mychoice

my choise make me life

“Lilin” itu bernama Pendidikan

tulisan selengkapnya dapat didownload laporan-pelaksanaan-kegiatan-try-out-spmb-april-2008

atau kalau ga bisa di save akan saya kirim ke email saudara/i

“Lilin” yang sudah menyala itu bernama Pendidikan

Pada tanggal 26 april dilaksanakan try Out SPMB di kabupaten samosir, dari kegiatan tersebut diperoleh persentase kemampuan siswa/I (dalam lampiran).

Apakah anda akan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya setelah lulus SMA ?

Dari kuesioner yang diampirkan di LJK try out diperoleh bahwa Sekitar

85.5% menyatakan akan melanjut keperguruan tinggi,

14.4 % menyatakan tidak melanjut,

dan 0.1 % menyatakan masih bingung (tidak tahu).

Apa alasan anda tidak melanjutkan ke perguruan tinggi ?

95.5% menjawab masalah financial (dana) menjadi alasan utama tidak melanjut ke perguruan tinggi,

4.5% menyatakan bahwa mereka hendak mencari pekerjaan. Dan 0% yang menyatakan bahwa mereka akan menikah.

Apakah anda mencintai samosir ?

Hampir 100 % meyatakan ya, hanya 2 orang menyatakan tidak. Artinya adalah bahwa generasimuda yang SMA sekarang dalam kedepannya akan mempunyai kepedulian kepada samosir.

Kita dapat melihat kemampuan siswa didik yang ada disamosir

Dari grafik diatas diketahui bahwa siswa/i samosir mempunyai kemampuan menonjol walaupun sebarannya tidak merata. Kemampuan siswa yang relative tinggi didominasi oleh SMA N 1 Pangururan.

Ada beberapa siswa/I samosir yang mempunyai kemampuan yang sangat menonjol, mungkin ini termasuk orang-orang pintar seperti pernyataan Prof. Yohannes Surya bahwa dari setiap 10000 orang siswa Indonesia pasti ada yang jenius. Ada kemungkinan yang satu itu adalah siswa SMA kabupaten Samosir.

Gambar : grafik kemampuan IPA siswa/i SMA kabupaten samosir berdasarkan hasil try out

Persentase hasil kemampuan siswa IPS Samosir (29 orang teratas)

Dengan melihat grafik diatas diketahui bahwa ada siswa yang mempunyai kemampuan lebih yang signifikan.

(sebagai gambaran saja nilai SPMB 40% sudah dapat lulus di ITB, UI, UGM, IPB dll)

dokumentasi kegiatan

siswi yang sedang mengerjakan soal

serius mengerjakan soal (jangan ada yang nyontek oiiiiiii)

dalam keadaan sekolah seadanya tetap semangat

mahasiswa dari medan dengan guru-guru SMA N 2

Chandra Sitanggang (Mahasiswa Unimed Medan) sedang mengawas

Helmina Sipayung sedang mengawas

kalau ngerjakan itu hanya satu jawaban yang dibulatin ya dek !!!

Narsisme kawan-kawan setelah acara try out selesai

Laporan Keuangan

Kegiatan ini masih membutuhkan dukungan untuk menutupi kekurangan dana Rp 1.391.500

Kami sangat mengaharapkan bantuan teman-teman semua, bantuan dapat dikirimkan ke
No rekening              : 0107560315
Kantor cabang            : Bank BNI ITB Bandung       
Atas nama                : Peri Turnip
 
Atau :
No rekening              : 7770656316 
Kantor cabang            : Bank BCA KCU DAGO 
Atas nama                : Samuel Zulkhifly Sinaga
Atau :
No rekening              : 131-00-0486869-3 
Kantor cabang            : Bank Mandiri    
Atas nama                : Guntur Purba Siboro

Terimakasih kepada komunitas TobaDreams, viky Sianipar, yang telah mendukung kegiatan penduli pendidikan samosir. Terima kasih kepada semua donatur keluarga sianipar, Jeriko Silalahi, Frengky Pasaribu, Marudut Pasaribu, Sahat M Nainggolan. Terimakasih kepada kepala sekolah dan para guru atas dukungannya, terimakasih kepada teman-teman mahasiswa Unimed, Mahasiswa Unikom, teman-teman sesamosir dan juga kepada Institut Sosial Humaniora Tiang Bendera ITB atas segala bantuan dan kerjasamanya.

Kami sangat berharap kejasamanya dalam kegiatan selanjutnya.

Demikian laporang ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya.

Terimakasih



Mei 7, 2008 Ditulis oleh rajasimarmata | Uncategorized | | Tidak ada Komentar

menyalakan lilin kecil

Daripada menyalahkan “kegelapan”

Bukankah Lebih baik mencoba menyalakan sebatang lilin?

Mungkin inilah salah satu lilinnya

Tulisan lengkapnya dapat di download (.pdf) : nyalakan-lilin-di-samosir

Tak semua orang mau menyalakan lilin, walaupun itu hanya lilin kecil ketika melihat suatu kegelapan. Kendatipun sebenarnya semuanya mampu. Hal ini yang membuatku melihat perbedaan pada diri seseorang. Dan sifat ini jelas-jelas aku lihat pada diri seorang musisi, vikki sianiparlah orang yang pertama menyalakan lilin, musisi inilah yang pertama menyetujui gagasan ini. Begitu antusiasnya bang vikki ini sampai mau repot kesana kemari menghubungi orang-orang yang mau menyalakan lilin. begitulah yang aku lihat ketika diundang bang vikki ke acara tobadreams dialogue di tebet jakarta selatan, yang pada saat itu pembicaranya adalah pak Luhut panjaitan, pendiri Politeknik Informatika DEL laguboti. dengan topik membangun pendidikan bona pasogit.

lilin ini hanyalah lilin kecil, akan tetapi sekecil apapun lilin ketika dinyalakan dalam kegelapan akan memberikan dampak yang signifikan.

jika kita melihat ketidakberesan negeri ini hampir sama saja kita melihat kegelapan, tanpa ada yang mau menyalakan penerang. Pak luhut panjaitan sudah menyalakan lilin tersebut di laguboti dengan universitas yang telas beliau dirikan. Universitas Del tersebut telah mampu menjadi penerang kegelapan di sumatera utara.

Lilin itu benama pendidikan

Pendidikan adalah sebuah proses untuk mengembangkan pengetahuan, keahlian dan karakter dari individu baik secara ide maupun eksperimen. Tugas utama dari pendidikan tersebut ialah menanamkan keinginan belajar dan memberikan fasilitas untuk belajar, sehingga keadaan ini akan menghasilkan individu yang akan selalu belajar, dan bukan individu yang tidak belajar lagi setelah individu tersebut menyelesaikan proses pendidikan.

konsep digram proses pendidikan

eiring dengan berkembangnya sistem pendidikan, dimana proses pendidikan tersebut dibagi dalam beberapa strata maka diperlukan sebuah proses evaluasi dengan standar tertentu untuk menilai apakah individu tersebut sudah bisa melanjutkan strata pendidikan pendidikan berikutnya dalam proses pendidikan. Jika individu tersebut berhasil melewati standar minimal tersebut maka dia dapat melanjutkan pendidikan ke strata berikutnya, tetapi jika gagal berarti individu tersebut tidak dapat melanjutkan studi ke strata berikutnya, dengan kata lain individu tersebut harus belajar lebih agar lulus dalam proses evaluasi berikutnya.

diagram black box

Keadaan diatas adalah sekilas pandang tentang pendidikan secara umum, perlu kita ingat bahwa keadaan diatas hanya bisa berlaku jika tugas utama pendidikan tersebut sudah dipenuhi oleh otoritas yang melakukan evaluasi.

Lalu apa hubungannya dengan SPMB ??

SPMB merupakan salah satu bentuk evaluasi untuk menuju strata pendidikan yang lebih tinggi yaitu Perguruan tinggi. Dari pemaparan diatas kita bisa melihat bahwa untuk mencapai strata yang lebih tinggi dalam proses pendidikan setiap individu harus mengikuti proses evaluasi (ujian) dan lulus dari standar evaluasi tersebut, tetapi tidak demikian halnya untuk mencapai PTN (perguruan tinggi negeri). Untuk mencapai PTN tidak ada nilai ambang minimum yang harus dilewati setiap individu. Adapun yang menjadi acuan dalam ujian SPMB ialah jumlah peminat dengan jumlah bangku yang ada di jurusan perguruan tinggi tersebut.

Contoh.

Jika ada 1000 individu memilih jurusan X yang ada pada perguruan tinggi A, dimana jumlah bangku untuk mahasiswa baru adalah 100 maka yang masuk jurusan X adalah individu-individu yang skornya 100 teratas.

siswa yang sedang belajar

Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa SPMB merupakan ajang persaingan antar lulusan SMU untuk mencapai PTN yang dicita-citakan setiap individu tersebut. Dengan keadaan ini maka sangat perlu bagi individu-individu peserta SPMB untuk mengetahui sampai dimana kemampuan mereka. Seperti kata Sun Tzu “ketahuilah dirimu ketahui lawanmu dan ketahuilah medannya”. Caranya ialah dengan mengikuti try-out (faktor internal), mengetahui batas skor minimal yang masih diterima di jurusan yang diminati dari data beberapa tahun terakhir.

Berlandaskan pada pemikiran ini maka kami berpikir bahwa siswa-siswi di Samosir perlu mengikuti try out. Dengan try out ini mereka bisa mengetahui kemampuan mereka secara kuantitatif dan dapat menentukan strategi terbaik untuk menghadapi SPMB sehingga nantinya mereka bisa masuk ke universitas yang mereka inginkan.

pengambilan keputusan

    
    Tujuan
Dengan landasan pemikiran diatas, maka diambil beberapa poin penting yang akan
berusaha diwujudkan yakni  :
a.  Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk SPMB 2008.
b. Pengejewantahan kepedulian kepedulian terhadap samosir

Kegiatan

Untuk mencapai tujuan diatas, maka akan diadakan serangkaian kegiatan yakni :

I. sosialisasi ide

Tujuan :

a. Menyebarkan dan mempertajam ide tentang perlunya try out di kabupaten samosir.

b. Terbentuk jaringan organisasi pemuda samosir baik yang berada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera Utara

c. Terbentuk panitia pelaksana lokal yang akan mempersiapkan pelaksanaan Try Out di 3 SMA kabupaten Samosir.

d. Perancangan soal-soal dan pembahasan

Waktu : 15-18 April 2008

Metode : diskusi ringan dan saling berkomunikasi dengan teman lewat sms

II. Mencari dana operasional dan pematangan rencana kegiata

Tidak dapat dipungkiri adalah dana adalah salah satu bagian terpenting supaya terlaksana kegiatan ini.

Tujuan   :
a.    Mendapatkan dana untuk keberlangsungan acara ini
b.    Mencari orang-orang yang masih peduli terhadap Pendidikan Samosir
          III.          Melaksanakan Try out di kabupaten Samosir   

Tujuan :
a.    Melatih siswa-siswi Samosir menjawab soal-soal SPMB
b.    Memberitahukan ide dan strategi dalam menghadapi SPMB 2008
c.    Sebagai feedback bagi siswa-siswi Samosir dalam mengambil keputusan memilih
 jurusan/universitas.
Waktu      : 26 April 2008
Peserta    : Siswa-siswi SMAN 1, SMAN 2, dan SMA Santo Mikhael Pangururan.
          IV.           Hasil dan Analisis
Tujuan :
a.    Mengetahui hasil dari try out 
b.    Mengetahui perbandingan kemampuan siwa SMA dengan mahasiswa

Waktu : 28 April 2008
Tempat : Bandung

Kepanitiaan

Kepanitiaan awal dari kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang anak muda yang merasa peduli dengan pendidikan di kampung halaman. Terbagi di dua bagian yaitu pertama mahasiswa yang berada di Bandung berfungsi membuat soal dan mengatur perencanaan,kedua mahasiswa yang berdomisili di medan berfungsi untuk sosialisai ke sekolah sekaligus pelaksana di Samosir. Memang kami belum memiliki wadah organisasi yang formal untuk melaksanakan kegiatan ini, akan tetapi kami semua merasa pedulii terhadap pendidikan Samosir. Walaupun beberapa yang tergabung dalam kegiatan ini bukan hanya orang-orang yang berasal dari Samosir asli.

Susunan kepanitiaan sebagai berikut :

Penanggung Jawab : Raja Sondang Simarmata

Anggota yang tergabung dalam kegiatan ini :

Raja Sondang Simarmarta : Teknik Pertambangan ITB

Peri Turnip : Matematika ITB

Risman Simanjorang : FTSL ITB 2007

Guntur Petrus B. K. : Teknik Elektro ITB

Teman-teman yang ikut membantu dalam pembuatan soal-soal

Bornok Gultom : Teknik Kimia ITB

Samuel Sinaga : Teknik Perminyakan ITB

Nataneil Horansil : Teknik Pertambangan ITB

Mardy Turnip : Teknik Informatika ITENAS

Ariandoro van Holmes Simbolon : Ilmu Komputer UNIKOM

Peri Turnip : Matematika ITB

Risman Simanjorang : FTSL ITB

Teman-teman Pelaksana di Medan

Candra Sitanggang : PPKn UNIMED

Bintua Sitohang : Manajemen USU

Duroma : Ekonomi UNIMED

Windu Manik : PPKn UNIMED

Lina Naibaho : UNIMED

Helmina Sipayung, Rudi Simbolon, Adriana Tamba dkk.

Contact Person

Segala Informasi  yang berkaitan dengan kegiatan diatas dapat dikonfirmasikan secara
      lansung kepada :
Nama Telepon Email
Raja simarmata 081944230460 raja@students.itb.ac.id raja.simarmata@yahoo.co.id
Peri Turnip 081394394462 turnip_fbi@yahoo.comturnip_18@students.itb.ac.id
Risman Simanjorang 085294632410 man_joeranx@yahoo.com bapas@students.itb.ac.id
 

Segala bantuan anda dapat di kirimkan ke
No rekening                   : 0107560315
Kantor cabang                 : Bank BNI ITB Bandung 
Atas nama                     : Peri Turnip

Atau :

No rekening                   : 7770656316 
Kantor cabang                 : Bank BCA KCU DAGO
Atas nama                     : Samuel Zulkhifly Sinaga

Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal menuju
terwujudnya cita-cita bersama yakni membangun pendidikan di kabupaten
Samosir. Kegiatan ini merupakan sugesti awal untuk kegiatan selanjutnya.
Besar harapan kami akan terlaksananya kegiatan ini, dan untuk itu,
dukungan dari anda semua baik ide maupun material sangat kami harapkan. 

Terima Kasih. 

 Anggaran Dana 

biaya yang dibutuhkan

*) Peringkat I hadiah Rp 300.000

Peringkat II hadiah Rp 200.000

Peringkat III hadiah Rp 100.000

informasi lengkap tulisan diatas dapat di download (nyalakan lilin disamosir.pdf) pada link diatas.

berita lengkap tentang kegiatan ini akan menyusul beserta laporannya setelah selesai diperiksa di bandung. kira-kira semingguanlagilah.

April 27, 2008 Ditulis oleh rajasimarmata | daerah, pemikiran, pendidikan, samosir | | & Komentar

Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?

sebenarnya saat ini aku sedang sibuk dengan kuliah, ngerjain tugas dan persiapan ujian tanggal 10 pril ini. belum lagi beberapa kerjaan yang sangat penting belum kelar. Tapi entah kenapa pikiran ini pengen memberitaakan hal ini, ga tenang sebelum tulisan ini selesai. sebelumnya buat rekan2 yang saya janji deadline mohon maaf atas segala keterlambatan progress saya. salam

Potret kebobrokan sistem pendidikan di Samosir ?

Raja Sondang Simarmata (raja.simarmata@yahoo.co.id)

semoga tulisan ini tidak hanya menjadi tumpukan kertas usang

akan tetapi menjadi hantu yang selalu membuat kita berlari

Semua orang mungkin sepakat bahwa pendidikan merupakan sektor yang sangat menentukan dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Meningkatnya SDM dapat menjadi penggerak pembangunan di Kabupaten Samosir, dengan semakin tingginya sumberdaya manusia yang ada di daerah mungkin akan dapat membuat bona pasogit ini keluar dari predikat kabupaten tertinggal (1). Dengan semakin meningkatnya SDM maka kemungkinan sejahterahnya masyarakat samosir akan lebih tinggi. Dan bahkan dapat mewujudkan visi samosir mensejaterahkan penduduknya (2) . Salah satu indikator SDM adalah pendidikan, dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dapat dipastikan bahwa sumber daya masyarakat samosir akan semakin tinggi dan proses mencapai kesejahteraan akan semakin cepat.

Namun bagaimanakah proses pendidikan yang tengah berlangsung di kabupaten tertinggal ini perlu dipertanyakan. Sekitar tiga minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 15 mei 2008 diadakan try out (simulasi) UAN di kabupaten samosir, menurut informasi yang saya dapat, simulasi yang diadakan oleh universitas Methodist medan ini diikuti oleh seluruh murid SMA sekabupaten samosir. Dari hasil simulasi diketahui bahwa varida megawati berada pada posisi pertama, Bobel pada peringkat kedua, posisi ketiga ditempati oleh siswa dari simanindo. Simulasi yang dilakukan oleh universitas Methodist Medan ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan proyeksi maupun perkiraan hasil yang akan keluar pada UAN SMA tahun 2008 ini. Terus apa yang aneh dengan try out atau simulasi UAN ini ?

Saya sangat terkejut mendengar hasil test ini, hasilnya sangat mencengangkan sekaligus mengecewakan bahwa tak seorangpun putra/putrid samosir yang lulus melewati nilai ambang batas kelulusan yang ditentukan oleh Negara. Kita akan mendengar berita tidak menyenangkan bahwa siswa/i SMA sekabupaten samosir tidak ada yang lulus pada UAN 2008 jika saja pada hari itu dilaksakan Ujian Akhir Negara, bahkan juara satu peserta test tersebut, varida megawati murid SMA negeri 1 pangururan, cukup kebingungan dengan hasil ini. Padahal dia sudah dua kali menduduki posisi pertama dalam try out di samosir.

Mungkin dalam tulisan saya terlalu melebih-lebihkan. Akan tetapi hati saya sungguh terkoyak-koyak mendengar berita ini. Saya tak percaya apa yang saya dengarkan, sedikit banyak saya kenal putra/putrid samosir yang penuh dengan perjuangan. Saya tahu putra-puteri samosir adalah orang-orang yang memiliki semangat, orang yang mau berjuang walaupun putra/i samosir kurang mendapatkan akses layak pada pendidikan yang memadai. Saya berpikir tidak mungkin hal ini terjadi, tapi apa daya ternyata memang begitulan hasilnya.

Saya coba bertanya kenapa kira-kira hasil yang mengecewakan ini yang keluar. “mungkin kami saja yang belum siap” ujar siswi SMA N 1 yang juara. Menurut salah satu guru SMA disamosir bahwa pendidikan disamosir sungguh mengerikan. Walaupun tidak menjelaskan secara rinci mengerikannya bagaimana.

Karena apa kira-kira siswa/i tanah batak ini belum siap ? Apakah benar adanya hasil seperti ini hanya kekurangan dari pelajar saja ? atau apakah mungkin karena kemampuan ratusan guru sma sekabupaten samosir kurang memadai, guru belum sejahtera mungkin ? sudahkah terpenuhi sarana dan prasarana yanglayak di kabupaten kota wisata ini ?

(ada gambar, tapi ko ga muncul yah ???)

Kadang saya ingin menyalahkan dinas pendidikan disamosir, ah tapi tak ada guna juga. Mungkin mereka sudah membuat yang terbaik dalam memajukan pendidikan disamosir. Ataukah memang putra/i samosir sudah mengalami kemunduran ?

Apakah hal ini merupakan suatu perbuatan licik seseorang ? Misalnya suatu bimbingan belajar tertentu yang ingin mengambil untung sebanyak-banyaknya dengan cara memanfaatkan moment ini, ancaman tidak lulus UAN ? dalam hal ini tingkat kesulitan soal simulasi dinaikkan dan alhasil tidak ada yang lulus. Sehingga nantinya para siswa ketakutaan dan akan mendaftar dibimbingan belajar mereka dengan harapan dapat lulus UAN dengan bantuan bimbel.

Ataukah siswa/i SMA sekabupaten samosir sedang mengalami stress karena masa depan pulau samosir tercinta terancam dengan adanya pembabatan hutan ? yang dipastikan akan berakibat buruk pada kehidupan yang akan datang. Mungkin saja mereka berpikir jauh kedepan akan kehidupan dikampung halamannya ujar teman saya orang toraja. “soalnya kampung saya pernah banjir dulu, saya stress berat memikirkan itu. Bahkan menggangu keadaan saya ketika saya kelas 3 SMA” ujar Ronald rantealang mahasiswa ITB asal sulawesi

Atau mungkinkah hal ini pengaruh tuduhan korupsi bapak yang terhormat Mangindar Simbolon, Bupati kabupaten Samosir, terhadap dana pendidikan disamosir ? (3)

Sebenarnya saya tidak ingin menjelek-jelekan seseorang atau siapapun dengan keadaan yang terjadi saat ini, apalagi terhadap pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah berjuang dengan sekuat tenaga dikabupaten tercinta ini. Mudah-mudahan dari teman-teman yang kebetulan membaca tulisan ini mempunyai kepedulian dengan keadaan yang terjadi saat ini.

Yang lebih jelasnya saya beharap siswa/i semuanya lulus pada saat pengumuman UAN Juni 2008. Bagimana mungkin kita memimpikan terlaksananya visi samosir jika pendidikan belum beres. Mungkinkah kedepannya masyarakat samosir akan sejahtera dengan keadaan pendidikan generasi muda seperti ini ? ataukah kita hanya peduli pada alam samosir dan tidak peduli pada manusia disana ?

Kenapa keluar hasil yang memilukan ini masih belum terjawab sampai detik ini.

Mungkin ada siswa samosir yang membaca tulisan ini, saya berharap pergunakan waktu yang tersisa menjelang UAN. Masih ada beberapa bulan lagi, mari kita buktikan orang-orang samosir bukanlah pemalas. Mari kita buktikan anak samosir adalah orang yang berprestasi. Mari kita buktikan kalau kita mampu.

Sebenarnya saya ingin mengirimkan buku soal-soal (hardcopy) yang setidaknya dapat dipelajari akan tetapi sekarang saya belum punya duit he….he. Bohama bahenon mahasiswa dope iba puang, alai adong do hubaen softcopy soal-soal di websitehu (ta manfaathon ma teknologi on ate). Siahkan dibuka www.rajasimarmata.wordpress.com dan di download soal-soal yang ada disana, ada soal UAN dan soal-soal SPMB. Mudah-mudaha aja berguna.

Setelah saya ujian tanggal 10 April akan tambah soal-soal yang lain di website, agar referensi buat siswa/i kabupaten samosir lebih banyak yang memungkinkan peluang lulusnya lebih tinggi. Dan nanti saya berharap kalau sudah pengumuman UAN 2008 saya mendengar berita semua siswa/i sekabupaten samosir lulus (Amin).

Keterangan

01. Kepala Bappeda Sumut Drs RE Nainggolan “terdapat 6 kabupaten yang ditetapkan sebagai kabupaten tertinggal di Sumut dalam RPJM ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah )” Masing-masing Kabupaten Tapanuli Tengah, Nias, Nias Selatan, Dairi, Pakpak Bharat dan Samosir.

02. VISI kabupaten samosir: “Samosir Kabupaten Pariwisata 2010 yang indah, damai dan berbudaya dengan agribisnis berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang lebih sejahtera”. Sumber http://www.samosir.go.id/

03. “Badan Pemerhati Pembangunan Samosir (BPPS) mengadukan Bupati Samosir, Ir Mangindar Simbolon ke KPK Jakarta, terkait dugaan tindak pidana korupsi.” waspada online.

Masyarakat Samosir Mengadu ke KPK” http://www.sinarharapan.co.id

Tinggal diklik saja, kemudian ada pilihan downloads dan save

01. Kemampuan-ips-spmb-2005
02. Kemampuan IPS SPMB
03. Bahasa Inggris
04. Bahasa Indonesia
05. Kemampuan IPS UAN

molo nunnga sude disave parsiajarima, unang holan disave. Asa lulus sude putra-putri samosir horas (Amen)

April 6, 2008 Ditulis oleh rajasimarmata | daerah, pemikiran, pendidikan, samosir | | & Komentar

2008 tano batak menantimu

2008 tano batak menantimu, judul apa pula ini ? tapi ya udahlah mending dilanjutkan aja.

aku percaya bahwa manusia adalah mahluk yang berpikir, bisa berpikir akan segala hal tanpa batasan apapun. bukan tidak mustahil orang akuntan jadi petani atau malah sebaliknya. banyak hal yang bisa dipelajari, bukan hanya teori akan tetapi juga praktek, bukan hanya sains ilmu sosial juga penting.

kemudian aku berpikir apa sebenarnya yang membatasi manusia ? jarak ? ah kalau ini sudah terjawab. ke bulan sudah ada manusia walaupun jarang yang ditempuh sudah sangat jauh (relatif). energi ? kalau ini sudah dieksploitasi manusia ? energi sudah bisa diubah menjadi bentuk lain, dibuatnya gerak (kendaraan dll). dibuatnya panas ( setrika, dispenser). dibuatnya dingin (AC kulkas dll). dan masih banyak hal lain yang sudah bisa dilakukan

terdiam ku terpikir, apa sebenarnya yang membatasi manusia ini ?

merenung hatiku menjawab, ada kok. apa itu ? jawabannya adalah “waktu”. iya waktu, kita masih sangat dibatasi oleh waktu. berapa lamakah kita hidup ? berapa lama kita dalam hidup kita dapat melakukan aktifitas ? berapa lama dalam sehari kita berkegiatan (selain tidur ya) . sangat terbatas ternyata.

kemudia aku terpikir apa yang pentingdilakukan untuk mengatasi keterbatasan ini ? apakah kita perlu menambah waktu (hidup) kita ????

satu lagi pertanyaan yang sangat kontroversial buatku. bagaimana tidak, munculnya opini buat apa berlama-lama hidup tapi menyusahkan ?  tapi disatu pihak muncul lagi birkanlah dia hidup lama supaya dia bisa berubah dan tidak menyusahkan lagi  ?

arggggggggghhhhh

makin bingung saja aku ini, terutama karena kekurang mampuan diriku menatur waktuku dengan baik. banyak pekerjaan yang terbengkalai, banyak tugas kuliah yang keteter, banyak teman yang terlupakan, banyak hal-hal kegiatan yang tidak berjalan sesuai jadwal. ah apakah aku perlu diberi tambahan waktu untuk menyelesaikan itu semua ? apakah perlu diberikan waktu 30 jam dalam satu hari supaya aku bisa menyelesaikan kerjaanku.

bingung juga akhirnya, tapi sedikit deemi sedikit kerjaan yang menumpuk ini mulai kubenahi. web yang aku bikin udah hampir jalan, tulisan yang mau dikirim ke media massa(kompas) belum selesai , masih sekitar 20%. tugas kuliah numpuk 3 belum dikumpul (pengolahan bahan galian, geofisika cebakan mineral, aduh satu lagi lupa). dan persiapan ujian pengolahan mineral industi (tanggal25 maret 200 8)

ini beberapa kerjaan yang terbengkalai

Maret 23, 2008 Ditulis oleh rajasimarmata | baru, daerah, hal baru, pemikiran | | & Komentar

pembalakan hutan 2000HA di TELE Kab. Samosir ??????

Batulkah akan ada pembalakan hutan di daerah tele ?

berikut saya copy email dari seorang sahabat yang berdiskusi disalahsatu milis :

peta samosir

Mari Kita Lawan !!!

Horas ma di hamu sude dongan par Samosir. Tgl 6 Februari lalu, saya dan lima teman (Viky Sianipar, Bismark Sianipar, Charlie Sianipar, Ganda Simanjuntak (Medan), dan sahalak bule Perancis, Laurent), atas nama komunitas Tobadream Jkt, pulang ke Samosir untuk menyiapkan ‘Tobadream Conservation Program’ (TCP).  Di Desa Martoba, Simanindo, kami menyiapkan perjanjian dng pemilik tanah yg sukarela menyerahkan 2 HA tanahnya utk ditanami pohon, mengadakan pertemuan dng teman-teman peneliti voluntir dari Badan Penelitian Kehutanan (BPK) Aek Nauli, Parapat. Juga melakukan sosialisasi dng orang-orang setempat (termasuk politisi-politisi lokal) dan Pemda (Bupati Samosir).

 

Kami juga menjelajahi dataran tinggi Samosir (Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan) dan mengelilingi Samosir hingga daerah Lagundi-Onanrunggu utk memetakan lahan kritis, dan, atas nama pribadi, mencari anak-anak asuh yg secara ekonomis kesusahan meneruskan sekolah. Untuk sementara, kami menyerahkan ke pastor Bernardus Sijabat dari gereja Katolik Paroki Pangururan. Beliaulah yg kami putuskan menyalurkan ‘aek santetek’ ke saudara-saudara kita, anak-anak di desa Sijambur, Salaon Dolok, Sidihoni, Ronggur Nihuta, Parmonangan, yg sangat memerlukan bantuan biaya sekolah.

 

Juga kami temui seorang perajin eceng gondok di Pangururan (Gurning) dan membuat kerjasama utk membantu penjualan produknya di Jkt sekalian membantu disain yg lebih menarik agar diminati kaum muda Jkt. Pertemuan dng Bupati Samosir di rumah dinasnya dilakukan Viky dan Charlie, sementara saya dan Bismark menjelajahi Urat-Sipinggan dan melakukan pemotretan. 

 

Sebagaimana pertemuan kami di Jkt tiga bulan lalu dng Bupati Samosir, keinginan dan maksud kami menggugah warga (terutama para perantau) agar menggiatkan penghutanan kembali daerah Samosir dan sekitar Danau Toba melalui TCP, mendapat dukungan. Kami senang dan tak lupa menekankan bhw program TCP murni swadaya, tak akan membebani keuangan Pemda. Kami hanya mengandalkan partisipasi pribadi-pribadi yg tergerak hatinya utk membantu membeli bibit pohon dan biaya perawatan (menggaji tenaga lokal), dan  tiap rupiah yg kami terima harus bisa dipertanggungjawabk an.

 

Tak dinyana, malam sebelum kembali ke Jkt (9 Feb), kami bertemu dng seorang parnamboruan yg membuka kedai makan di Pangururan. Tanpa bicara panjang lebar, namboruku ini (Ny. Siregar br Situmorang) menyampaikan sebuah berita yg mengejutkan, yakni: Bupati sdh memberi izin ke sebuah perusahaan Korea utk membabat 2000 HA hutan Tele utk dijadikan kebun bunga! Warga Tele dan pemegang hak ulayat (marga Situmorang dari Harianboho, Baniara, Tele, mayoritas keluarga dekat sastrawan Sitor Situmorang) sudah mengajukan protes dan melakukan perlawanan. Namboruku ini pun lantas memintaku agar turut jadi pengacara pemegang hak ulayat (ditambah pengacara lain) untuk menggugat Bupati Samosir. Mendengar berita tsb, saya dan kawan-kawan langsung lemas! Terjadi semacam antiklimaks atas rencana penanaman pohon di Samosir yg dijadwalkan mulai 3 Maret 08. Berulang-ulang saya tanya kebenaran berita tsb,  namboruku itu kemudian memberi dua no.hp paramangudaon di Jkt agar saya hubungi. Malam itu pun langsung kami hubungi teman-teman di Pangururan utk verifikasi karena tak mungkin lagi berangkat ke lokasi (Tele). Ternyata mereka sudah tahu, bahkan pengakuan mereka sudah beberapa kali dimuat di koran-koran terbitan Sumut.

 

“Bah! Ngeri nai puang namasaon!” ucapku spontan.

 

Jelas, kami SANGAT KECEWA. Rencana melakukan penanaman pohon di atas lahan 2 HA, yang kami harapkan akan menjadi semacam “virus” positif bagi seluruh warga dan perantau Samosir dan wilayah-wilayah di Tano Batak utk melakukan hal yg sama, jadi sesuatu yg absurd, dilecehkan, dan “si parengkelon” .

 

Minggu siang (10 Feb), kami ketemu dua teman jurnalis, yakni Alvin Nasution (wartawan Metro Tapanuli/Metro Siantar) dan Andi Siahaan (wartawan dan kontributor Trans TV) di kedai kopi Koktong Siantar dan kemudian menanyakan kebenaran berita tsb. Mereka membenarkan berita tsb dan kata mereka sdh pernah ditulis sebagian pers Sumut. Malamnya di Medan, di rumah Grace Siregar (penggagas Galeri Tondi), kami ungkapkan berita tsb pada teman-teman yg sudah kumpul di sana (Thomson Hs, Alister Nainggolan, Miduk Hutabarat, dll). Mereka pun mengaku sudah mendengar tsb.

 

Setiba di Jkt, dari bandara, saya kirim SMS ke Batara Situmorang (salah satu pewaris hak ulayat) utk menanyakan masalah tsb sekalian langkah-langkah yg sdh mereka tempuh. Jawabannya, mereka sdh menyurati Bupati, beberapa Menteri, dan tengah mengumpulkan beberapa dokumen sbg modal utk tindakan hukum bilamana Bupati tidak menghentikan. Paramangudaon ini pun meminta kesediaanku manakala diperlukan.

 

Tu hamu sude dongan par milis pulosamosir, sian roha naserep hupangido, kami mohon, dukungan utk menggagalkan rencana Bupati Samosir utk membabat hutan Tele seluas 2000 HA, apapun alasan dan tujuannya. (Alasan Bupati, kawasan tsb masuk hutan produksi dan tujuan konversi ke kebun bunga adalah utk meningkatkan pariwisata). 

 

Tak usah pun dikaitkan ke persoalan global warming, kawasan hutan yg mengelilingi Danau Toba sdh tahap sekarat menurut kawan-kawan peneliti kehutanan! Kita tahu persis, hutan-hutan yg mengitari danau yg indah itu sdh terancam dan ekosistem di sekitarnya sudah rusak sejak perusahaan pulp di Sosor Ladang-Porsea beroperasi sejak thn 90-an, ditambah tindakan para pencuri kayu.

 

Masa depan danau kebanggan kita itu, asal-mula para leluhur manusia Batak itu, semakin terancam dan akan semakin hancur bila hutan-hutan yg mengitarinya dihabisi. Tegakah kita membiarkan danau, perbukitan, hutan, dan alam yg sudah menghidupi dan memberangkatkan manusia-manusia Batak utk meraih kemajuan itu dirusak oleh pihak-pihak yg hanya bertujuan meraup keuntungan bagi diri mereka? Saya yakin, tidak!

 

Untuk itu, saudara-saudaraku sekalian, kami imbau agar: IKUT MELAWAN SETIAP TINDAKAN YANG MERUSAK HUTAN DI BONA PASOGIT DAN YANG MENCEMARI DANAU TOBA!

 

Horas

……………………..

(yang lagi kecewa dan sedih)

 demikian isi dari email. Sangat menarik untuk ditindak lanjuti tentang masalah ini, bukan hanya masalah “global warning” akan tetapi juga masalah ketimpangan pada pemerintahan saat ini, banyak hal sebenarnya yang perlu ditelusuri tentang masalah ini. Melihat potensi yang sangat besar di samosir seharusnya bapk bupati sadar akan hal dilakukannya sekarang, karena efek jangka panjangnya sangat merugikan. Apakah ia tidak melihat tenggelamnya beberapa kota di indonesia sebagai santapan diTV. apakah dia tidak sadar  pentingnya fungsi hutan ?

ah sebelum saya terlalu jauh membahas ini, saya sebenarnya ingin memastikan benar atau tidaknya berita itu. dimanakah lokasi tepatnya, siapa saja yang telibat.

atau malah jangan-jangan ini terkait “black campaign” menjelang pemilihan Bupati yang tidak lama lagi.

siapa tahu ? ah ………..sebaiknya saya pastikan dulu saja

Februari 14, 2008 Ditulis oleh rajasimarmata | Uncategorized | | & Komentar

“CARPE DIEM” something new

START WITH A DREAM

Memulai sesuatu yang baru tentunya sangat sulit, terlebih-lebih jika terlalu jauh berbeda dengan yang sudah umum. Menjadi sesuatu yang beda membuat kita menjadi diri sendiri, kalo kata temen saya :” terserah apa kata orang, it’s me “

Tampil beda maksud saya dalam tulisan ini bukanlah sekedar penampilan doang, fasion, atau make up dll. Make a different itulah maksud saya, bukan hanya penampilan tapi juga pemikiran yang kemudian disertai tindakan. Kenapa takut beda ? Takut dianggap norak ? tenang aja, jawabannya adalah : it’s me

Sudah sesederhana itu memang, tapi mari kita mencoba telaah lebih jauh kenapa kita harus berbeda. Jika kita menilik pada awal manusia, semua manusia berasal dari peleburan sperma+ovum orangtuanya (tentunya berbeda pula). Nah setiap sel yang sudah menyatu menjadi zigot itupun “terdiferensiasi” berbeda walaupun proses siklus biologinya sama. Saat bayi juga semuanya beda, saat anak-anak, bahkan sampai dewasa dan masuk ke liangkuburpun semuanya beda. Tidak ada satupun manusia dibumi ini yang persis sama.

Tapi mengapa kita harus menggunakan produk yang sama ? harus pakai merk ini, itu dan harus makan disini. Ah kadang tak bisa aku pikir terlalu jauh dengan pemahamanku yang dangkal ini, apakah ini pengaruh iklan yang berlebihan (hegemoni) atau kita yang sudah tidak mempunyai daya pikir tersendiri lagi.

Berani beda itu membutuhkan sesuatu yang lebih dari biasanya atau bahkan ada yang berisiko, tapi hasilnya juga akan dapat dimanfaatkan . Seperti iklan saja jadinya: kalau bisa trendsetter, kenapa jadi follower ?

Mari berpikir beda, mari raih kesempatan (carpe diem) . Seseorang yang hanya jadi pengikut terus tanpa berusaha memikirkan sesuatu yang baru hanya akan jadi pelengkap saja diperadaban ini, bukan menjadi orang-orang yang bisa mengarahkan peradaban ini. Kenapa kita harus kuliah sampai S1, S2,S3 bahkan sampai es teler. Tapi akhirnya hanya jadi pelengkap penderita kehidupan ini. Banyak hal baru yang kita bisa buat, mulai dari penyadaran kepada orang-orang di sekitar kita. Teman, pacar, adik, kakak, keluarga dan lingkungan kita.

Ciptakanlah hal baru, jangan pernah puas dengan apa yang sudah ada. Konon inilah yangmendasari inovasi yang digembor-gemborkan manusia modern sekarang. Mulailah impikan sesuatu, apapun itu. Apakah kehidupan yang layak, kekayaan, kekuasaan, ilmu, teknologi, budaya dan lain-lain. Coba hayalkan kalau manusia dahulu sudah puas hanya pakai kapak perimbas dan hidup berpindah-pindah, jadi apa kehidupan sekarang ?

Siapakah yang dapat membuat perubahan itu ? siapakah yang dapat merubah itu ? siapakah yang dapat menciptakan inovasi itu ?

jawabanya : hanya mereka yang berani berpikiran beda

carpe diem !!!!!!!!!!!!

Desember 9, 2007 Ditulis oleh rajasimarmata | hal baru, pemikiran | | & Komentar

danau toba dan samosir(kusayang)

 

Daerah tempat tinggalku memang tidak seterkenal Hawai, Sidney, Paris, Singapur, Hongkong atau kawasan kutub yang bersalju tempat yang banyak dikunjungi orang berduit kalau liburan, tapi aku tetap suka dan akan menjaganya. Sudah banyak orang sukses dilahirkan dari daerahku ini, orang-orang terkenalpun sudah banyak yang datang, bahkan Presiden pertama RI Ir Soekarno pernah singgah ditempat ini bahkan sekarang ada monumennya di parapat. Bahakan baru-baru ini dilaksanakan pertemuan gubernur sedunia di daerahku. Banyak orang yang sudah lupa tapi tetap juga banyak orang yang suka dengan daerahku tapi setelah diteliti lebih lanjut, memang daerahku unik. bayangkan saya ada pulau di dalam pulau, diatas danau ada danau. wah sungguh indahnya toba samosir ini.

Sumber sejarah geologi menyebutkan bahwa ledakan gunung api paling besar adalah ledakan gunung yang ada di toba. Mengakibatkan caldera yang sangat besar, sehingga tercipta pulau samosir yang dikelilingi oleh danau Toba. Letusannya melebihi letusan gunung kalimanjaro yang sempat membuat bumi gelap itu.Tidak bisa saya bayangkan bagaimana lagi ledakan yang terjadi di toba.Sekarang daerah toba sudah banyak ”dimanfaatkan”, air dari danau toba digunakan untuk PLTA sigura-gura. Pabrik pulb Toba pulp lestari yang dulunya Indorayon dan masih banyak lagi. Tapi ada sesuatu keanehan disamping semua pembangunan ynag ada itu penduduk lokal sepertinya tidak mendapat dampak positif yang berarti. malah mendapat bau busuk dari limbah pulp yang pipanya kadang bocor. Air didanau tobapun sudah surut dan tingkan keasamannya naik.mengakibatkan turunnya populasi ikan disana. Padahal kalau dulu saya masih sering mengambil ikan di Danau Toba hanya dengan menggunakan tangan kosong. Ya dengan tangan kosong, istilahnya disebut ”mandadap” secara teknis memasukkan tangan disela-sela batu yang ada di bawah air. Dan kemudian kita akan mendapat ikan ditanga kita. Sebegitu mudah, sehingga dulu saya paling senang mandi di danau kemudian menagkap ikan, setalah ditangkap kemudian dibakar di pinggir danau. Ah sungguh nikmat kala itu. Masih Sekolah dasar waktu itu, kecintaanku terhadap Danau Toba dan Pulau Samosir bukan karena aku mendapat kesenangan sahaja disana. Banyak alasan lain, yang jelasnya hal itu sudah dapat membuat siapapun didunia ini mengagumi danau toba

Tanaman bawang yang dulunya hasil utama bumi samosir tidak tumbuh lagi di samosir. Ada apa dengan semua pembangunan ini…? Tapi saya tetap cinta daerahku, aku berjanji akan menjadi pembaharu disana kelak setelah aku lulus kuliah di bandung ini. Mudah-mudahan ilmu disini dapat bermanfaat ketika aku pulang ke samosir nanti. ya ibu pertiwi tolong berkati aku.Ini saya ambil cuplikan tentang tobaku yang indah.Ini adalah foto daerah Toba Samosir menggunakan sensor ASTERtoba samosir

” Toba caldera in Sumatra, Indonesia produced the largest volcanic eruption in the last 2 million years. The caldera is 30 by 100 km, and has a total relief of 1700 m. The caldera probably formed in stages: large eruptions occurred 840,000, 700,000 and 75,000 years ago. The eruption 75,000 years ago produced the Young Toba Tuff, with an estimated volume of 2,800 cubic kilometers. By comparison, Mt. St. Helens erupted about 1 cubic km of ash. In places around the caldera, the tuff is more than 600 m thick. Ash fall from the eruption covers an area of at least 4 million square km (about half the size of the US). Toba and other stratovalocanoes in Sumatra are related to the subduction of the Indian Plate under the Eurasian Plate. The ASTER image was acquired on January 28, 2006, covers an area of 64.3 by 67.5 km, and is located near 2.6 degrees north latitude, 98.8 degrees east longitude. “

saya harap semoga toba bisa bermanfaat buat semua orang yang ada di dunia ini, sehingga kita dapat menjaganya dan merawatnya, karena bagaimanapun semua bagian didunia ini saling terkait seperti jaring-jaring kehidupan yang pernah ditulis oleh fritof capra yang terkenal itu

Desember 4, 2007 Ditulis oleh rajasimarmata | daerah, pemikiran | | & Komentar