanku.
“Kamu baik-baik sajakan sayang” ucapnya lengkap dengan kecupan di kening.
Aku tetap diam seolah tak percaya, namun tiba-tiba lelaki membopongku masuk rumah sambil tangannya membawa tas kerja.
“Kenapa, kamu sakit Sayang?”
“Sana gih mandi, dah bau” ucapku tanpa menjawab pertanyaannya.
“ Bau ? Tapi kamu sukakan ?” Ucapnya sambil mencubit pipi kiri dan kananku.
“Iya, iya sayang, cepat mandi buruan ntar anak-anak pada pulang”
Tanpa ditanya aku memberitahu “ Pah, anak-anak les Piano Doni Music dan yang Bungsu lagi renang “
Diapun bergegas ke kamar mandi.
***
Khayalankah ini ? kenapa sungguh-sungguh terasa hidup. Namun ku tak tahu dimana dia sekarang berada, Apakah dia seberuntung diriku ? Aku mendapatkan Pendamping hidup yang baik, perhatian dan kami dikaruniai lima orang anak. Tiba-tiba kubertanya Apakah Lelaki penuh impian itu sudah menikah ? siapakah wanita itu ? sudah berapakah anaknya ?
Kuberanikan bertanya pada diriku apakah ada cinta yang tinggal walau sedikit, masih mampu membakar hatiku ? Ah untung saja ini hanya sekedar khayalan, ingatan lama yang mungkin saja tak bermakna. Mungkin ?
(Bersambung…!!!)
Inkulturasi Budaya
Setiap waktu manusia berada dalam kebudayaan tertentu, ada kalanya tetap mempertahankan budaya sendiri tanpa terpengaruh budaya dariluar, namun di lain sisi ada juga suatu kebudayaan yang punah karena budaya baru. ada yang pubah dengan sendirinya, ada yang memang sengaja dipunahkan biasanya karena perang.
Salan satu Inkulturasi budaya di kampung saya, 
Gambar : Gerja Katolik berbentuk Rumah Adat Batak
Aquifer di sekitar kita
Aquifer
Aquifer dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Akifer adalah lapisan yang mengandung dan mengalirkan air dalam jumlah yang ekonomis. Contoh : lapisan pasir, batu pasir, batu gamping yang berlubang dan retak-retak.
Di dalam alam akifer dijumpai dalam berbagai kedalaman, semakin dangkal akifer biasanya semakin mudah untuk dimanfaatkan, seperti menggunakan sumur timba.
Air yang keluar dari akifer tententu biasanya berbentuk mata air (bila kelauarnya secara alamai), akan tetapi sekarang teknologi dan kemampuan manusia sudah mampu mengeksploitasi akifer yang berada jauh di bawah tanah dengan menggunakan pompa.
Akiklud (Aquiclud) merupakan lapisan kedap air yang mampu menyimpan tapi tidak dapat mengalirkan dalam jumlah yang berarti misalnya lempung, shale, tuf halus, silt, batu ukuran lempung
Akifug (Aquifug) adalah lapisan batuan kedap air yang tidak menyimpan dan tidak mengalirkan , misalnya granit yang kompak, keras, padat.
Akitar (Aquitard) adalah lapisan yang dapat menyimpan air dan mengalirkan dalam jumlah terbatas, misalnya lempung pasiran (sandy clay).
Tipe – tipe Akifer
Unconfined aquifer adalah akifer yang tidak tertekan dimana lapisan permeable pada bagian bawahnya dibatasi oleh lapisan impermeable atau kedap air. Tipe akifer ini sangat umum dijumpai sebagai lapisan air tanah dangkal (Shallow Grounwater)
Confined Aquifer adalah akifer yang tertekan dimana lapisan yang permeable baik di atas dan dibawahnya dibatasi lapisan kedap air (impermeable) contoh : Air tanah dalam (Deep ground water)
Apabila air tnaha ini bocor atau muncul ke permukaan maka disebut air tanah artesis, mata air tersebut akan muncrat dan mencapai ketinggian tertentu (sejajar dengan potensial head)
Leaky Aquifer adalah akifer semi confined dimana lapisan yang permeable di atas dan di bawahnya dibatasi oleh lapisan semi permeable.
Idealized Aquifer adalah akifer yang diasumsikan homogeny dan isothropik (1), untuk meudahan perhitungan matematik.
Air merupakan kebutuhan utama manusia, sehingga ilmu pengetahuan dikembangkan untuk mempelajari keberadaan air, menjaga keberlangsungan suatu akifer air. Apabila air telalu banyak diambil dari suatu akifer maka akan terjadi penurunan muka air tanah, dalam waktu yang lama keberadaan air dalam akifer tersebut bisa habis, atau seperti kasus di Jakarta air laut akan mengisi akifer sehingga tercemar dan tidak dapat di konsumsi langsung.
Air akan masuk ke akifer berdasarkan imbuhan yang ada di muka bumi, semakin sulit masuknya air masuk ke dalam tanah, maka imbuhan air yang masuk juga semakin kecil. Misalnya : dikota-koa besar, halaman sudah di beton, sehingga air sulit masuk ke dalam tanah, cenderung tidak bisa.
Gambar : Arah Aliran Air Tanah
Sebagai Contoh di daerah bandung
- Akuifer dangkal, ditemukan pada kedalaman antaran 0 – 35 m, bmt, jenis akuifer nya tidak tertekan.
- Akuifer tengah, mempunyai kedalaman sekitar 40-150 m, bmt, terutama disusun oleh Formasi Cibereum, dan Formasi Kosambi. Akuifer ini merupakan akuifer setengah tertekan sampai tertekan.
- Akuifer dalam, dengan kedalaman lebih dari 150 m, bmt, terutama disusun oleh Formasi Cikapundung, dan merupakan akuifer setengah tertekan sampai tertekan. (2)

Gambar : Peta cekungan Air Tanah Bandung (3)
Gambar: Peta Zona Konservasi Airtanah Cekungan Bandung (4)
Dari gambar diatas dapat kita lihat adalanya lokasi yang kritis, yang berwarna merah merupakan Zona kritis, hal ini bisa disebabkan berbagai hal seperti eksploitasi air tanah yang berlebihan.
Sekian dulu, ….
Keterangan
- Isotrhopik menyatakan kecepatan aliran air sama ke segala arah, Anisothropik adanya perbedaan yang signifikan konduktifitas hidrolik vertical (Kv) dengan Konduktifitas hidrolik horizontal (Kh).
- Dari berbagai sumber; google.com,
- Sumber :LPPM ITB – Distamben Jabar, 2002.
- Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat, 2002
Kerangka tak Bertulang
Bukankah hujan itu yang selalu kau nanti, bukankah butir-butir hujan itu menjadi sahabatmu yang mendukung keinginanmu, di bawah awan mendung kau tetap senyum. Hujan tak menjadi alasan meneruskan langkah, bahkan badai sekalipun bukanlah halangan untuk berpindah, semua itu fana, semua itu semu dan tak ada yang abadi. Namun kau tetap tersenyum.
Di lorong yang gelap kau derapkan langkahmu, berusaha melewati, mendapatkan sinar di daerah seberang. Tak tahu sejauh mana sinar itu, tak tahu adakah lubang ditengah jalan, apakah jalannya bagus atau rusak, berliku atau lurus, tak perduli yang pasti jalan terus.
Ayam saja tetap berkokok, harimau tetap mengaum, kambing tetap mengembek dan tak mungkin burung mengeong dan tak mungkin juga kucing menggonggong. So kenapa harus takut, ini dunia penuh liku-liku, semuanya bisa berpendapat. Ada bilik biru di seberang jalan, ada toko bercat merah menjual pisau, di pojok sana ada pengemis terlunta-lunta dengan sarungnya. Ya sarung yang telah satu semester tidak dicuci, sama dengan buku mahasiswa yang satu semester tak dibuka, walau besok ada mata kuliah itu. Bukankah angkot tetap beroperasi, pak polisi tetap menjadi wasit di pinggir jalan. Ini dunia yang terus berjalan, tak mau menjadi korban, dan tak mau pula mengorbankan. Ini bukan jaman jahilyah, seorang perempuan yang dilempar batu karena seorang pria lebih tinggi harkat dibanding kaum hawa.
Sekarang dunia sudah balas dendam, setiap wanita dilindungi dibalik jubahnya, kaum adam adalah pelaku kesalahan walau kaum hawa adalah sumber masalahnya. Arah mata panah dihujamkan ke jantung arjuna, sang dewi tertawa dalam tangisan air mata buaya. Bukankah buaya pemakan daging, bukan hanya daging, bangkai sekalipun tak luput dari mulutnya. Tak ada yang benar-benar mau tahu, karena memang tak pantas untuk ditahu, siapa yang bisa mengukur minat, siapa yang tahu satuannya niat. Sejauh mana bisa ditahu isi pikiran, kecuali kebohongan dari mulut yang berbusa, bukankah pelangi itu adalah cahaya putih. Dimanapun pasti kita bisa menmukan pelangi, dengan ‘prisma’ masing-masing. Mungkinkah matahari tak bersinar, akankah semua bumi menjadi terang ??
Kotak pandora akan dibuka, akan ketahuan kesalahan yang dibalut kepura-puraan, kekhilafan terselelubung ketidaktahuan, dan niat jelek terbungkus dengan rasa polos.
Diam mungkin adalah jawaban, akan tetapi diam juga menjadi masalah. Ada yang bisa melihat cahaya dalam kegelapan, namun disana ada juga tetap melihat kegagalan dan tak bisa mencari arah.
Ini bukanlah masalah konsekuensi dari kegagalan, hanya saja merubah arah, mencari cahaya dalam gelap jika dimungkinkan akan membawa lilin.
***
Satu-satunya orang yang tidak membuat kesalahan adalah orang yang tidak berbuat apa-apa, Jangan takut pada kesalahan, dengan syarat Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
–Franklin Delano Roosevelt–
Franklin Delano Roosevelt Adalah presiden Amerika Serikat ke-32 dan merupakan satu-satunya Presiden Amerika yang terpilih empat kali dalam masa jabatan dari tahun 1933 hingga 1945.
Selamat Ulang tahun Butet
[Tulisan selengkapnya, belum bisa diposting karena sesuatu alasan]
Selamat Ulang tahun ya butet, baik2 kuliah di UI, kami sekeluarga mendukungmu.
22 Februari 2011
Adikku Varida megawati Simarmata, Jurusan Hukum Universitas Indonesia.









